
"Ada apa sebenarnya dengan dia?" Kata Za Can mencoba menyusul Gu fei.
"Mereka bohong! semuanya bohong!" Gumam Gu fei berjalan cepat dengan amarah melewati lorong lorong.
"Baru beberapa hari saja sudah tidak betah!" Batin Gu fei suram.
"Hah.." Gu fei berhenti sejenak sambil menghela nafas.
Za Can yang mengikutinya pun mulai menghentikan langkahnya karena Gu fei berhenti.
"Berhenti mengikutiku.. " Kata Gu fei tanpa memalingkan wajahnya.
"Aku sebenarnya berbuat apa kepadamu hingga kamu seperti ini?" Tanya Za Can.
"Heh.. Kukira kamu mau minta maaf dan berhenti mengganggu kehidupanku.." Kata Gu fei air matanya menetes sambil tersenyum kecut.
"Aku tidak tau permasalahannya!" Teriak Za Can.
"Apa kesalahan diriku padamu!" Kata Za Can.
"Berhenti! Berhenti! Berhentilah mengusikku!" Teriak Gu fei sambil berbalik dan memukul mukul Za Can.
"Urusi saja kehidupanmu! Hu.. Hu.. Hu.." Kata Gu fei menangis.
"Rasanya kehilangan itu berat.. jangan membuat harapan pada diriku.." Batin Gu fei menggit bibirnya sendiri.
"Kamu boleh memukulku.. namun bisakah kamu menjelaskan kesalahanku?" Tanya Za Can sedih.
Gu fei berhenti dan berbalik lalu kembali berjalan lagi seolah olah tadi Gu fei tidak memukul Za Can.
__ADS_1
"Sudahlah.. percuma omong dengan orang seperti dirimu.. " Gumam Gu fei.
Gu fei berlari tanpa arah dia sudah tidak tahu mau kemana.
"Hubungan kita adalah sebuah kesalahan.. Can.. Can.." Batin Gu fei menangis.
"Semoga di kehidupan ini maupun selanjutnya kamu bahagia tanpa aku.." Batin Gu fei sedih.
"Hati yang menyatu telah hancur berkeping keping karena kesalahan..." Gumam Gu fei.
"Sekarang hanya tersisa kehidupan kita masing masing" Batin Gu fei.
"Jangan cari aku lagi Za Can..." Batin Gu fei menangis sedu.
"Kamu harus tetap bersama Nyida!" Gumam Gu fei terpangku sedih dilantai lorong.
Beberapa hari kemudian Gu fei masih sedih dan semua kegiatan yang dia lakukan seperti tak berasa.
Dia terjebak dalam kegelapan yang sulit untuk kembali lagi.
Dia terus menyalahkan dirinya sendiri karena telah dilahirkan didunia ini.
Bahkan dia berkali kali mencoba untuk bunuh diri namun ketahuan Za Can.
Gu fei yang sekarang sudah putus asa menghadapi kenyataan yang pahit dalam kehidupannya.
Hingga beberapa hari kemudian dia mulai sadar dan mencoba keluar dari jurang kegelapan yang berada dalam dirinya.
Dia berfikir untuk mengejar tujuan awalnya dan tidak memikirkan tentang dia.
__ADS_1
Gu fei hanya terfokus pada tujuannya hingga lupa akan kesedihannya.
Namun juga Gu fei sering kali kesepian.
#Malam hari diatas kapal
"Hah.. Hari hari terus berlalu seperti biasanya, bahkan dia tidak melihat diriku.." Gumam Gu fei sambil duduk menikmati angin laut.
"Sudahlah Gu fei jangan terlalu naif.. " Gumam Gu fei.
"Jangan memikirkan dia.. itu hanyalah membuang waktumu.. " Batin Gu fei.
"Sekarang kamu hanya perlu fokus dengan tujuanmu" Gumam Gu fei.
"Namun setelah melihat tempat itu.. aku harus gimana?" Gumam Gu fei bingung.
"Menaikan levelku? atau liburan sesuka hatiku?" Batin Gu fei.
"Haish.." Gumam Gu fei binggung.
"Sudah Gu fei!" Gumam Gu fei menghirup udara malam.
"Aku seperti bintang kecil diantara hamparan angkasa.." Gumam Gu fei melihat langit yang tengah cerah.
"Semuanya terjadi begitu saja tanpa ada tanda tanda.. " Batin Gu fei.
"Sebutir bintang yang ingin bersinar paling terang antara bintang bintang lain.." Gumam Gu fei.
Tiba tiba siulan seruling yang merdu terdengar dari laut lepas.
__ADS_1
"Wow! Musik siapa itu?" Gumam Gu fei menikmati alur musik.
"Kenapa aku merasakan ancaman bahaya?" Gumam Gu fei.