Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
pindah ke Bandung.


__ADS_3

Adis terpaku pada sebuah lukisan Indah yang diberikan oleh Rena, ia bilang lukisan itu hadiah dari Rey untuk nya.


Adis membuka kertas putih yang menghalangi lukisan itu, merobek nya perlahan dan tergambar lah wajah nya dalam lukisan itu.


"selamat ya dis atas pernikahan kamu, aku minta maaf jika di akhir kisah kita aku menyakiti kamu...aku berharap kamu selalu bahagia."


"sungguh terlalu indah kenangan kita, tapi aku tidak bisa menggapai mu karena aku sendiri tak memiliki apa-apa untuk meraih mu...


tapi aku percaya tentang jodoh, bukan aku mendoakan mu berpisah dengan nya, maafkan aku yang egois... maafkan aku yang berharap suatu hari bisa bersama.."


Adis Langsung menyimpan kertas putih itu di bawah bantal saat melihat Arsan menyembul masuk ke dalam kamar.


"kenapa....Kok muka nya tegang begitu?"


ucap Arsan senyum mendekati wajah cantik istri nya itu.


"enggak apa-apa, tamu nya udah pulang semua?"


Arsan mengangguk lalu menoleh pada lukisan yang berada di bawah ranjang.


"lukisan itu dari siapa?"


ucap Arsan menunjuk.


"hm,,, itu dari teman...!" ucap Adis tanpa menatap wajah Arsan.


"Rey.....?"


tanya Arsan membuat Adis tertegun.


ketiga sahabat nya sudah pulang sejak tadi siang, Rena sendiri mendadak mendapatkan kado itu dari teman Rey, karena Rey sendiri sudah berangkat ke Amerika sebelum kelulusan.


"aku tuh sebenernya enggak ada hubungan apa-apa sama Rey meski jujur aku suka sama dia, aku cuma temenin Rey karena dia kecewa mendengar kabar tentang perjodohan kamu dis... sekali lagi aku minta maaf soal itu"


ucap Rena menjelaskan semuanya pada Adis.


"ya, um ini dari Rey....."


ucap Adis menatap netra suami nya itu.


"ya sudah tidak apa-apa, saat ini yang harus kita lakukan adalah berdamai dengan masa lalu dan melangkah ke depan bersama ku..."


ucap Arsan Duduk di samping gadis itu.


jantung nya berdetak kencang saat Arsan menyentuh tangan nya yang berhias hena.


kedua nya saling menatap dengan jantung yang berdetak kencang, Arsan tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh dagu gadis itu.


Adis menutup mata nya saat Arsan mengecup bibir nya pelan.


karena tak ada penolakan, lalu Arsan mencium bibir gadis itu lembut, merebahkan tubuhnya di ranjang.


"kamu istriku....."


ucap Arsan di telinga Adis, gerak nya terhenti saat mengingat seseorang.


"kamu harus janji secepat mungkin untuk meninggalkan nya Ar...aku benar benar kecewa, aku hancur membayangkan kamu dengan perempuan itu...."


ucap salsa sambil terisak, keduanya bertemu sebelum Arsan menikah.


"maafkan aku salsa, aku mengerti. ini bukan mau ku ini bukan inginku.....!


dan aku tidak akan memaksa mu untuk menunggu..."


"aku akan menunggu mu berpisah dari nya Ar..."

__ADS_1


ucap salsa bersandar pada bahu Arsan sambil terisak.


Arsan tidak punya pilihan lain, karena saat ini adik dan ibu nya menjadi prioritas nya, kakak nya sendiri tidak mau ikut campur mengurus perusahaan karena semua terjadi karena ulah ayah nya sendiri.


"jika Ibra tahu niat sebenarnya mungkin ia akan membunuh ku..."


gumam Arsan dalam hati, ia bahkan sungkan untuk menyentuh gadis itu.


Arsan menghela nafas lalu memeluk gadis itu.


"Kita pulang ke Bandung sekarang ya, kamu udah siapin barang barang kamu kan?"


tanya arsan.


Adis mengangguk.


seperti rencana Arsan, Sore itu juga ia langsung mengajak Adis pindah ke Bandung.


"jadi nanti hari Senin aku bisa atur pendaftaran kamu di universitas...."


ucap Arsan membantu adis membereskan barang yang lain nya.


**


"aku pikir kalian akan bermalam di rumah ini dulu..."


ucap Ibra saat mereka hendak berpamitan. sebelum nya Adis sudah memberi tahu Ibra tentang rencana kepindahan nya ke Bandung setelah menikah.


