Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
ayah ingin kamu menikah lagi.


__ADS_3

seminggu berlalu....


siang itu Adis tak sempat makan siang karena pekerjaan yang begitu banyak. membuat nya Hanya sempat sholat Dzuhur saja.


"laper.....!"


ucap adis membawa mie cup ke atas meja kerja nya.


"ya dis, aku sih tadi sempetin makan siang dulu. kalau enggak ya kelaperan deh kayak kamu....!"


ucap Alisa lalu kembali ke kursi nya saat melihat seorang pria tampan menghampiri mereka.


"HM .....!"


pria itu berdehem di hadapan nya.


gegas Adis menyimpan mie cup itu ke bawah.


"bang arid, m maaf maksud saya pak arid?"


ucap adis sambil mengelap bibirnya yang sedikit belepotan.


"aku mau ketemu sama pimpinan perusahaan ini...!"


"oh ya, ayo Adis antar pak...!" ucap Adis menatap wajah pria itu, ia selalu terlihat tenang.


"kamu belum makan?"


tanya arid sambil berjalan beriringan dengan Adis.


"belum enggak sempat?!"


ucap Adis lalu mempersilahkan arid masuk ke dalam ruangan pimpinan perusahaan itu.


gegas ia kembali ke kursi nya, sekertaris perusahaan itu tengah mengambil cuti. otomatis semua pekerjaan Adis yang menghandle.


"dis, ayo ikut dengan kami...!"


ucap Excel pimpinan perusahaan itu.


"baik..."


ucap Adis mengikuti langkah dua pria tampan itu di belakang, namun netra nya tertuju pada arid yang tampak berkharisma.


ketiga nya masuk ke sebuah restoran yang tak jauh dari gedung perusahaan, Adis menautkan kedua alisnya saat melihat Hilman duduk di sebuah kursi.


"pak Excel, pak Arid...."


ucap Hilman berjabat tangan, adis tidak menyangka bahwa mereka rekan kerja.


"ayah....."


ucap Adis membuat Excel dan arid menoleh.


Excel sendiri sudah mengetahui hal itu, berbeda dengan arid yang tidak mengetahui bahwa Hilman adalah ayah Adis.


"ya, ayah pikir kamu tidak ikut..."


"ya, sekertaris saya sedang cuti. dan Adis yang menghandel pekerjaan nya."


ucap Excel


arid sendiri hanya tersenyum kecil, pantas Adis tak sempat makan siang.


"ya sudah, ayo pesan makanan dulu sebelum kita mulai membahas pekerjaan.."


ucap arid yang duduk di samping Adis.


melirik sekilas ke arah perempuan yang merasa lapar itu.


"pak Hilman apa saya boleh berkunjung ke rumah Anda...?"ujar arid membuat Adis tertegun.


"tentu saja boleh, saya akan menerima nya dengan senang hati...!"

__ADS_1


ucap Hilman yang tidak mengetahui bahwa keduanya sempat dekat dulu.


"weekend ini makan malam lah di rumah, pak Excel Juga!"


ucap Hilman mengundang Excel juga.


"nanti saya akan luangkan waktu, tapi tidak janji karena calon istri saya sedang ada acara fashion show...!"


ucap Excel memperhatikan arid dan Adis seperti ada sesuatu.


"apa mungkin kedua nya saling suka...?"


gumam Excel memperhatikan arid.


tak berselang lama mereka memutuskan untuk kembali ke kantor, arid menghampiri Adis dan memberikan paper bag berisi cake cokelat.


"ini untuk kamu...."


"apa ini bang?"


"cake cokelat kesukaan kamu, jangan di biasakan menunda makan siang ya, nanti kamu sakit....!"


ucap arid senyum lalu masuk ke dalam mobil membuat Adis termenung sendiri.


"kamu selalu baik bang" gumam adis memperhatikan mobil arid menjauh dan dari jauh Hilman memperhatikan itu.


Beberapa hari kemudian...


weekend ini Arid berencana untuk makan malam di rumah besar itu.


"dis ... kamu sedang apa?"


tanya Hilman menghampiri Adis yang duduk di tepi kolam.


"lagi selesai kan tugas kantor yah...."


"bagaimana menurut mu arid!?"


tanya Hilman membuat Adis tertegun.


"ya, tapi dia suka sama kamu!"


"Adis tahu....."


"lalu.... apa lagi? ayah tahu arid seorang duda. ia pria yang baik, religi, dan mapan...."


