Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
tidak hamil hamil.


__ADS_3

Ibra masuk ke dalam rumah besar itu, keadaan rumah itu tampak sepi. terlihat adiknya duduk di ayunan sendiri dengan tatapan ke depan.


Adis tak menyadari kedatangan Ibra karena pembantu yang membukakan pintu.


*


"maaf Bang, Adis enggak sengaja...."


ucap Adis memungut ponsel itu, Adis terperanjat saat Arsan mengambil nya kasar.


"maaf bang..."


ucap Adis namun Arsan hanya menatap nya.


"aku akan pergi ke Jakarta hari ini juga...."


ucap arsan membuka lemari lalu mengambil pakaian ganti.


"aku ikut bang...."


"tidak, ini memang weekend tapi aku ada urusan penting. kemungkinan aku tidak akan Langsung pulang, kamu besok kan kuliah..."


ucap arsan lalu pergi meninggalkan Adis yang mematung sendiri.


"bang.... tunggu"


ucap Adis mengejar langkah arsan yang tergesa.


"apa....?"


"Abang marah karena ponsel itu, Adis enggak sengaja bang....!"


ucap Adis sedikit menunduk.


"aku tahu kamu tidak sengaja, kamu tahu ponsel ini barang yang begitu penting untuk ku.... bukan hal yang sulit untuk membeli yang baru, tapi di dalam ponsel ini banyak sekali file penting yang belum aku sempat pindah kan... tapi ya sudahlah....!"


ucap Arsan lalu pergi.


Adis duduk di kursi depan rumah, menatap punggung mobil yang menjauh tak terasa air mata nya jatuh begitu saja.


"aku tidak tahu kenapa kamu begitu cepat berubah, kamu terkadang begitu baik dan terkadang kamu begitu asing hingga membuat ku sakit...."


ucap Adis menghela nafas panjang.


***


"Adis.....!"


ujar Ibra membuat Adis Menoleh seketika.


"kakak.....!"


ucap Adis senyum lalu beranjak berlari memeluk Ibra.


"kapan kakak datang!"


tanya Adis mengajak Ibra ke ruangan tengah.


"baru saja datang pembantu yang membukakan pintu, kamu tidak menyadari kedatangan kakak karena tengah melamun..apa kamu ada masalah?"


ucap Ibra mengelus kepala Adiknya itu.


Adis menggeleng sambil tersenyum Membiarkan Ibra mengelus kepala nya.


"mana Arsan?"


tanya Ibra menatap wajah Adis yang tampak pucat.


"Bang Arsan ka Jakarta....tadi pagi berangkat"


ucap Adis duduk di sofa bersama Ibra.


"Kok kamu enggak ikut...?


ada urusan apa arsan ke Jakarta, ini kan weekend..?"


"aku tidak tahu, besok juga kembali..."


Ibra mengangguk.

__ADS_1


"apa kakak ada perlu dengan Arsan, kenapa tidak Kasih tahu Adis kakak mau datang..."


"kakak tidak ada perlu dengan arsan, sengaja kakak datang untuk memberikan mu kejutan..."


ucap Ibra mengusap kepala Adis, semalam ia bermimpi tentang ibunya, beliau mengatakan untuk melihat keadaan Adik nya itu.


"benar kah? apa kakak datang membawa kabar baik?"


"maksud mu....?"


"aku kira kakak datang untuk memberikan kejutan kalau Kakak sudah menemukan pendamping hidup..."


ucap Adis Terkekeh.


"ya, kakak baru saja menemui nya, tapi kakak tidak bisa bersama dengan nya....?"


"maksud kakak?"


ucap Adis mengernyitkan dahinya tak mengerti maksud Ibra mengatakan hal itu.


"sudah ayo kita pergi jalan-jalan keluar..."


ucap Ibra beranjak lalu menarik tangan adik nya itu keluar.


"kita pakai motor saja kak...."


ucap Adis mendekati motor tersebut.


"boleh, apa kamu sering pergi menggunakan motor ini bersama Arsan...!?"


tanya Ibra naik lalu menggunakan helm.


"sering, tapi dulu sebelum Arsan sibuk seperti sekarang...!"


ucap Adis sedikit menunduk mengingat semua cerita indah bersama Arsan, keadaan begitu cepat berubah hingga kini semua tak seindah dulu.


"jangan sedih, ada kakak....ayo!"


ucap Ibra menarik tangan Adis agar memeluk pinggang nya.


seseorang memperhatikan mereka berdua saat keluar dari gerbang rumah, orang itu juga memotret kebersamaan mereka berdua.


ucap Adis membuka sedikit kaca helm nya.


"kita jalan jalan ke gedung sate saja...."