"Jakarta - Bandung itu dekat, aku pikir hari ini saja karena hari Senin nanti aku akan mengurus pendaftaran Adis di kampus...."


ucap Arsan sambil berjalan keluar rumah.


"oh gitu, terima kasih ya Ar, aku titip Adis.


dia manja jadi kamu harus sabar..." ucap Ibra lalu menilik adik nya itu.


"kak, janji untuk mencari calon istri"


ucap Adis memeluk kakaknya itu.


"ya, bawel.... tenang saja"


ucap Ibra mengeratkan pelukannya.


"jangan bandel ya, kamu harus nurut sama Arsan...."


"ya kak....."


ucap Adis lalu pamit pada Rahma.


Adis Menoleh pada rumah yang beberapa tahun ini menjadi tempat nya pulang, Arsan meminta Adis untuk tidak membawa lukisan pemberian Reynaldi.


tak ada percakapan apapun di jalan, Adis tertidur pulas karena lelah seharian dengan acara itu, dua Jam berlalu mereka sampai di kota kembang itu.


"Adis, kita sudah sampai...?"


ucap Arsan membangun kan istri nya itu.


Adis membuka matanya dan melihat sekitar lalu Arsan membuka pintu.


"kamu masih ngantuk?"


tanya arsan membuka pintu untuk istri nya itu, tanpa menuggu jawaban dari Adis.


Arsan langsung mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke dalam.

__ADS_1


"bang, aku bisa jalan sendiri..."


ucap Adis menatap wajah tampan suaminya itu.


"enggak apa-apa....!"


ucap Arsan lalu membuka pintu kamar, kemudian merebahkan tubuh istrinya di ranjang.menatap wajah nya lekat hingga hasrat itu muncul dengan sendirinya.


"bang, kenapa melihat ku seperti itu?"


ucap Adis karena Arsan menindih tubuhnya.


mengecup bibir gadis itu pelan.


"hal pertama yang membuat aku candu..."


ucap Arsan lalu mencium bibir istrinya itu.


sebelumnya Arsan belum pernah merasakan hal itu, bagi nya ciuman itu menjadi yang pertama dan membuat nya candu, beberapa tahun menjalin hubungan dengan salsa namun ia tidak pernah melakukan hal lebih dari memeluk nya.


Arsan melepaskan pautan bibir nya saat merasa nafasnya tersengal, menatap Adis dengan nafas memburu.


"apa kamu lapar?" tanya Arsan menetralkan perasaan nya.


Adis mengangguk dengan nafas tersengal.


"ya sudah kita pergi keluar untuk membeli makanan, atau kita makan di luar saja!"


ucap Arsan membantu Adis untuk beranjak dari ranjang.


Arsan memperhatikan Adis dengan celana jens hitam dan kemeja kotak kotak berwarna pink.


"dis, untuk kedepannya Abang minta kamu untuk memakai kerudung jika pergi keluar rumah, aku tidak rela orang lain melihat keindahan mu..."


ucap Arsan memeluk istrinya dari belakang, seperti hal nya salsa yang tak pernah melepaskan hijab nya.


"kamu mau kan?"


tanya Arsan dan di angguki oleh Adis sambil senyum.


"ayo kita berangkat...!"


ucap Arsan menarik tangan Adis keluar dari rumah itu lalu menghampiri garasi untuk mengambil motor.


"kita pakai motor ya!"


ucap Arsan menunjuk motor matic tersebut.


"ya tidak apa-apa....!"


ucap Adis mengusap tangan nya yang dingin.


udara terasa begitu dingin saat malam hari, Arsan meraih tangan adis lalu merengkuh tubuhnya, jantung keduanya sama-sama berdebar kencang, seperti ada aliran yang membuat keduanya tak ingin jauh.


sementara di tempat lain seorang perempuan tengah termenung sendirian dengan tatapan sendu, kisah nya menggantung membuat pilu.


keduanya berencana untuk menikah tahun depan, tapi keadaan membuat rencana itu hilang sekejap mata.


"Ar...aku cinta sama kamu, aku hanya ingin menikah dengan mu! tapi...."


ucap salsa tergugu membayangkan arsan tengah bercumbu dengan perempuan itu mengingat ini malam pertama mereka berdua.


kemanakah kini harus ku pergi mencari kepingan hati ku kasih......


bersambung....

__ADS_1


terima kasih ya yang sudah mampir 😍😍


__ADS_2