
Hal itu terjadi lagi. Ini adalah siklus kehidupan. Kejam, terlalu kejam. Semangatnya mulai pudar. Hatinya sangat sakit. Lagi-lagi terjadi, kenapa dengan dunia ini. dia hanya seorang anak kecil pencari kebenaran. Apakah sangat salah?.
“ HAHAHAHA AKU SUDAH TAU. AKU SADAR. SEMUA TIDAK SEPERTI YANG AKU BAYANGKAN. HAHAHAHAHA. HANCUR!!!!. Semua hancurrrr, takdir tetap kejam! ” suara Gu fei menggelegar ke seluruh penjuru. Tawa mengerikan dengan kata-kata tajam.
“ Kalian, penghianat!!. Bunuh saja aku. Aku benci dengan dunia ini. Aku ingin pergi!!! ” .
“ HAHAHAHAHA!!!. ” tawa mengerikan Gu fei keluar lagi. Gu fei menutup matanya lama.
JLEBBB....
Sebuah pedang tajam berhasil menancap diperut Gu fei, tanpa Gu fei hindari. Gu fei tidak merasakan sakit. Rasa sakit itu tidak melebihi penderitaan Gu fei selama ini.
Sementara itu disisi lain.
Za Can mengejar Gu fei. Dia berlari dalam hujan, namun tiba-tiba hatinya berdenyut nyeri. Seakan-akan sebuah kepingan akan hilang. Air mata Za Can mengalir deras. Kali ini dia tidak berhasil menemukan Gu fei, dirinya merasa kecewa.
Za Can tidak ingin kehilangan Gu fei untuk kesekian kalinya. Za Can ingin hidup bahagia bersama Gu fei. Dia tidak ingin berpisah kembali.
__ADS_1
“ Aku tidak akan gagal!!. Zui aku akan menemukan dirimu. Meskipun itu harus mengorbankan nyawaku sendiri. ” ucap Za Can didalam hati.
______________________________________________
Darah mengalir deras dari tusukan itu. Bahkan Gu fei masih tersenyum pahit dan kecewa. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Rasa sedih, kecewa, marah semua bercampur dengan nyeri yang menusuk dihatinya. Dadanya sakit, sangat sakit.
“ Jika memang dunia menghendaki diriku mati, aku akan mati. ” ucap Gu fei bergumam.
Gu fei perlahan membuka mata. Pandangannya kabur. Dia melihat kedua orang yang tersenyum manis didepannya. Ini adalah akhirnya, berakhir ditangan kedua penjahat didalam selimut itu.
Gu fei menyerah, dia benar-benar putus asa dia terjatuh. Tangannya bahkan sudah mati rasa. Dirinya mungkin akan mati kehabisan darah. Tanpa perjuangan, sangat konyol.
Ini adalah game over, cerita singkat kehidupan Gu fei. Sangat singkat. Ketika Gu fei menutup matanya, dia melihat bayangan seseorang.
“ Apakah kamu menyerah anakku?. Kenapa kamu begitu saja menyerah?. Meskipun rasanya sakit kamu tidak boleh menyerah oke, kamu harus kuat. Diluar sana masih banyak musuh yang lebih kuat lagi. ” ucap seseorang berwajah tampan kepada Gu fei.
“ Papa, aku sudah tidak kuat. Apa boleh aku bersama kalian saja, dunia ini tidak membuatku bahagia. ” ucap Gu fei lemas mati-matian menahan air matanya.
__ADS_1
“ Tapi kamu akan dendam dengan seseorang, kamu tidak boleh dendam. Dendam harus dibalas ditempat, kamu putri Papa yang paling Papa sayang. Kamu harus kuat, sebagai putri dari Mata Merah Keji kamu tidak lemah. ” .
“ Tapi aku sudah tidak kuat, aku ingin menyerah. ” .
“ Kamu harus kuat sayang. Sadarkah kakekmu. Kami harus mengubah dunia ini. Demi Papa, demi Mama. Apapun yang terjadi. ” .
“ Gunakan kekuatan dari hatimu. Rasa sakit itu akan menjadi kekuatan didalam hatimu yang paling besar. Sekarang tutup matamu, lalu perlahan buka kembali. ” .
“ Tidak, aku benar-benar sudah tidak ingin berjuang!!. ” .
“ AKU SUDAH TIDAK MAU PA!! AKU MENYERAH!!. ” ucap Gu fei menolak mentah.
“ Putriku, apapun yang terjadi. Jangan menyerah, dirimu harus kuat!!. ” .
“ Papa juga akan mendukung setiap jalanmu. Papa akan muncul dimimpimu. ” .
“ Usap air matamu. Putri Papa tidak boleh menyerah. ” .
__ADS_1