
"Kalo begitu.." Gumam Gu fei.
"Yah itu hanyalah sebagian romor yang beredar.." Kata orang itu.
Dari kejauhan terlihat Za Can yang mengintip Gu fei dan orang itu yang berbicara serius.
"Apa dia benar benar sudah melupakan aku.." Batin Za Can.
"Apa dia sebegitunya membenci aku?" Batin Za Can.
"Kenapa?" Batin Za Can cemberut.
"Aku hanyala.." batin Za Can.
"Sudahlah! Za Can!" Batin Za Can berbalik dan pergi.
Gu fei dan orang itu masih berbicara dengan serius tanpa mengetahui jika Za Can mengintip mereka.
Za Can berjalan ke arah atas kapal karena disana sejuk dan sangat bagus untuk menenangkan pikirannya.
"Aku sudah tidak mungkin lagi bersama dengan dia.." Gumam Za Can bengong melihat hamparan laut lepas.
"Karena diriku sudah tidak pantas bersamanya.." Batin Za Can.
Za Can termenung diam.
"Ayolah! Za Can! kamu adalah lelaki sejati!" Gumam Za Can.
"Perjuangan cintamu.. sama seperti Ayah memperjuangkan Ibu.." Kata Za Can.
"Bahkan kamu sudah pergi dari keluargamu dan mengembara dunia.." Batin Za Can.
__ADS_1
"Meskipun aku tidak bisa bersama dengan dirinya namun aku bisa kembali dari awal untuk mengejarnya" Gumam Za Can.
"Aku tidak boleh sedih!" Gumam Za Can.
Za Can terus menyemangati dirinya sendiri hingga akhirnya dia bisa kembali bertemu Gu fei.
Gu fei sesudah bicara langsung pergi ke kamarnya sendiri.
"Ternyata dunia seluas ini ya?, bahkan bahayanya sungguh bukan main main.." Gumam Gu fei berbaring di kasur.
"Aku ingin teriak sekeras kerasnya kalo aku benar benar sudah lelah menghadapi kenyataan kejam ini.." Batin Gu fei.
"Meskipun begitu.." Gumam Gu fei.
"Mungkin di dunia ini ada yang namanya cinta.." Gumam Gu fei.
"Dan yang pasti bukan untuk diriku.." Batin Gu fei.
"Kenapa dengan diriku?" Kata Gu fei.
"Aku tak boleh naif!" Batin Gu fei.
"Tujuan diriku adalah membalas dendam!" Batin Gu fei.
"Aku hanya hidup sebagai alat?" Batin Gu fei.
"Alat untuk memusnahkan Dewa Iblis!" Batin Gu fei melihat ke arah kaca kecil yang berada di atas meja.
Gu fei tiba tiba sedih dan teringat akan kenyataan yang menyakitkan.
"Hah..." Gu fei menghela napas panjang.
__ADS_1
"Akhir akhir aku ini jadi sering hela napas.." Gumam Gu fei.
"Gu fei.. oh Gu fei.. apa lagi coba yang kamu harapkan?" Kata Gu fei berbicara dengan diri sendiri.
"Aku harus ingat bahwa aku itu sendirian dan akan tetap sama.." Gumam Gu fei.
"Ingat itu Gu fei!" Batin Gu fei.
Gu fei termenung dengan perkataan dirinya sambil memeluk kedua lututnya.
Gu fei menjadi teringat Za Can.
"Kami tidak di takdirkan untuk bersama.." Gumam Gu fei.
"Hubungan Kita adalah sebuah kesalahan .." Kata Gu fei.
"Aku harus belajar menerima kenyataan bahwa Kak Can bukan milikku.." Gumam Gu fei.
"Berpisah adalah jalan terbaik antara kita.." Batin Gu fei.
Gu fei kemudian bangun lagi dan keluar kamar menuju ke arah dapur karena merasa lapar.
"Aku butuh beberapa camilan..." Batin Gu fei.
"Namun apa disini ada gas?" Batin Gu fei mencari cari sesuatu.
"Ha? ada?" Batin Gu fei menemukan sesuatu.
"Kira kira aku mau buat apa ya..." Gumam Gu fei melihat isi rak meja.
"Wow! bahan yang lengkap seperti ini bisa membuat sesuatu yang sangat bagus!" Kata Gu fei kaget.
__ADS_1