
"Auuuuu" Dari luar terdengar suara serigala yang melolong keras. Lin Nei yang awalnya tenang menjadi panik seketika.
"Hewan Buas!!" Gumam Lin Nei.
"Kenapa bisa sampai disini!?" Gumam Lin Nei.
"Auman itu adalah serigala!" Batin Lin Nei berfikir.
"Sementara serigala hidup.." Kata Lin Nei terhenti sebentar sebelum lolongan serigala didengarnya lagi.
"Auummm" Kali ini suaranya dari arah yang berbeda.
"Sial!!" Kata Lin Nei berlari ke arah sebuah tangga dari rotan yang bergelantung di tembok.
"Semoga saja masih kuat!!" Kata Lin Nei.
"Serigala itu.. hidup berkelompok!" Batin Lin Nei memanjat dengan cepat.
"Sebaiknya aku hindari pertarungan dulu" Kata Lin Nei.
Sesampai di atas ternyata itu adalah tangga menuju ke ranting pohon yang besar, disana terdapat papan kayu yang masih kokoh.
"Benarkan.. rumah itu dikepung serigala!" Kata Lin Nei.
"Aku memang tidak kuat untuk melawan mereka" Kata Lin Nei.
Lin Nei berjongkok sambil berpegangan pada pohon besar itu dan melihat kawanan serigala liar itu.
"kenapa mereka bisa sampai di sini?" Gumam Lin Nei.
"Apakah ada yang memancingnya untuk pergi ke sini?" Kata Gu fei.
"Uhukk!" Terdengar suara dari ranting pohon sebelah Lin Nei.
Dengan cepat Lin Nei menoleh dan menyadari bahwa ada orang yang juga menghindari serigala itu.
__ADS_1
Orang itu berbadan besar dan terdapat luka disekujur tubuhnya. Seketika Lin Nei tau apa yang membuat serigala itu menggila.
"Siapa kau?" Teriak agar keras Lim Nei.
Orang itu menoleh dan melihat Lin Nei. "Apakah kau juga dikejar serigala sialan itu?" Tanya orang itu.
"Tidak, jadi kau yang memancing mereka semua kesini?" Tanya Lin Nei.
"Aku tidak sengaja menusuk anak serigala yang aku kira kelinci jadi mereka mengejarku" Kata Orang itu.
"Hah?" Kata Lin Nei.
"Aku tak peduli!, sekarang pokoknya harus usir serigala itu dari sini!" Kata Lin Nei.
"Gimana ya?" Tanya Lin Nei.
"Pergi sana jauh jauh jangan ke sini lagi" Kata Lin Nei.
"Apakah ini wilayahmu?, bukankan. jadi untuk apa mengusirku?" Kata orang itu.
"tunggu!" Kata Lin Nei berhenti.
"Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana?" Tanya Lim Nei.
"Wajahmu juga familiar" Kata Lin Nei.
"Apakah kamu tidak ingat Kak Lin Nei?" Kata orang itu.
"Eh!, kamu tau namaku?" Kata Lin Nei kaget.
"iyalah!" jawab orang itu.
"Kau lupa dengan Kak Yuan?" Kata orang itu.
"Oh! iya!, aku ingat!, kamulah orang menyebalkan yang sering pinjem sepeda Gu fei dulu!" Kata Lin Nei teringat.
__ADS_1
"Napa yang pertama kau sebutin aibku sih?" Kata orang itu .
"Namamu kalo ngga salahkan..." Kata Lin Nei mengingat lagi.
"Hue.. Hue.." Gumam Lin Nei.
"Bukan kak!" Kata orang itu kesal.
"Namaku Hwe Qin" Kata orang itu.
"Oh iya lah itu" Kata Lin Nei.
"Hwe Qin, karena pernah ketemu aku maafin kau" Kata Lin Nei.
"Halah, cuman serigala kok" Kata Hwe Qin santai.
"Palamu!" Kata Lin Nei suram.
"Kau sekarang harus pergi atau aku dorong?" Kata Lin Nei.
"Yak! jangan" Kata Hwe Qin.
"Aku bisa mendorongmu loh" Kata Lin Nei mengancam.
"Kumohon deh kakak besar!" Kata Hwe Qin.
"Tunggu!, bukanya kamu mengasingkan diri ya digua misticy?" Kata Lin Nei sadar.
"Yah benar, aku baru beberapa bulan keluar dari gua gelap itu" Kata Hwe Qin.
"Sekarang apa kamu mencari Kak Yuan?" Tanya Lin Nei.
"Tidak, aku berteman dengan Kak Vin dan Kak Sim" Kata Hwe Qin.
"Apa!?" Teriak Lin Nei terlalu kaget.
__ADS_1