
Gu fei diam seketika dan tubuhnya mulai melemah karena kehilangan banyak darah.
"Sial!" Gumam Gu fei.
"Apa para Ikan Duyung hanya bisa melawan secara kelompok!?" Teriak Gu fei.
Pandangan Gu fei mulai kabur dan terasa terombang ambing.
"Ikan.. lawan ikan adalah burung!" Batin Gu fei.
"Namun dilaut lepas apa ada burung?" Batin Gu fei.
"Adapun hanya jika disekitar sini ada ikan paus!" Batin Gu fei.
"Semoga aku beruntung!" Batin Gu fei.
"Rui.." Batin Gu fei.
"Rui.." Batin Gu fei lagi.
"Tuan.." Kata Rui pada alam kesadaran Gu fei.
"Apa kamu dapat merasakan ada burung lain disekitar?" Batin Gu fei.
"Maaf tuan sejauh 5 km belum terasa seekor burungpun.." Kata Rui.
"Sial" Batin Gu fei.
"Jika begitu maka.." Gumam Gu fei.
"Hanya bisa bertarung sampai akhir.." Batin Gu fei mengeluarkan semua senjata yang dia miliki.
"Pesta.. Dimulai.." Gumam Gu fei mulai menyerang secepat mungkin.
"Aku pernah diajari saat di geng.." Batin Gu fei.
__ADS_1
"Bahwa meskipun tidak bisa melihat namun bisa merasakan.." Gumam Gu fei.
"Rui.. bisakah kau membantu?" Batin Gu fei.
"Tentu tuan!" Kata Rui.
"Kalau begitu keluarlah.." Batin Gu fei.
Cahaya yang begitu terang seketika muncul pada kalung Gu fei.
Setelah pancaran cahaya selesai muncul seekor burung rajawali yang amat besar.
Para Duyung mulai bergerak dengan sangat berhati hati, apa lagi burung itu adalah burung yang terlatih.
Sementara Gu fei mencoba mendekati para ikan duyung tersebut.
Meski dihantam ekor berkali kali Gu fei masih bertahan tanpa mempedulikan luka dikepalanya.
Gu fei bertarung dengan nalurinya tanpa membuka matanya.
Meskipun begitu mereka tidak berhenti menyerang dan mencoba untuk memanggil ritual petir.
Ritual kuno yang khas dari Suku Duyung yang sudah lama punah, namun sekalinya berhasil dapat memusnahkan sesuatu tanpa sisa sedikitpun.
Guntur mulai berkumpul diatas langit, bahkan angin mulai tidak terkendali.
Lautan yang begitu tenang menjadi berwarna bening akan pantulan cahaya petir.
"Listrik akan menganas jika terkena air.." Batin Gu fei.
"Apa Ritual ini yang ada di buku sejarah?" Batin Gu fei.
"Rui.. Bawa aku ke tempat pusatnya ritual" Teriak Gu fei.
Gu fei langsung melompat ke atas Rui.
__ADS_1
Kemudian Rui dengan kecepatan penuh terbang ke arah pusat ritual berada.
"Gawat bila terjadi.." Batin Gu fei.
"Satu satunya cara untuk menggagalkan Ritual adalah dengan tongkat lautan!" Batin Gu fei.
"Namun Tongkat itu berada pada Raja Duyung" Batin Gu fei.
"Kenapa aku tidak beruntung!" Batin Gu fei.
"Aku harus bagaimana?" Batin Gu fei.
"Kak Can terluka.. bahkan aku juga tidak bisa bertahan lama!" Batin Gu fei.
"Bagaimana kalo jadinya malah..." Batin Gu fei.
"Tidak! Hidup atau mati bersama!" Batin Gu fei.
"Aku akan menyerang dengan sekuat tenaga!" Batin Gu fei sambil melompat dari Rui.
"Meskipun aku mati aku akan menggagalkan Ritual itu sebelum terlambat!" Batin Gu fei menyiapkan alat alat andalannya.
Gu fei terjun pada pusat air yang berputar dimana itu adalah pusat dari ritual tersebut.
"Aku harus berhasil!" Batin Gu fei.
"Byurr!" Suara orang terjun ke air.
"Blub.. Blub.." Suara Nafas Gu fei.
"Aku harus mengambil tanah yang berada di dasar lautan untuk menghentikannya" Batin Gu fei.
Tubuh Gu fei mulai kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali karena efek dari serangan dan tenaga yang Gu fei pakai sudah mencapai batas.
"Sial" Batin Gu fei.
__ADS_1
"Aku akan mati!" Batin Gu fei.