
"Uhuk!!" Gu fei batuk.
"Aku tidak apa apa, Uhuk!" Kata Gu fei sambil batuk.
"Sial!" Batin Gu fei.
Za Can langsung meraih gelas yang berisi air putih di atas meja.
"Minumlah" Kata Za Can memberikan gelas itu.
"Uhuk!" Gu fei masih batuk namun tetap menerima gelas itu.
Gu fei hanya memegang gelas itu tanpa meminumnya karena ia batuk terus.
Za Can mengambil gelas tersebut dan meminumkannya ke Gu fei dengan lembut.
"Hah.. Hah.." Napas Gu fei kembali normal.
"Kotor deh kamarnya!" Gumam Gu fei.
"Tak apa, kamu bisa tidur di kamarku" Kata Za Can.
"Eh, makasih" Kata Gu fei.
"Namun apa ada kamar kosong lain" Tanya Gu fei.
"Tidak, hanya ada kamar para kru namun penuh semua" Kata Za Can.
"Haish, ya sudahlah" Gumam Gu fei.
"Oke ayo pindah ke kamarku" Kata Za Can.
"Ya" Kata Gu fei.
Saat Gu fei hendak berdiri dia tiba tiba terjatuh karena tidak memiliki tenaga "Brukk".
Saat jatuh dengan sigap Za Can menangkap Gu fei.
"Uh" Batin Gu fei.
"Kamu tidak apa apa?" Tanya Za Can.
"Tidak!" Kata Gu fei.
"Sekarang bisakah lepaskan aku?" Tanya Gu fei.
"Kamu terlalu lemah untuk berjalan" Kata Za Can menggendong Gu fei.
"Aaaaaaah!" Teriak Gu fei yang tidak terbiasa digendong.
__ADS_1
"Lepaskan!" Teriak Gu fei.
"Patuhlah!" Kata Za Can berjalan menuju kamarnya.
"Kenapa jadi gini sih!" Batin Gu fei dengan muka memerah.
"Tidak!" Batin Gu fei mencoba teguh.
"Ada apa?" Tanya Za Can dengan muka tak bersalahnya.
"Lepaskan aku!" Teriak Gu fei.
"Tidak" Kata Za Can.
Sesampainya di kamar Za Can.
Gu fei diturunkan diatas ranjang Za Can yang sangat bersih.
"Udah!" Kata Gu fei kesal.
"Tidurlah" Kata Za Can.
"Saat kamu bangun semuanya akan lebih baik.." Kata Za Can.
"Baik?.. Tidak semuanya akan seperti ini selalu" Batin Gu fei.
"Kenapa?" Tanya Za Can.
"Tidak apa.. hanya.." Gumam Gu fei.
"Sekarang keluar!" Teriak Gu fei.
Za Can keluar dari kamarnya dan pergi berjalan tanpa tujuan.
Sementara Gu fei dia bersiap untuk tidur kembali agar tubuhnya pulih.
"Hah.." Gumam Gu fei mulai memejamkan matanya.
"Semuanya tak akan baik baik saja.. " Gumam Gu fei.
"Bahkan aku tidak tahu siapa diriku.." Batin Gu fei.
"Semuanya palsu" Batin Gu fei.
"Aku selalu sendirian didunia ini" Gumam Gu fei.
"Sendiri.. " Batin Gu fei.
"Selalu" Batin Gu fei.
__ADS_1
"Tak pernah ada yang mempedulikan aku" Batin Gu fei.
"Mereka hanya akan pergi lagi.. " Batin Gu fei.
Tanpa sadar air matanya menetes dengan pelan, luka yang selama ini Gu fei pendam seakan terbuka lagi.
Sementara itu Za Can sedang berjalan kembali ke kamar untuk mengambil sesuatu.
Saat dia ingin masuk dia melihat Gu fei yang sedang menangis sedu.
"Deg" Hati Za Can sesak dan sakit hebat saat melihat Gu fei menangis sedu sambil berbaring.
"Ada apa dengan dia?" Batin Za Can.
"Kenapa dia menangis?" Batin Za Can.
"Dan lagi.. kenapa perasaanku sakit saat melihat dia menangis?" Batin Za Can bertanya - tanya.
"Seperti aku ingin masuk dan menjadikan diriku pendengar untuk semua masalahnya" Batin Za Can cemberut.
"Namun.. aku tak pantas.. aku bahkan bukan siapa siapanya dia.. kita hanya partner biasa jika dia bukan Zui.. " Batin Za Can.
Za Can berlari pergi seperti pengecut dengan hatinya yang tidak rela meninggalkan Gu fei sendiri.
………
"Hay Guys!"
"Gimana nih suara pembacanya?"
"Author mau minta bantuan nih.. "
"Tolong Vote ya disini hanya butuh beberapa poin kok"
"Terus kalian cari The Destiny Of The Four Goddeses"
"Akhirnya vote deh"
Nanti jika author bisa masuk 10 besar rencananya mau cray up nih!
Pokoknya vote sebanyaknya ya Guys!
makasih ya yang nantinya mau vote novel ini guys
#Salam cinta dari author..
__ADS_1