Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Pertanda Apa Sebenarnya ini!?


__ADS_3

"Oke, aku akan berlari sekarang!" Batin Gu fei berlari sekencang kencangnya.


"Aku tak tau niatmu!" Gumam Gu fei.


Gu fei berlari sekuat tenaga dan ternyata dia berlari hanya maju beberapa langkah karena tangannya dipegang oleh Za Can.


"Apa kamu akan terus berlari?" Tanya Za Can.


"Eh!, ke-kenapa kamu bisa menyusulku!!!" Teriak Gu fei kaget.


"Aku bahkan tidak melangkahkan kakiku" Kata Za Can santai.


Gu fei pun sadar jika dia hanya berlari di tempat.


"Kenapa, kenapa aku masih disini!?" Batin Gu fei.


"Oh tidak!, ini sangatlah memalukan!!" Batin Gu fei.


"Aku tak bisa menatap Za Can lagi!" Batin Gu fei menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Aku tidak boleh seperti ini terus!" Batin Gu fei.


"Kenapa denganmu?" Tanya Za Can. Za Can menatap heran Gu fei.


"Jangan liat!" Batin Gu fei.


"Ngga ada!" Kata Gu fei.


Setelah itu mereka kembali ke penginapan dan menghabiskan waktu dengan cara menonton televisi bersama.


"Udah ah, aku mau tidur!, Can kamu pergilah ke kamarmu saja!!" Kata Gu fei mendorong Za Can keluar.

__ADS_1


"Iya-iya" Jawab Za Can.


Setelah Za Can pergi. Gu fei langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi. Dia berendam air hangat.


"Sangat menyenangkan" Gumam Gu fei menutup matanya.


Gu fei tertidur sambil berendam. Dia mendapatkan mimpi kembali.


Kali ini dia bermimpi tentang wajah seseorang yang berlumuran darah.


Gu fei sangat terkejut. Dia takut untuk bertanya karena wajah orang itu sungguh mengerikan.


"Siapa dia?" Batin Gu fei gemetar ketakutan.


"Akhir dari segalanya adalah kematian" Kata orang itu dengan suara berat.


"Hidup orang yang sudah ditakdirkan tidak bisa dirubah" Teriak orang itu.


"Kamu tidak akan bahagia!" Teriaknya lagi.


"Apakah yang kau maksud aku?" Kata Gu fei.


"Ya" Jawab orang itu.


"Ha-Ha, jangan aneh aneh ya" Kata Gu fei tertawa cangung.


"Sebentar lagi, Sebentar saja! kebahagiaan itu akan hancur!" Teriak orang itu.


Suasana sontak menjadi diam. Gu fei merasa bahwa orang itu menyinggung dirinya.


"JAGA OMONGANMU!!!" Teriak Gu fei sangat keras.

__ADS_1


"Ingatlah!!, aku tidak mengenalmu!, namun kamu harus menjaga sikap saat berbicara dengan orang lain!" Teriak Gu fei marah.


"Heh, terserahku!, ini adalah wilayahku, aku bisa membunuhmu sekarang juga!" Teriak orang itu.


"Jangan harap!" Teriak Gu fei.


Udara disana menjadi semakin dingin sedingin es. Hal itu membuat Gu fei agak menggigil kedinginan. Sementara orang didepanya itu seperti sudah mengerti tanda dingin itu dan langsung berkata.


"Namun jika membunuhmu sekarang itu... sangatlah tidak menyenangkan!" Teriak Orang itu.


Hawa dingin disekitar tambah membara. Tangan Gu fei seakan akan kaku dengan dinginya udara itu. Dia tidak bisa melangkah dan hanya berdiri.


"Hei!" Gumam Gu fei.


"Ada apa sebenarnya ini?" Tanya Gu fei.


"Apakah kau merasakannya!?" Teriak orang yang di depannya itu.


"Apa?" Gumam Gu fei sudah hampir kehilangan kesadaran.


"Jiwa lemah sepertimu tidak pantas berada di sini!" Teriak orang itu.


"BAMM" Terjadi ledakan besar yang membuat keduanya terpental jauh.


"Uhkh" Gumam Gu fei.


"Ada apa lagi ini!?" Gumam Gu fei mencoba duduk.


"Ledakan besar itu!" Batin Gu fei.


"Apakah orang itu yang melakukannya!?" Gumam Gu fei.

__ADS_1


"Sebenarnya pertanda apa ini!!!" Gumam Gu fei terduduk diam.


__ADS_2