"boleh.....!"


ucap Ibra melajukan motornya menuju tempat tersebut.


Adis merasa senang karena di saat Arsan pergi ada Ibra yang menjadi pelipur lara nya, Jika tak ada Ibra mungkin saat ini ia masih duduk di ayunan sendiri.


"kita makan siang, setelah itu kita lanjut main ke trans studio.... seperti nya seru dis!"


ucap Ibra dan di angguki oleh Adis dengan antusias.


malam....


keduanya pulang setelah puas bermain, waktu menunjukkan pukul delapan malam.


"capek ....?"


tanya Ibra duduk di sofa.


"seru...kita hampir main semua permainan, Lelah sekali....!"


ucap Adis menghempaskan tubuhnya di sofa sambil tersenyum, ia juga pernah pergi bersama Arsan beberapa waktu yang lalu.


namun Arsan tak seperti Ibra.Arsan kurang menyukai wahana permainan seperti itu, dan membiarkan Adis bermain sendiri.


"kak, apa kakak akan menginap...?"


tanya Adis, tak menyadari ia mimisan.


Ibra menilik wajah adik nya itu, darah sedikit keluar dari hidung Adis.


"kamu mimisan de, kamu sakit!?"


tanya Ibra mendekati.

__ADS_1


"enggak...."


ucap Adis mengusap hidung nya.


"oh, ini....Adis hanya kelelahan kak, jadi seperti ini?"


ucap Adis Terkekeh kecil lalu beranjak dari duduknya.


"dis, kamu yakin tidak apa apa?"


"ya, Adis ambil minum dulu...!"


ucap adis meninggalkan Ibra yang termenung sendiri mengingat ibunya yang juga mengalami hal yang serupa seperti Adis.


"ini minum kak, kakak menginap saja.


Adis tidak ada teman, meski sudah terbiasa Tapi untuk hari ini Adis mau kakak menginap di sini...!"


"ya, sudah. besok kakak pulang!"


ucap Ibra merasa Adis menyembunyikan sesuatu dari nya.


"ya, sudah ayo kita makan lagi.


bibi sudah siap kan makan malam, nanti Adis minta pembantu untuk menyiapkan kamar untuk kakak..."


ucap Adis mengajak Ibra masuk ke ruang makan.


****


Arsan menarik koper ke dalam apartemen, siang itu salsa dan ibunya sampai di Jakarta.


"kenapa kamu datang tanpa meminta persetujuan dari ku dulu...."


ucap arsan saat mereka berada di dalam kamar.


"Ar, aku tengah hamil dan selalu rindu kamu...


Australia Kan jauh tak seperti jarak antara Bandung Jakarta, kamu bisa secepatnya datang saat aku butuhkan..."


ucap Salsa memeluk Arsan dari belakang.


"ya, aku paham tapi kamu tahu kan permasalahan ku belum selesai. aku tidak ingin ibu tahu soal itu...?"


ucap arsan membalikkan tubuhnya menghadap salsa yang juga tengah menatap nya.


"kapan sih kamu selesaikan masalah itu? ini sudah hampir mau lima bulan Ar...


kalau kamu menunggu nya sampai hamil? kalau dia tidak hamil hamil bagaimana?"


ucap salsa duduk di ranjang.


"aku tidak ingin berpisah dengan nya, jika aku bisa menyelesaikan masalah itu, aku harap kamu menerima keputusan ku itu..."


ucap Arsan membuat salsa tertegun.


"dan Adis memang tidak akan hamil karena sebelumnya ia sudah meminum obat KB...!"


ucap Arsan dalam hati nya.


"sudah lah, aku tidak ingin membahas masalah itu lagi, aku juga lelah.


tidak apa-apa kan kamu di sini bersama ibu, jaga calon bayi kita ya...!"


ucap Arsan terbesit sebuah kekhawatiran dalam benaknya mengingat ancaman Bastian, benarkah Ibra menghamili alya tanpa mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Arsan sendiri masih tak percaya karena yang ia kenal, Ibra itu baik.


Arsan tertegun saat seseorang mengirimkan pesan gambar yang memperlihatkan Adis tengah bersama seorang laki-laki mengunakan motor yang biasa mereka pakai berdua, tangannya mengepal kuat saat melihat Adis memeluk erat pria yang mengunakan helm milik nya.


"apa mungkin itu Arid?"


gumam Arsan dengan tatapan nanar.


Arsan tak mengetahui jika Adis bersama Ibra, Adis sendiri tak memberi tahu kedatangan Kakak nya pada Arsan, karena sejak pergi Arsan tak menghubungi nya. sementara ponsel yang biasa Arsan pakai rusak karena kesalahannya.


bersambung


Terima kasih sudah mampir ke novel author ini😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2