
"I.. Ini.." Gumam Gu fei.
Orang yang didepan Gu fei bangun dan lari pergi sangat cepat.
"Bahaya kalo ada yang nyebar info ini..." Kata Gu fei.
"Aku harus membungkam orang yang selamat.." Batin Gu fei.
Ia menoleh kembali ke orang yang ada di depannya itu namun orang itu sudah tidak ada di depannya.
"Gawat!" Gumam Gu fei.
"Aku harus pergi secepatnya" Batin Gu fei.
Ia langsung lari dari tempat itu.
Sudah dua jam berlalu Gu fei menyamar menjadi orang lain.
Berita pembunuhan itu sudah tersebar ke penjuru kota.
Orang orang di sana semakin khawatir tentang berita itu.
Semua orang yang terlihat mencurigakan dicurigai.
Bahkan karena berita itu walikota disana sampai datang untuk menenangkan warga dan menyelidiki kasus itu.
Sementara orang yang bebas dari pembantaian itu hilang seperti ditelan bumi.
"Semuanya sekarang panik.. Aku.. Harus gimana.. Bahkan kapal saja belum dapat, jika naik rui bakal jatuh ke laut.. Aku juga nggak bisa berenang.." Batin Gu fei di sebuah hotel.
"Aku sekarang juga harus cari kapal!" Batin Gu fei.
Lalu ia pergi ke pelabuhan kapal.
Sesampainya di pelabuhan..
Banyak orang yang menawarkan kapal untuk disewa.
Namun Gu fei belum menemukan kapal yang cocok untuk dirinya.
Gu fei terus berkeliling hingga menemukan kapal sewa yang cocok.
"Maaf... Saya ingin menyewa kapal ini tapi kira kira berapa harganya ya?" Tanya Gu fei.
"Untuk harga bisa dibahas di sebelah sana..." Kata salah satu pelayan.
"Mari saya antar.." Kata lagi pelayan itu.
__ADS_1
"Ya.." Jawab Gu fei.
Sesampai di rumah kecil itu..
"Bos!.. Ada yang mau tanya harga kapal.." Kata pelayan pada orang yang duduk di kursi yang bermeja.
"Silahkan masuk" Kata orang itu ramah.
"Iya.." Jawab Gu fei.
"Kira kira kapal itu harga sewa berapa ya?" Tanya Gu fei.
"Untuk harganya 1700 koin emas... bunganya cukup 500 koin emas " Kata orang itu.
"Buset mahal amat!" Batin Gu fei.
"Karena kau yang pesan akan aku kurangi" Kata orang itu.
"Ginilah dari awal.." Batin Gu fei.
"Bunganya cukup bayar 499 koin emas" Kata orang itu lagi.
"Hah!.. Hanya dikurangi 1 koin emas saja!" Teriak Gu fei.
"Bisakah dikurangi lagi..." Kata Gu fei.
"Jika... hanya bayar 1700?" Kata Gu fei.
"Tidak"
"Kalo 1699?"
"Tidak"
"Kalo 1598?"
"Tidak"
"Kalo 1200?"
"Tidak"
"Jalan terakhir.." Batin Gu fei.
"1989?"
"Tidak"
__ADS_1
"Yo dah aku nggak jadi nyewa.." Kata Gu fei akan pergi.
"Tunggu!.. Oke 1989" Kata orang itu.
"Gini lah dari awal!" Kata Gu fei.
"Kalo begitu aku juga ingin krunya.." Kata Gu fei.
"Bisakan gratis?" Kata Gu fei.
"Apa kau tidak tau malu!" Teriak orang itu.
"Oh.. Aku memang tidak tau malu.. Terus kenapa?" Jawab Gu fei santai.
"Uh.. Udah nawar kurang banyak minta kru gratis lagi!" Batin orang itu.
"Ngaku kalo tidak tau malu lagi..." Batin orang itu.
"Oke lah" Kata orang itu.
"Sepakat!" Kata Gu fei gembira.
"Kenapa gini amat hidupku" Batin orang itu.
"Kita akan berangkat sore ini..." Kata Gu fei.
"Hah?" Kata orang itu.
"Waktuku terbatas untuk berkelana... " Kata Gu fei senyum.
"Apakah dia... " Batin orang itu.
"Nggak mungkin.. Dia ngga mungkin Zui..." Batin orang itu.
"Namun... Kenapa perasaan ini mengatakan kalo dia Zui" Batin orang itu.
"Coba aja aku tanya namanya..." Batin orang itu.
"Oke.. Terus nama?" Tanya orang itu.
"Zin" Kata Gu fei.
"Nama yang hampir sama..." Batin orang itu.
"Sangat mirip dengannya" Batin orang itu.
"Ya biar ku catat" Kata orang itu.
__ADS_1
"Oke.." Kata Gu fei sambil pergi.