Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Mama!


__ADS_3

Sementara Gu fei dia tertidur lelap karena lelah.


Gu fei bermimpi kembali saat ia tertidur.


sekarang sekelilingnya padang rumput hijau yang subur.


Terdapat berbagai jenis tanaman disana.


Bahkan ada banyak kelinci melompat lompat riang.


Sementara Gu fei berbaring diatas padang rumput itu.


"Sungguh sangat menakjubkan!" Kata Gu fei.


"Coba aja disini ada orang orang.." Gumam Gu fei.


Tiba tiba ada sesuatu yang menyenggol tangan Gu fei.


Sesuatu tersebut adalah kelinci yang melompat tidak sengaja menyenggol Gu fei.


Gu fei langsung berdiri dan hendak menangkap kelinci tersebut.


"Eh,Kelinci!" Gumam Gu fei.


"Lucunya!" Kata Gu fei.


"Sini biar kakak pegang bulu halusmu!" Kata Gu fei sambil mencoba menangkap kelinci tersebut.


"Hei! Tunggu!" Teriak Gu fei saat kelinci kelinci itu melarikan diri.


Gu fei terus mengejarnya dan sampailah disuatu tempat.


Terdapat beberapa pohon dan gubuk disitu.


Beserta disamping gubuk terdapat ayunan dari rotan.


"Wah!" Kata Gu fei takjub.


Gu fei tanpa berfikir panjang langsung berlari ke arah ayunan tersebut.


Dia bermain main ayunan sangat lama.


Hingga tiba tiba ada yang menepuk Gu fei dari belakang.


Secara otomatis Gu fei langsung menoleh ke belakang.


Dibelakangnya ada seseorang wanita tinggi, yang sangat cantik, bertelinga seperti elf dan bermata biru.


"Siapa?" Tanya Gu fei langsung berdiri dan bersiap menyerang.


"Santai aja Hiasa sayang.. " Kata orang itu dengan lembut sambil tersenyum ke arah Gu fei.


"Siapa kamu!" Teriak Gu fei masih curiga.


"Kau malah menakutinya sayang.." Kata seseorang dari atas ranting pohon.


Gu fei menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Sial! Kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaan dirinya!" Batin Gu fei.


Dia adalah laki laki tampan yang tingginya lumayan dan bermata merah.


"Tenanglah!" Kata lelaki tersebut sambil turun dari pohon.

__ADS_1


"Kamu malah semakin menakutinya!" Kata wanita tersebut memukul laki laki itu.


"Udah sayang! ampun! jangan pukul! " Kata lelaki tersebut merengek.


"Kenapa kau malah bersikap memalukan dengan merengek di depan anak kita!" Kata wanita tersebut masih memukul si lelaki.


"Ampun ratu!" Kata lelaki tersebut.


"Kenapa pemandangan seperti ini.. " Batin Gu fei mencoba memaklumkan.


"Sial!" Gumam Gu fei.


Seketika mereka berhenti melakukan aktivitasnya dan mulai mendekati Gu fei.


Gu fei mencoba untuk mundur namun dia tidak bisa melangkahkan kakinya.


"Kalian mau apa?" Tanya Gu fei.


Gu fei mengeluarkan sebilah pisau dari sakunya yang muncul entah dari mana.


"Maaf" Kata wanita itu tiba tiba memeluk Gu fei.


"Maafkan Mama tak bergunamu ini!" Kata wanita tersebut sambil menangis.


"Mama?" Batin Gu fei.


"Ada apa ini?" Batin Gu fei.


Matanya Gu fei kembali berwarna merah lagi.


Gu fei yang masih hendak menusuk orang itu ditambah keinginan matanya untuk keluar semakin besar, dan dia langsung mencoba menusuk orang itu.


Namun disisi lain laki laki tersebut menghentikan Gu fei.


"Kamu belum mengingatnya.. " Gumam lelaki tersebut.


Secara tiba tiba kenangan memori saat dia lahir terulang kembali.


Dia melihat mereka, melihat orang orang yang sedang mempertahankan rumahnya.


Pemandangan menyedihkan tersebut terus berputar kembali.


"Agrahhhhhh!" Teriak Gu fei kesakitan.


"Jangan! Hentikan!" Teriak Gu fei.


Dia juga melihat siapa orang yang melahirkan dirinya.


"Ibu?, apa dia ibu kandungku?" Batin Gu fei.


Namun tiba tiba kenangan memori itu hilang.


Gu fei juga kembali tersadar lagi.


Dia melihat wanita yang tadi memeluk dirinya tersebut.


"Ma.. Ma.. Mama?" Kata Gu fei.


Gu fei masih tidak menyangka jika orang yang berdiri di depan dirinya adalah orang tua kandungnya.


"Huaaaaaaa!" Gu fei menangis histeris sambil berlari memeluk wanita tersebut.


"Mama!" Kata Gu fei masih menangis.

__ADS_1


"Mama!" Teriak Gu fei dengan tangisan semakin menjadi jadi.


Bahkan wanita tersebut juga tidak kuat membendung air matanya lagi.


"Sayang!" Kata wanita tersebut memeluk Gu fei.


"Hiasa sayang.. Hiasa harus baik baik ya.. Hiasa harus jadi anak yang kuat.. Hiasa harus menghadapi semua masalah Hiasa.." Kata lembut wanita itu.


"Mama!" Teriak Gu fei.


"Hiks.. Hiks.." Tangis Gu fei.


"Mama.. jangan.. pergi lagi!" Kata Gu fei.


"Aku tidak kuat lagi! aku tidak tahan!" Teriak Gu fei.


"Maaf sayang.." Kata wanita itu juga sedih melihat anaknya yang menangisi dirinya.


Sementara itu seseorang yang dari tadi memandang mereka berdua terus tersenyum dan sekali kali meneteskan air matanya.


"Mama nggak boleh pergi!" Teriak Gu fei.


"Mamaa.." Gumam Gu fei masih menangis.


"Kamu harus kuat sayang.." Kata seseorang lelaki tersebut.


"Aku tidak ingin Mama pergi!" Teriak Gu fei.


Namun orang yang dia peluk tiba tiba memudar.


"Ma.. Mama!" Gumam Gu fei.


"Mama mau kemana lagi!" Teriak Gu fei.


Orang itu hanya tersenyum dan dirinya terus pudar.


Sementara lelaki itu juga mulai memudar.


Setelah orang yang Gu fei peluk hilang sepenuhnya lelaki tersebut mulai mendekat dan bicara.


"Hiasa sayang.." Kata orang itu.


"Kamu tidak sendirian.. ingat.. Mama dan Papa akan terus melihatmu dari atas" Kata orang itu menghapus air mata yang berada di pipi Gu fei.


"Kamu harus tumbuh menjadi wanita yang kuat seperti Mamamu.." Kata orang itu.


"Hiks.. Hiks.." Gu fei masih menangis.


Sementara orang itu mulai hilang sepenuhnya.


"Selamat tinggal.." Kata yang di gumamkan orang itu sebelum pergi.


"Huaaaaaaaaaa!" Gu fei berteriak histeris sendiri disana.


"Pergi! semuanya pergi!" Teriak Gu fei.


"Aku sendiri lagi!" Teriak Gu fei.


"Aku.. ingin pergi bersama kalian juga.." Batin Gu fei tiba tiba kakinya mulai bisa digerakkan.


"Brukk!" Gu fei terjatuh dari tempat ia berdiri.


…………

__ADS_1


Maksih Guys bagi yang udah vote disini..



__ADS_2