
Dua bulan berlalu...
setelah hari itu Adis meminta Arsan untuk mengizinkan nya pergi ke kampus sendiri menggunakan motor nya.
"kamu berangkat kuliah jam berapa?"
tanya arsan meletakkan cangkir berisi kopi.
"siang, jam Sepuluh bang? kenapa?"
tanya Adis Menoleh, ia sendiri tengah fokus dengan tugas kuliah nya.
"berangkat sendiri atau di antar Arid...!?"
"tidak, Adis berangkat sendiri saja....Arid itu enggak asik, dia terlalu banyak diam?"
ucap Adis beranjak menghampiri suami nya itu.
"memang kamu ingin Arid bagaimana?
dia seperti itu karena menghormati mu, apa kamu lupa nyonya arsan?"
ujar Arsan membuat Adis tersenyum.
Adis memperhatikan suami nya itu, Arsan begitu baik dan perhatian terhadap nya.
setelah dua bulan menikah, dua kali ia mendapatkan menstruasi karena pil KB yang masih ia konsumsi sampai saat ini tanpa Arsan tahu.
"kenapa?"
"tidak apa-apa....ya sudah, Adis antar ke depan!"
ucap Adis lalu berjalan menggandeng suami nya itu.
"kamu hati hati ya, kalau ada apa-apa cepat hubungi Abang!"
Adis mengangguk lalu mencium tangan Arsan.
Adis menghela nafas, sebenarnya beberapa hari yang lalu ada seorang pengendara motor yang tiba tiba menyerempet motor nya, untung lah Adis Langsung menepi hingga tak terjadi apa-apa.
entah sengaja atau tidak tapi beberapa waktu ini Adis merasa seperti ada seseorang yang selalu mengamati nya.
Adis masuk ke dalam kamar dan berganti pakaian, sebelum ke kampus ia hendak mampir ke apotek untuk membeli pil KB yang sudah habis.
"bagaimana Ar? apa istri mu sudah hamil?"
tanya seseorang di telpon.
"Belum....!"
jawab Arsan singkat.
"gimana sih Ar, kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan? kenapa belum hamil juga?
ini sudah dua bulan berlalu dan tidak ada kemajuan?"ucap Bastian kesal.
"Anda pikir hal itu sesuatu yang mudah, tidak hanya dengan melakukan seseorang itu bisa langsung hamil, karena yang memberikan kuasa adalah tuhan.....!"
ucap Arsan ia pun kesal.
"aku tidak Mau tahu, kamu harus menjalankan kesepakatan kita, awas kalau kamu sampai berkhianat. aku sendiri yang akan menghancurkan perusahaan mu lebih dari kemarin.."
"ah sial mereka terus mengancam...!"
gumam Arsan lalu mematikan telepon nya.
Arsan termenung memikirkan hidup nya, yang ia rasakan saat ini ia justru jatuh cinta pada istri nya itu, Arsan bahkan begitu menyayangi Adis.
sikap nya yang manja, serta tingkah nya yang selalu membuat Arsan merindukan perempuan itu, ia bahkan tidak pernah melewatkan malam indah bersama adis, dan jika Adis belum hamil mungkin itu karena Allah belum memberikan nya kepercayaan, dan mungkin Allah tidak akan pernah memberikan anugerah itu karena Allah tahu niat awalnya tidak baik, tapi saat ini ia enggan melakukan hal itu.
Arsan berpikir keras bagaimana caranya ia menyelesaikan masalah ini, ia harus mencari tahu tentang kebenaran Ibra yang sudah mencampakkan kekasih nya itu. dengan itu ia punya alasan untuk mengakhiri kesepakatan konyol itu.
Arsan tertegun tiba tiba teringat salsa,bagaimana dengan salsa yang terabaikan? Arsan tahu salsa bukan tipe orang yang mudah menyerah.
ia harus segera memutuskan hubungan nya dengan salsa agar salsa tidak menunggu nya lagi.
__ADS_1
Arsan kembali fokus pada pekerjaan nya, ia harus mengusung kekuatan untuk keluar dari permasalahan itu dan mempertahankan rumah tangga nya.
*
"Adis....!" panggil Arid saat Adis keluar dari apotek. mereka tak sengaja bertemu.
"Bang Arid....!"
ucap Adis saat Arid menghampiri nya.
"kamu sedang apa?" tanya arid menilik wajah Adis tampak pucat.
"membeli sesuatu...."
ucap Adis langsung memasukkan obat itu ke dalam tasnya.
"oh....!"
ucap Arid mengangguk kecil, setelah Hari itu mereka memang baru bertemu lagi.
"aku duluan ya bang....."
ucap Adis melengos pergi meninggalkan arid yang memperhatikan Adis yang tampak tergesa-gesa.
"mungkin dia hendak berangkat ke kampus!"
ucap Arid lalu masuk ke dalam apotek tersebut. Arsan bilang kalau Adis meminta untuk pergi dan pulang sendiri menggunakan motor nya.
tak berapa lama Adis sampai di kampus, Adis duduk di kursi taman menuggu Lidia, teman satu kelas nya.
Adis mengambil obat tersebut, menatap nya lekat, obat itu seakan menunjukan bahwa apa yang ia jalani seperti setengah hati.
