Soul Promise Reincarnation

Soul Promise Reincarnation
Membongkar masa lalu 2


__ADS_3

"Oh ini... artinya.. Zu Gu fei" Jawab papa Gu fei panik.


"Sudahlah ambil saja!" Kata papa Gu fei sambil menutupi kepanikannya.


"Ayah sedang panik apakah benar yang di katakan Nagara ya? " Batin Gu fei berpikir.


"Ayah aku mau tanya tentang segel segel mata darah kejam" Tanya Gu fei.


"Oh Segel itu ya? Ayah kurang tahu... Memangnya kenapa?" Tanya papa Gu fei.


"Oh tidak apa apa... hanya tadi dengar Kak Qian menyebutkannya" Jawab Gu fei mencoba mencari alasan.


"Oh.. Tanya pada kakak mu saja" Jawab papa Gu fei sambil meninggalkan ruang baca.


"Hmm.. Nggak perlu lagian nggak penting" Kata Gu fei sambil meninggalkan ruang baca.


"Aku punya bukunya deh kayaknya" batin Gu fei berjalan menuju kamar sambil berpikir.


"Meskipun begitu aku harus mempersiapkan buku pelajaran besoknya" Batin Gu fei.


Sesampai di kamar Gu fei menekan tombol ruang rahasia lagi dan masuk.


"Hmm... Nagara" keluar lah panggil Gu fei memakai batin.


"Iya" Jawab Nagara sambil keluar.


"Gu fei kita mau kemana" Tanya Nagara.


"Ruangan Rahasia" Bisik Gu fei.

__ADS_1


Mereka turun dan Gu fei menekan tombol lampu.


Nagara kaget karena terdapat ruangan yang seperti ini di kamar Gu fei "Wah Gu fei ini apa kamarmu kenapa banyak buku kuno!" Tanya Nagara kagum.


"Sekarang kita susun rencana dahulu" Gumam Gu fei sambil menuju meja kaca.


Di dalam meja kaca tersebut terdapat Peta bangunan Kota.


"Hmm kalau gak salah ini bukannya Institut Roh ya?" Tanya Nagara sambil menunjukkan lokasi.


"Sekarang kita harus menganalisis kalung ini" Jawab Gu fei serius.


"Coba teteskan darah mu ke kalung ini! " Jawab Nagara santai.


"Baiklah" Gu fei menjawab sambil melukai tangan nya dan meneteskan darah ke kalung tersebut.


Tiba tiba kalung itu beraksi dengan darah Gu fei dan muncullah gulungan.


"Ada apa ini? kenapa ini?" Teriak Gu fei bingung.


Suara tersebut memancing keluarga Gu fei dan mereka berlari ke kamar Gu fei mengecek.


Gu fei pun segera menutup pintu rahasia.


"Untung masih sempat" Gumam Gu fei.


"Nagara apa yang ada di Gulungan ini" Tanya Gu fei.


"Ini sudah cukup untuk membuat bukti bahwa kamu anak dari pemimpin Klan Mata Merah Kejam.

__ADS_1


"Nggak mungkin!.. Nggak mungkin!.. Nggak mungkin!.. ini nggak boleh terjadi!.. Jadi selama ini ayah dan Ibu bohong?" Gu fei tak menyangka dia jatuh terduduk di lantai sambil menangis kecewa.


"Mereka Bohong... Aku.. Kenapa ini bisa terjadi" Gu fei bergumam.


"Takdir tak bisa di ubah Gu fei" Kata Nagara sambil membantu Gu fei berdiri.


"Hahahaha.. apakah Tuhan sebegitu bencinya denganku hingga tak suka aku bahagia?"Tawa sedih Gu fei.


"Ternyata aku memang sudah sendirian dari awal ya!" Senyum Gu fei sambil menangis.


"Gu fei jangan gila kau masih memiliki aku.. Jika kau sudah tak memiliki rumah kau masih memiliki Hutan Roh... Mereka menyayangimu dan mendukungmu" Teriak Nagara menyadakan Gu fei.


"Iya.. Aku.. Apakah masih memiliki Rumah?" Gumam Gu fei sedih.


"Tentu Gu fei.. Tentu.. Kami adalah keluargamu" Gumam Nagara.


"Iya... Makasih untuk semua" Gu fei tersenyum terharu.


"Sekarang sedih juga tidak berguna..." Gumam Gu fei.


"Baiklah kita susun rencana" Semangat Gu fei kembali lagi.


"Aku akan mengubah takdir untuk Klan Mata Merah Kejam sebagai Ketua yang baru" Teriak Semangat Gu fei sambil mengeluarkan tongkat.


"Kita akan mulai dengan menghilangkan segel ini" Kata Gu fei.


"Hei... Caranya buka lah gulungan itu" Gumam Nagara.


Gu fei pun membacanya terdapat Sebuah Surat dari gulungan tersebut.

__ADS_1


"Anakku sayang ini ibumu ingatlah namamu Hua Hiasa... Kau harus bahagia janganlah bersedih... Hiasa ibu dan ayah menyayangi mu dan ini ada sedikit bantuan jika kau kesulitan dalam menghilangkan segel... Hiasa ingat ini bukan lah kalung biasa melainkan kalung penyimpanan semua bahan untuk membuka segel ada di dalam caranya Hiasa sayang harus merebus semua bahan yang ada di kalung itu lalu campukan dengan air untuk kamu berendam lalu berendam lah selama 10 menit... Hiasa ini adalah surat terakhir ayah dan ibu jadi tolonglah 1 hal lagi sembunyikan identitasmu selamat tinggal Hiasa sayang"


__ADS_2