Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
normal.


__ADS_3

pagi....


Ibra memperhatikan adis yang duduk di tepi kolam renang, ia tersenyum memandangi ponsel nya, entah sedang video call dengan siapa.


Adis tersenyum pada Arid yang video call dengan nya, beberapa waktu yang lalu ia sampai di Swiss.


"aku pengen ajak kamu ke sini, di sini lebih dingin dari Bandung, dan kamu tahu pemandangan alam di sini begitu indah...!"


ucap Arid dengan mata berbinar.


tak apa lah saat ini mereka hanya berteman, tidak ada yang tahu tentang jodoh bukan?


"ya doa kan supaya Adis sembuh dan bisa ke sana ya bang....!"


"Abang akan selalu mendoakan mu....!"


"terimakasih bang....!"


ucap Adis lalu mengakhiri percakapan nya, arid Juga hendak beristirahat.


Adis termenung, ia pikir arid akan menjauh dari nya setelah percakapan itu tapi tidak. arid masih mau berteman dengan nya.


Adis mengayunkan kakinya di dalam kolam renang, rasa dingin menjalari kaki nya. masih mengingat nama itu, Adis ingat bahwa Hans lah yang pernah menyebut nama itu, apa mungkin ibu itu adalah ibu Arsan?


ah tidak, namanya mungkin sama bukankah ibu Arsan berada di Australia.


"HM....!"


dehem Ibra yang duduk di samping Adis.


"siang ini kak rahma akan datang, Wira juga sudah menyerahkan berkas perceraian Kamu ke pengadilan agama...!"


tutur Ibra membuat Adis tertegun, benar kah ia harus berpisah dengan Arsan?


"kamu ragu untuk berpisah dengan nya?"


Adis bungkam tak menjawab.


"andai bisa di perbaiki hasilnya pun tak akan pernah sama seperti semula, karena dari awal pun dia hanya bekerja untuk mempermainkan kita....


jangan pernah ragu untuk melangkah meninggalkan seseorang yang hanya berniat memberikan luka....!"


ucap Ibra merangkul pundak Adis.


"ya kak....!"


ucap Adis singkat.


memang benar apa yang di katakan oleh Ibra, kalau pun masih bisa di perbaiki semua tak akan baik seperti semula.


...****************...


pagi itu Arsan mengajak salsa untuk pergi ke Jakarta setelah semalam Salamah menelpon.


"Ar.... ibu kehilangan dompet?"


ucap Salamah menelpon, untunglah saat itu handphone nya tertinggal di apartemen kalau tidak mungkin ponsel nya akan hilang karena Salamah selalu menyimpan ponsel nya dalam dompet.


"jatuh atau di curi Bu, ibu baik baik saja kan...!"


tanya Arsan dengan cemas mengingat ibu hanya sendiri di Jakarta.


"ibu baik baik saja, hanya dalam dompet itu ada KTP disertai ATM darimu..."


"ya sudah, tidak apa apa yang terpenting ibu baik baik saja... besok Arsan dan salsa akan datang ke Jakarta...!"


ucap Arsan lalu mengakhiri telpon nya.


**


"untuk kedepannya kamu tinggal di Jakarta saja bersama ibu... kasihan ibu sendiri"


ujar Arsan saat mereka di dalam mobil.


"lalu Kamu bang?"


tanya salsa yang sebenarnya tak ingin jauh dari Arsan apa lagi sekarang hanya ia istri pria itu.

__ADS_1


"aku akan bolak balik Jakarta, aku juga sedang mengurus perceraian Ku dengan Adis...!"


ucap Arsan dan di anggukkan oleh salsa dengan senyuman.


"setelah semua beres aku ingin kita menikah kantor ya bang, aku ingin punya buku nikah seperti pengantin sesungguhnya...!"


arsan mengangguk sambil fokus menyetir.


tak berapa lama Arsan sampai di Jakarta dan langsung menuju apartemen milik nya.


"assalamualaikum bu...!"


ucap Arsan membuka pintu di ikuti oleh salsa di belakang.


"walaikumsalam......!"


ucap Salamah tersenyum memeluk salsa.


"ibu baik baik saja!"


ucap Arsan memegang kedua pundak ibunya.


"Baik, bersyukur saat itu ada yang menolong ibu Ar....!"


tutur Salamah mengajak keduanya duduk di kursi meja makan.


"ibu masak banyak, ayo makan..!"