"maaf bang, tapi Adis masih ingin kuliah...."
ucap Adis lalu memasukkan obat tersebut.
"hai, dis...."
ujar Lidia duduk di samping Adis, keduanya berteman sejak masa ospek.
"kamu tumben baru datang...!"
"Anak Tante mu kenapa?" tanya Adis.
"dia depresi karena di tinggal pacar nya, kasihan... pacar nya tiba tiba minta pisah setelah menikah dengan perempuan lain!"
Adis terdiam mencerna ucapan lidia.
"loh kenapa enggak pisah sebelum pacar nya menikah dengan perempuan lain?"
"aku juga enggak ngerti, kasihan dia sering nangis, sementara pacar nya kayak enggak peduli dan mengabaikan salsa begitu saja!"
"salsa....?"
"ya nama anak Tante ku salsa!"
Adis mengangguk mendengar cerita Lidia tentang saudara nya itu.
sore...
Adis masuk ke dalam rumah, Sore itu Arsan masih di kantor dan memungkinkan dia akan pulang malam karena banyak nya pekerjaan.
"halo kak...."
ucap Adis menelpon Ibra.
"halo dis, gimana keadaan kamu?"
"baik...... Adis sehat! bagaimana keadaan kak Ibra, Apa sudah punya calon istri?"
"belum, kenapa menanyakan hal itu terus?"
"tidak apa-apa, Adis hanya ingin kakak ada yang mengurus.....!"
"ada pembantu yang mengurus rumah..."
__ADS_1
"bukan itu maksud Adis...!"
"ya kakak mengerti bawel...jangan bandel kamu di sana ya!"
"siap kak....!"ucap Adis sambil terkekeh lalu mematikan panggilan telepon nya.
setelah itu Adis masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu.teringat seseorang yang selalu melaksanakan ibadah meski sibuk dengan urusan pekerjaan nya.
"saya izin sholat Dzuhur....
saya izin sholat ashar..."
begitu lah Arid yang tidak pernah absen satu waktu pun, pria rajin itu memberikan aura positif untuk seseorang yang berada di dekat nya termasuk Adis yang kini mulai menjalani rutinitas ibadah itu.
"mungkin kah Arid datang membawa hidayah?"
ujar Adis senyum namun heran kenapa tiba tiba memikirkan pria dingin itu.
"pria dingin itu lebih hebat memberikan kehangatan...."
ucap lidia saat menanyakan perihal Arid pada Adis, seperti nya Lidia juga tertarik pada arid.
"dis, itu cowok kamu?"
tanya Lidia memperhatikan arid yang berada di dalam mobil.
"bukan, dia itu assisten suami ku, dia antar jemput aku juga...!"
"kenapa kamu suka? dia itu dingin seperti kulkas, kalau ngomong ngirit banget!"
ucap Adis dan itulah jawaban dari Lidia sambil terkekeh.
Adis tersenyum sendiri mengingat hal itu, ia pun beranjak untuk makan malam Sendiri karena Arsan belum pulang.setelah selesai gegas Adis beranjak menuju meja belajar nya, denting jam berbunyi waktu menunjukkan pukul sembilan malam, Arsan belum pulang juga.
"ada apa!?"
ucap Arsan saat galih menjegal mobil nya.
"gue mau bicara sebentar....!"
galih adalah kakak laki laki salsa, sebelum nya mereka akrab sebelum salsa dan Arsan berpisah.
"gue enggak tahu kenapa tiba-tiba Lo mencampakkan salsa, apa sekarang Lo benar benar enggak peduli sama dia?"
tanya galih dengan tatapan tajam.
"gue sama salsa udah berpisah...gue minta maaf tapi gue enggak punya pilihan lain..."
ucap Arsan paham maksud galih.
"salsa sakit dan dia butuh Lo Ar, Apa salah salsa sama Lo? kenapa Lo setega itu sama adik gue!"
ucap galih sedikit melunak.
"gue minta maaf, Lo enggak akan ngerti meskipun gue jelasin...gue cuma mau salsa mencari seseorang yang Jauh lebih baik dari gue....!"
ucap Arsan.
"ya tapi sekarang dia butuh Lo Ar, dia sakit..gue minta Lo untuk temui salsa sebentar saja!"
ucap galih membuat arsan terdiam.
ia memang salah bahkan tega pada perempuan yang tiga tahun ini menemani nya mengukir cerita indah, tapi ia juga tidak punya pilihan lain. kehadiran Adis seketika membuat nya terikat sebuah Rasa yang tak mampu ia hindari.
Arsan masuk ke dalam kamar salsa, terlihat gadis itu meringkuk di bawah selimut.
"salsa....."
ucap Arsan lirih, namun tak ada jawaban.
Arsan mendekati gadis itu lalu menyentuh pundak nya yang terasa dingin.
karena tak ada pergerakan Arsan naik ke ranjang, Arsan langsung tercengang saat membalikkan tubuh salsa melihat busa pada bibir gadis itu.
"salsa.......!" ucap Arsan mengguncang tubuh salsa yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
bersambung.
terima kasih sudah mampir...😍😍😍