Suami-Ku CEO Impoten

Suami-Ku CEO Impoten
BAKAL PUNYA CUCU?!


__ADS_3

Hesti hanya mendelik dan melongo mendengar nya.


Arkan pun kembali melanjutkan langkah nya menaiki anak tangga rumah itu sembari bernyanyi riang.


"CEO arogant udah gak ada," ucap Erland yang juga melihat serta mendengar kelakuan dan nyanyian Arkan.


Saat sudah tiba di lantai atas, Arkan di kejutkan oleh Mama Rita yang tiba-tiba datang dan menjewer telinganya.


"Ma, ampun!" pekik Arkan sembari menahan nampan dan dua botol air yang ada padanya agar tidak jatuh.


"Anak kurang ajar! Siapa yang udah ngajarin kamu kayak gitu, orangtua di tinggal gak pamit juga!" omel Mama Rita.


"Maaf ma, emang nya mama gak senang kalau Arkan berhasil bikin duplikat Arkan junior," ucap Arkan dengan pelan.


"Arkan junior?" tanya Mama Rita sembari berpikir. "Oh, cucu!" Mama Rita melepaskan tarikan telinganya.


"Iya, ma. Kan Arkan cepet-cepet pulang, biar bisa langsung uji coba, abisnya Laras gak mau uji coba di hotel!" jelas Arkan.


"Ya udah, sana cepet! Bikinin mama cucu yang banyak," kata Mama Rita dengan girang.


"Sialan! Panas kupingku," gerutu Arkan. "Banyak-banyak! Di kira telur katak yang sekali bikin jadinya banyak!" Pria itu meninggalkan Mama nya yang berdiri dekat pembatas tangga lantai atas itu dengan wajah semringah dan bahagia.


"Yes, bakalan dapat cucu dua sekaligus. Dari Hesti dan dari Laras!" Mama Rita tersenyum-senyum sendiri.


"Oma, temenin dedek main!" Mama Rita berkhayal bermain bersama cucunya.


"Ma!" tegur Papa Han.


"Ahh! Papa ngagetin aja, mama lagi asik-asik ngehayalin main sama cucu. Langsung buyar kan karena kaget!" gerutu Mama Rita lalu pergi meninggalkan Papa Han yang baru saja menghampirinya.


"Perasaan kok semua orang jadi aneh, ya?!" heran Papa Han. Pria separuh baya itu akhirnya memilih untuk kembali lagi ke kamarnya.


Di dalam kamarnya, Arkan membantu istrinya bangkit dari tidurnya di atas ranjang.


"Yank ayo makan," ajak Arkan.

__ADS_1


Dengan perlahan, Laras pun bangkit dan melilitkan kain pada tubuhnya. Laras melongo setelah melihat makanan yang di bawa oleh suaminya.


"Astagfirullah, mas! Kok pakek nampan kayak gini, sih?"


"Hehehee! Biar isi nya bisa banyak, yank. Kan kalau pakai piring, mentok sepiring doang. Kalau kita barengan pasti kurang, jadi mending pakek nampan, isi nya dan udah pasti full kenyang!" Arkan menjelaskan niat dan maksudnya.


Laras menjadi geleng-geleng kepala di buatnya. Ia pun mulai menyendok makanan yang di bawakan suaminya.


"Biar mas yang suapin, biar kamu gak capek," kata Arkan sembari tersenyum mesum.


"Enggak, Laras bisa sendiri," tolak Laras. "Laras tau, mas cuman modus. Pokoknya abis ini Laras mau tidur, Laras ngantuk, badannya juga pegel-pegel!" Laras bersungut-sungut. Ia tidak habis pikir kalau suaminya itu akan berubah mesum sekali setelah sembuh dari impoten nya.


"Niat baik suami malah di tolak," kata Arkan.


"Itu baik di mas gak baik di Laras. Bisa-bisa rontok semua tulang nya," ucap Laras. "Mas udah main dari pagi loh! Sekarang udah hampir zuhur!"


"Maklum yank, baru lepas dari belenggu!" seloroh Arkan.


Laras pun segera makan dengan begitu lahap, ia tidak lagi berbicara pada suaminya. Berbicara dengan suaminya yang sekarang, membuat kepalanya menjadi pusing. Pasalnya, Arkan yang sekarang sudah menjadi Arkan yang begitu cerewet dan selalu saja ada jawaban atas apa yang di katakan oleh Laras.