"maksud ayah!?"


"ayah ingin kamu menikah lagi?"


"Adis enggak yakin soal itu?"


ucap Adis merasa takut akan kegagalan yang pernah ia alami.


"apa kamu trauma?"


"enggak, Adis cuma bingung aja...."


"bingung kenapa? arsan juga sudah menikah lagi?"


"Adis tahu itu....!"


ucap Adis menghela nafas.


"ayah semakin tua, kamu sudah sembuh. kelak ayah akan pergi meninggalkan mu dan saat seperti itu ayah ingin kamu sudah menikah dan memiliki seseorang yang menjaga dan melindungi mu..."


"ayah jangan bicara seperti itu?"


ucap Adis mendekap erat tubuh Hilman.


"ayah berbicara apa adanya, jangan sia sia kan seseorang yang datang dengan tulus..."


ucap Hilman mengelus kepala Adis yang berbalut kerudung segitiga nya.

__ADS_1


**


Arid sendiri berencana untuk mempersunting perempuan itu setelah ia shalat istikharah, dalam mimpi ia melihat Adis yang berada di samping nya, jawaban itu tepat dengan keadaan mereka yang sama sama sendiri tak seperti dulu saat arid sholat istikharah tak mendapati Adis berada di samping nya, namun arid mencoba meminta lewat tahajud nya, namun ia mencoba ikhlas saat mendengar bahwa Adis kembali rujuk dengan Arsan, menerima kehadiran Aisyah untuk menjadi istri nya. Dan sekarang Tuhan memberikan jawaban atas doa doa yang ia langit kan.


"kalau ibu sih enggak masalah kamu mau sama Adis, kalau memang dia mau menerima kamu dan Naura juga ibu..."


ucap winda saat arid menceritakan tentang niat nya itu.


"semoga Bu, Allah membukakan pintu hati nya untuk arid....."


ucap arid berdoa pada sang pemilik hati.


karena hanya Dia yang mampu membolak-balik hati hamba Nya.


ke esok kan hari nya....


Alisa menemani Adis berbelanja di mall terbesar di kota itu, adis memilih beberapa dress muslim cantik.


"jangan lupa beli ini, untuk persiapan...."


ucap Alisa memperlihatkan lingerie seksi berwarna hitam.


"apaan sih sa....!"


ucap Adis menggelengkan kepalanya.


"aku tuh punya banyak koleksi lingerie di rumah dis, Berbagai macam warna. pokoknya banyak...biar suami betah dan malas nongkrong sama teman nya...."


"ya terserah deh...."


ucap Adis tak menyadari kalau Alisa memasukkan beberapa lingerie cantik ke dalam belanjaan Adis.


"aku sama pak Arid, itu teman lama. aku kenal sama dia di Bandung..."


"tapi dia itu suka sama kamu!"


"aku enggak yakin...."


ucap Adis lalu membayar belanjaan tanpa melihat lingerie masuk ke dalam daftar belanjaan nya karena Alisa mengalihkan perhatian nya.


setelah selesai keduanya memutuskan untuk pulang, Adis langsung pulang ke rumah karena waktu semakin sore.


"kok baru pulang...?"


tanya Hilman saat Adis masuk ke dalam rumah.


"emang kenapa yah?" tanya Adis duduk di samping pria itu.


"sebentar lagi magrib dan Arid akan datang?"


ucap Hilman.


"ya masih sempat untuk mandi..."


ucap Adis senyum.


"bagaimana jika di datang untuk melamar..."


"ayah jangan terlalu berharap?"


"kenapa tidak? Arid menyukai mu.... kalian juga sudah saling kenal kan...."


"ya tapi belum tentu mungkin hanya sekedar silaturahmi saja....adis mandi dulu!"


ujar Adis beranjak meninggalkan Hilman sendiri.


Adis terperangah saat membuka barang belanjaan nya, terlihat beberapa lingerie berada di ranjang nya bersama dress muslim.


"ini pasti kerajaan nya Alisa?"


ucap Adis menggeleng kan kepala nya.


Adis tertegun menatap lingerie seksi berwarna hitam, pakaian itu akan mengekspos bahu juga paha nya, ia juga memiliki beberapa lingerie saat bersama Arsan. apa ia sanggup untuk memulai kehidupan baru dengan pria lain? tak terbayangkan bagaimana nanti nya, sementara ia pernah gagal apakah mampu jika kelak ia kembali membina rumah tangga.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2