Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Hari 1 di Penginapan


__ADS_3

Sambil berjalan pelan Gu fei memandang sekitar yang sangat mewah.


Tiba tiba ada seorang gadis yang muncul dan sengaja menabrak Gu fei.


"Bruk.. " Suara tabrakan.


"Ahhh.. " Suara orang yang menabrak Gu fei jatuh.


"Kamu ini ngapain sih dorong aku!.." Teriak orang itu.


Gu fei hanya melirik dengan jijik ke arah orang itu.


"Buset, ini orang apa tembok keras amat!" Batin orang itu.


"Hei lihat Xuan Yue cari masalah lagi!" Bisik bisik.


"Mampuslah orang itu!" Bisik bisik.


"Aku jadi kasihan pada orang itu" Bisik bisik.


Kata kata itu di ucapkan oleh orang yang melihat kejadian itu.


"Heh... Aku nggak tahu dia siapa!.. Tapi dari auranya menandakan permusuhan!" Batin Gu fei sambil terus berjalan menuju ke arah pendaftaran.


"Sial... Kenapa dia nggak liat aku sih!" Gumam Xuan Yue kesal.


"Padahalkan bisa jadi pionku" Batin Xuan Yue mengepal tangan.


"Aku bukanlah laki laki jadi trik itu nggak mempan padaku" Batin Gu fei tetap berjalan lurus tanpa melihat ke samping.


Setelah sampai di ruang pendaftaran Gu fei langsung memberikan Giok Emas Permata.


"Pengobatan patah tulang" Kata Gu fei pada penjaga pendaftaran.


"Silakan tuan" Kata penjaga itu menunjukkan jalan.


"Tuan disini adalah ruang pengobatan pribadi tuan" Kata pelayan itu ramah.


"Baiklah" Kata Gu fei dingin.


Pelayan itupun pergi meninggalkan Gu fei.


Dengan pelan Gu fei membuka pintu ruangan itu.


"Akhirnya ada yang datang" Gumam orang yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Humph lagi lagi laki laki!.. Pasti yang satu ini sama dengan yang lain" Batin orang itu nggak suka.


"Hei... Dokter... Obat patah tulang" Kata Gu fei.


Dokter itupun mencari obat patah tulang itu tapi sebelum itu ia mencari salep penyembuh milik dia.


"Silakan tuan berbaring" Kata Dokter itu sambil menunjukkan arah kasur.


"Nggak usah... Aku akan mengobati lukaku sendiri" Kata Gu fei sambil mengambil obat yang dipegang dokter itu.


"Kenapa ia nggak ada reaksi sih!.. Biasanya orang yang datang itu kan hidung belang semua!" Batin dokter itu.


Lalu Gu fei mencari plaster dan kain.


Setelah itu Gu fei pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke kamar.


Didalam kamarnya Gu fei melihat ada balkon dan segera keluar sambil membawa obat obatnya.


Gu fei duduk di kursi yang ada di balkon itu.


Sambil menatap bulan Gu fei mengobati luka dalamnya.


"Aku... Apa aku menyesal?" Gumam Gu fei.


"Kenapa aku harus lari dari kenyataan?... Aku rindu kotaku... Meskipun sudah kabur tapi tetap saja kenapa serasa jiwaku ada yang hilang?" Gumam Gu fei.


"Uhh.. ada apa denganku" Gumam Gu fei tiba tiba pandangan menjadi buram.


Gu fei pingsan di balkon hingga keesokan paginya.


#Pagi berikutnya.


"Hatchuu... " Bersin Gu fei kedinginan karena semalaman dibalkon.


"Hmm... Sudah pagi?" Gumam Gu fei sambil membuka mata.


"Kenapa aku tidur dibalkon?... Aku ingat kemarin!" Gumam Gu fei sambil mengingat kejadian kemarin.


"Orang itu!" Teriak Gu fei.


"Pasti dia yang memasukkan racun Saat aku bersentuhan dengannya!" Batin Gu fei.


"Untunglah aku nggak apa apa!" Gumam Gu fei.


"Eh... Kok pergelangan tanganku sudah nggak sakit ya?" Gumam Gu fei.

__ADS_1


Lalu Gu fei mengangkat tangannya ke atas sambil mengayunkan tangannya.


"Aduh..." Teriak Gu fei kaget karena masih sakit.


"Ternyata masih sakit ya!.. aku akan memeriksanya dulu" Gumam Gu fei sambil masuk ke kamarnya.


"Hmm!... Aku hanya membawa sedikit pakaian!" Gumam Gu fei sambil berhenti di depan almari kamar.


"Ya sudahlah akukan hanya di sini paling 2 sampai 3 hari" Gumam Gu fei.


Gu fei pun mandi dan berganti pakaian.


Ia masih menyamar menjadi laki laki untuk tetap tidak memancing perhatian.


Setelah mandi Gu fei pergi ke dokter yang ia jumpai kemarin.


#Ruang Pengobatan.


"Aneh! Kenapa kemarin orang itu hanya luka ringan saja... Bukankah di tempat lain.." Batin dokter itu berpikir.


"Tapi jugakan luka itu ada yang lama dan yang baru" Batin dokter itu berpikir lagi.


Tiba tiba di saat dokter itu melamun Gu fei langsung menerobos masuk.


"Hei.. yang kemarin!" Kata Gu fei menyapa.


"Kamu ini!... Nggak punya sopan santun ya!" Teriak dokter itu kaget.


"Lah.. Bukankah ini ruang dokter pribadiku" Kata Gu fei menyindir.


"Hmm " Jawab dokter itu marah.


"Dasar nggak punya sopan santun!... Mungkin nggak di ajari sama orang tuanya ya?" Gumam dokter itu menahan amarah.


Gu fei yang mendengar hal itu pun langsung mendekati dokter itu dan mencoba memojokkannya.


"Kau boleh menghinaku tapi tidak orang yang membesarkanku! " Kata Gu fei tidak suka sambil mengeluarkan aura membunuh.


"Ini.. Orang atau apa sih!.. Auranya kuat sekali... Mungkin orang jenius di penginapan ini hanya bisa menahannya beberapa menit" Gumam dokter itu gemetar.


"Jawab!" Teriak Gu fei.


"I.. Iya.. Iy..a" Kata dokter itu duduk di lantai.


Gu fei pun seketika tersadar dengan sikapnya dan langsung mengubah ekspresinya.

__ADS_1


"Maaf... Jangan ungkit soal kehidupanku lagi jika tidak ingin seperti ini" Gumam Gu fei mengulurkan tangannya.


"Hah?!.. Kenapa orang ini sangat aneh? Tadi marah marah... Sekarang jadi baik.." Batin dokter itu kebingungan.


__ADS_2