Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Melupakan kenangan buruk itu


__ADS_3

"Gimana nih?, kalo dianya pingsan terus mati gimana?, terus nasibku ginmana?" Kata Gu fei panik.


"tolonginlah aku dulu napa jangan malah mikir aku mati kalik" Batin Za Can yang ternyata berpura pura pingsan.


"Ekhemm" Kata Gu fei mencoba tenang.


"Oke, kamu ga boleh panik, palingan Za Can cuman ketiduran bukanya pingsan.." Gumam Gu fei.


"Sekarang ayo cari bantuan dulu" Batin Gu fei tenang.


"1.. 2.. 3.." Kata Gu fei bersiap teriak.


"TOLONG!!!!!!!" Teriakan yang amat keras memanggil orang orang datang ke arah suara itu.


"Gila, dia itu kenapa bisa teriak keras banget!" Batin Za Can hampir budeng.


"Ada apa?"


"Apa yang terjadi?"


"Kenapa ini?"


"Siapa yang minta tolong?"


Pertanyaan di utarkan satu persatu mendekati Gu fei setelah beberapa orang mengumpul.

__ADS_1


"Za Can pingsan!?" Kata Gu fei cemas.


"Hah?, kapten pingsan?" Kata orang orang itu barengan.


"Iya!" Jawab Gu fei.


"Bwhahaha!" Orang orang yang mendengarkanya pun hanya tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Gu fei.


"Apa yang kalian tertawakan?" Kata Gu fei.


"Dalam kehidupan kapten dia belum pernah pingsan sekali pun!" Kata salah seorang yang masih tertawa.


"Sial!, kenapa anak buahku tak mengerti hal ini!?" Batin Za Can mulai pucat.


"Jadi.. Apa aku ditipu?" Tanya Gu fei.


Orang orang tak menghiraukan kata kata Gu fei dan masih tertawa. Gu fei hanya bisa menahan malu dan pergi ke suatu tempat.


Namun tak lama kemudian Gu fei kembali lagi dengan membawa air yang dicampur garam. Dengan kesal Gu fei menumpahkannya di sekujur badan Za Can yang masih terbaring.


"Kau menipuku!" Kata Gu fei seperti kesurupan.


Za Can hanya bisa pelan pelan membuka matanya dan meminta maaf pada Gu fei. Namun Gu fei tetap masih marah dengan Za Can.


"Ma..maaf.." Kata Za Can takut.

__ADS_1


"Ga ada kata maaf!" Kata Gu fei menjadi sangat suram.


"Memang ya.. benar kata ayah dulu. kalo wanita marah itu semuanya ga ada tandingannya" Batin Za Can hanya bisa pasrah dengan nasipnya.


"Malangnya diriku ini.." Batin Za Can yang dicengkam oleh Gu fei.


"Udah perhatian ga dapet, diguyur air apa ini, asin banget!!" Batin Za Can.


"Aduh!, maaf banget tapi tadi emang sakit banget kalo kamu pukul" Kata Za Can.


"Rasain" Jawab Gu fei.


"Haha.. matilah aku kali ini" Batin Za Can.


Tak disangka hubungan mengerikan mereka kembali terbentuk lagi. Mereka mulai akrab sedikit demi sedikit melalui permasalahan kecil.


Semua itu membuat mereka semakin dekat dan saling melupakan kejadian di masa lalu.


Kehidupan yang berwarna dan tanpa masalah itulah yang Gu fei dan Za Can inginkan. Za Can hanya ingin hidup bahagia dengan Gu fei disuatu rumah tengah hutan yang sangat jauh dari peradaban.


Mereka mulai saling memahami kondisi masing masing. Gu fei juga sudah menyerah akan penyangkalan dirinya bahwa dimasa lalu Gu fei pernah bertemu dengan Za Can.


Dia malah berterimakasih dengan Za Can karena Gu fei kira perjalanannya akan hambar jika tidak bertemu dengan Za Can. Za Can pun berterimakasih untuk Gu fei yang mau melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru lagi.


Seolah mereka adalah sepasang kekasih yang bertemu setelah sekian lamanya.

__ADS_1


__ADS_2