"Nanti malam, mas usir semua orang pulang ke rumahnya masing-masing. Biar kamu gak malu lagi, mau keluar gak pake baju juga gak ada yang liat. Mau main di luar kamar juga gak ada yang usil," kata Arkan sembari membukakan tutup botol jus untuk istrinya.


"Dosa mas, main usir-usir gitu. Lagian mereka yang udah nemenin Laras waktu mas di luar negeri. Papa dan mama yang nemenin Laras tidur kalau malam," ucap Laras. Ia menjadi tidak paham dengan pemikiran suaminya.


"Hehehee! Itukan waktu mas di belanda, lah sekarang mas udah di sini. Jadi, mereka udah gak di butuhkan lagi," kata Arkan.


"Keterlaluan kamu, mas!" cetus Laras. "Udah sana pergi!" usir Laras.


Dengan cepat, Arkan pun membawa nampan bekas dirinya dan Laras makan menuju lantai bawah.


Sore harinya, Laras yang baru saja bangun tidur, hendak membersihkan diri ke kamar mandi.


Saat ia hendak beringsut dari atas ranjang itu, ia merasakan bagian bawahnya yang terasa perih dan juga nyeri.


"Auchhh!" pekiknya tertahan. Arkan yang mendengar suara istrinya, segera,membuka paksa matanya yang terpejam. Ia melihat istrinya yang sudah duduk di tepian ranjang dengan kaki yang menjuntai ke lantai.

__ADS_1


"Kenapa, yank? Hmm!" Tanya Arkan dengan muka bantal nya. Ia ikut beringsut dari posisinya dan mendekati Laras.


"Mau mandi, tapi jalannya susah," ucap Laras dengan lirih. Arkan tersenyum di buatnya.


"Maafin mas, ya. Gara-gara mas kamu sampe kayak gini!" Arkan turun dari ranjang itu dan pergi menuju kamar mandi.


Ia mengisi bathtup dengan air hangat. Setelah bathtup nya penuh, ia pun keluar dari kamar mandi itu. Dengan sangat hati-hati Arkan menggendong tubuh istrinya dan membawa istrinya itu masuk ke dalam kamar mandi. Dengan penuh cinta dan juga kasih sayang, Arkan membantu istrinya itu membersihkan diri.


"Mas gak mandi juga?" tanya Laras sembari mengusap tangan kirinya menggunakan tangan kanan.


"Mas mandiin kamu dulu, abis itu mas baru mandi," jawab Arkan. Ia membantu menggosok punggung istrinya dengan lembut.


Laras begitu beruntung memiliki Arkan yang begitu perhatian meskipun kini suaminya itu begitu mesum. Nyatanya, perhatian yang dulu tidak pernah hilang, saat melihat Laras kesakitan dan kesulitan seperti ini, Arkan menjadi begitu tidak tega dan khawatir.


"Mas gak akan ajak kamu main lagi deh, yank," kata Arkan dengan pelan tapi terkesan serius.


"Kenapa mas? Laras gak bisa puasin mas, ya?" tanya Laras tak kalah pelan. Ia begitu takut, kalau-kalau suaminya itu tidak puas dengan servis yang ia berikan.


"Bukan itu, tapi mas gak tega liat kamu kayak gini. Kamu susah, kamu sakit, yank!" ujar Arkan. Ia begitu khawatir dengan keadaan istrinya itu.


"Ini wajar mas, kan baru pertama. Jadi wajar kalo sakit," kata Laras.


Tak terasa, Laras sudah selesai. Arkan segera mengerikan bathtup itu, ia memakai kan jubah mandi Istrinya dan kembali menggendong tubuh istrinta itu keluar.


Sesampainya di kamar, Arkan membanringkan tubuh istrinya dengan pelan. Tak hanya sampai di situ, dengan telaten pria itu memakaikan pakaian istrinya.


Setelah selesai, barulah gantian dirinya yang membersihkan diri.


"Jangan kemana-mana, ya! Mas mandi sebentar." Arkan tersenyum pada Laras yang duduk di depan meja riasnya.


***


Sembari nunggu update, yuk mampir di karya Mak online Neng yang ada di bawah ini! Di jamin gak kalah seru dan bikin jedak jeduk!


__ADS_1


__ADS_2