Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Salah Tingkah


__ADS_3

Setelah itu Za Can keluar dari kamar Gu fei menuju ke kamarnya.


Hingga keesokan paginya Gu fei sadar.


Gu fei sedang memandang jendela kapal.


"Pagi lagi.." Batin Gu fei.


"Hari hari terus berlalu.. bahkan belum ada kabar tentang pencarianku.." Batin Gu fei.


"Kenapa aku malah mengharapkan sesuatu yang bodoh seperti itu!" Batin Gu fei kesal.


"Aku harus menyelesaikan tujuanku dulu, baru aku akan menghadapi masalah yang ada" Batin Gu fei.


"Cklek" Suara pintu kamar terbuka.


"Zin.." Kata seseorang yang membuka pintu.


"Eh, Za Can?, gimana udah baikan?" Tanya Gu fei.


"Udah" Kata Za Can.


"Mau makan dulu nggak?" Tanya Za Can.


"Aku bawakan bubur ayam spesial buat kamu" Kata Za Can.


"Setelah ini omong apa ya.. aku harus bagaimana?, masa aku.." Batin Za Can panik dengan telinganya yang memerah.


"Kenapa harus inget dengan kejadian kemarin sih!, aku jadi salting ginikan!" Batin Za Can.


"Aneh, kenapa Can Can terlihat berbeda?" Batin Gu fei.


"..." Suasana dikamar itu menjadi begitu hening seketika dan mulai canggung.

__ADS_1


"Eh, Can Can buburnya taruh atas meja dulu aja aku.. aku masih punya kerjaan" Kata Gu fei.


"Ah! Oh ya!" Jawab Za Can.


"Kalo begitu aku pergi!" Teriak Za Can.


Za Can langsung berlari keluar kamar Gu fei dengan cepat.


"Aku bodoh! kenapa malah suasananya tadi tidak terkendali!" Kata Za Can.


"Sialnya aku!" Batin Za Can.


"Untung aja tadi cepet keluar kalo tidak bisa bisa.. " Batin Za Can.


"Sudah! jangan pikirkan itu Za Can!" Batin Za Can mengaruk garuk kepalanya.


"Aku harus tetap tenang" Batin Za Can.


Za Can berjalan ke arah atas kapal.


"Za Can sangat aneh hari ini" Gumam Gu fei.


"Sekarang yang paling penting adalah berfikir langkah selanjutnya!" Batin Gu fei.


"Hah.." Gu fei menghela nafas sejenak.


"Kenapa aku malah tidak bisa berfikir" Gumam Gu fei.


"Malah kepikiran masalakuku.." Gumam Gu fei.


"Kepikiran tentang Jiaja, Azalea, dan dia.." Gumam Gu fei.


"Jiaja..." Gumam Gu fei.

__ADS_1


"Dia berubah semenjak kejadian itu.. kejadian dimana aku bertengkar dengan Xiao Sia" Batin Gu fei.


"Azalea.. Dia mencoba untuk memprovokasi aku dengan sahabatku" Batin Gu fei.


"Dan dia? , aku tidak bisa mengingat namanya.. namun aku selalu mengingat senyuman itu bahkan merawat benda yang kita beli dulu" Batin Gu fei.


"Aku sangat membencinya!" Gumam Gu fei.


"Jika aku bertemu dengannya itulah hari dimana dia terkena sial sepanjang hidupnya" Kata Gu fei.


"Huftt!" Gu fei mengambil napas panjang.


"Kenapa aku harus memikirkan masalalu!" Kata Gu fei mengambil bubur yang Za Can antar tadi.


"Aku sebaiknya makan dan menyehatkan diri dulu.. " Gumam Gu fei.


"Kalo tidak.. bisa bisa.." Batin Gu fei.


"Aku harus makan agar cepat pulih!" Gumam Gu fei.


Setelah makan Gu fei kembali tiduran karena tiba tiba merasa mual.


"Kenapa sih.. fisiku berbeda dari yang lain! bedanya kenapa juga harus lemah!" Kata Gu fei kesal.


"Rasanya pengen muntah! sumpah! ditambah aku sedang naik kapal lagi!" Gumam Gu fei.


"Benar benar sangat sial!" Gumam Gu fei.


"Hoekk!" Gu fei muntah karena kondisi tubuhnya yang tidak fit ditambah naik di kapal yang bergoyang goyang.


"Sialan!" Gumam Gu fei.


"Brakk!" Suara pintu dibuka dengan keras.

__ADS_1


"Zin kamu tidak apa apa!?" Teriak Za Can terlihat sangat khawatir.


__ADS_2