"ibu masih bisa belanja?"


tanya Arsan Duduk di kursi itu.


"ya, gadis itu yang membayar semua belanjaan ibu, dia juga antar ibu pulang!"


ucap Salamah senyum menuangkan makanan ke dalam piring Arsan.


"siapa? ibu kenal?"


ucap Arsan sambil mengunyah makanan nya.


"ibu enggak kenal, tapi ibu tahu namanya.."


tanya salsa.


"nama nya Adis...!"


sontak hal itu langsung membuat Arsan tersedak, cepat cepat salsa memberikan nya air minum.


"pelan pelan dong Ar makan nya.."


"siapa tadi nama nya bu?"


tanya Arsan setelah mentandaskan minum nya.


"Adis...kamu kenapa? kenal?"


tanya Salamah menilik wajah Arsan yang langsung membeku, salsa juga diam mendengarkan hal itu.


"apa mungkin ibu bertemu dengan Adis"


tanya Arsan sendiri dalam hati menatap wajah salsa yang datar tanpa ekspresi.


"ya sudah, apa ibu minta nomor nya, Arsan bisa ganti uang nya Bu...!"


"ya nanti salsa yang akan temui dia...!"


ujar salsa membuat arsan tertegun.


**


"aku enggak mau kamu ketemu dia mas, biar aku yang ketemu perempuan itu, aku sih berharap kalau Adis yang ibu maksud itu bukan Adis mantan istri kamu..."


ucap salsa saat mereka berada di dalam kamar.


Arsan sendiri tak menjawab penuturan salsa, benaknya memikirkan seseorang yang jauh dari pandangan nya.


...****************...

__ADS_1


kediaman Ibra


"mau ikut ke kantor atau di rumah dis?"


ujar Ibra saat mereka di meja makan.


"di rumah saja, Adis mau ketemu rindu boleh enggak kak...!"


tanya Adis, semalam ia menghubungi sahabat nya rindu.


"boleh, nanti sama supir ya!"


"Adis pakai motor saja kak...!"


ucap Adis membuat Ibra menghela nafas.


"de, ingat kondisi kamu...!"


"Adis tahu, tapi adis enggak mau seperti orang sakit, Adis mau hidup normal seperti sebelum Adis sakit dan sebelum Adis menikah...."


ucap Adis membuat Ibra tertegun.


"maafkan kakak dis....!"


ucap Ibra kembali di tikam rasa bersalah.


"tidak apa-apa... Adis hanya ingin hidup normal meskipun Adis tahu bahwa semua tidak akan sama seperti dulu, tapi Adis terima kenyataan itu...!"


ucap Adis mematung saat Ibra merengkuh tubuh nya.


"kakak janji akan membawa mu pergi berlibur setelah semua urusan pekerjaan kakak selesai.."


Adis mengangguk lalu beranjak dari duduknya.


Adis masuk ke dalam kamar,, duduk di tepi ranjang menatap ponselnya yang bergetar.


"halo assalamualaikum...!"


"walaikumsalam...adis, ini ibu Salamah..!"


ucap Salamah membuat Adis tertegun, kemarin ia memang sempat memberikan nomor ponsel nya pada ibu itu.


"Adis ibu ingin bertemu dengan mu, apa bisa?"


tanya Salamah membuat jantung Adis berdetak lebih kencang.


"ya, boleh Bu kebetulan nanti siang Adis juga mau keluar...!"


ucap Adis dengan berbagai pertanyaan dalam benak nya, mau apa beliau meminta nya bertemu?


"ya sudah nanti ibu hubungi kamu lagi...!"


ucap Salamah menutup telponnya sambil tersenyum.


"Adis itu cantik, dia seperti nya seumuran dengan adik mu regina...!"


ucap Salamah mengingat putri nya yang tengah berkuliah di Swiss.


"ya nanti salsa yang temani ibu...!"


Salamah mengangguk sementara Arsan diam saja.


entah harus berharap itu Adis atau bukan? jika itu memang Adis, Apa alasan semesta mempertemukan mereka berdua...?


"ya sudah, Abang mau ketemu teman Abang"


ucap Arsan beranjak.


"siapa bang....?"


tanya salsa sedikit posesif terhadap suaminya itu.


"ada sedikit urusan dengan dokter Alvin..!"


ucap Arsan berlalu pergi meninggalkan salsa yang mematung menatap punggung nya yang menjauh.


bersambung....

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir 😍😍😍


__ADS_2