
Adis membuka matanya dan melihat ke arah sekeliling, pakaiannya juga sudah berganti menjadi pakaian pasien rawat.
Adis menatap tangan nya dengan jarum infus, ia terpaku mengingat kejadian semalam saat seseorang tiba tiba menarik nya dari tempat persembunyiannya.
Adis melihat jam di dinding menunjukkan pukul Dua pagi, apa yang terjadi membuat badan nya nyeri.
lalu siapa yang sudah membawa nya ke tempat ini? apa mafia itu?
Adis kembali meringkuk sendiri dalam hening, ia menangis mengingat kejadian itu.
sebenarnya ada masalah apa?
mau apa mereka?
apa yang sudah arsan lakukan?
kenapa mereka juga mengincar ku?
beberapa pertanyaan berkecamuk dalam dada hingga membuat nya sesak tak tertahankan.
apa yang arsan sembunyikan?
Adis merasa begitu lemas, ia harus mencari tahu semua nya sendiri. tapi sekarang dimana ia berada.
Adis terperanjat saat seseorang membuka pintu, jantung nya berdetak kencang tangan nya berpegang pada tepi ranjang.
sekuat tenaga ia memberanikan diri untuk membalikkan tubuhnya, ia harus tahu siapa orang yang sudah membawa nya pergi.
"Adis ...."
"Arid....."
ucap keduanya bersamaan.
***
malam itu Arid keluar untuk mencari makanan, namun hujan turun tidak terduga padahal cuaca cukup cerah jika Melihat beberapa bintang yang menghiasi langit malam..
namun entah kenapa mobil melaju menuju rumah Arsan, Arid juga tidak tahu kenapa ia tiba tiba membelokan mobil nya menuju perumahan itu, tetapi ia tidak berani untuk mampir karena waktu juga sudah larut. hingga ia terus melaju kan mobil nya melewati rumah tersebut.
Arid mengernyitkan dahi nya saat melihat seseorang tengah berlari seperti mengejar seorang perempuan, Arid tercengang saat melihat Adis tengah berlari dari kejaran orang orang itu, arid pun menepikan mobilnya lalu keluar mengikuti langkah Adis.
"kamu tidak apa-apa....?"
ucap Arid duduk di tepi ranjang.
"terimakasih sudah menolong ku lagi....!"
ucap Adis menunduk.
"ya aku tidak sengaja lewat, syukurlah kalau kamu baik baik saja....kamu istirahat ya, ini sudah malam kita bicarakan masalah ini besok...."
"aku dimana?"
"kamu berada di klinik milik paman Ku, dia seorang dokter!
kamu demam jadi aku pikir untuk membawa mu ke sini, dan baju mu perawat yang menggantikan nya....!"
"terimakasih Bang.....!"
"ya, aku keluar kamu kembali istirahat... kalau butuh sesuatu pencet saja tombol merah itu...."
__ADS_1
ucap Arid menunjuk pada tombol dekat nakas.
"aku di luar....."
Adis mengangguk, lagi lagi Arid yang menolong nya.lalu kemana suami nya?
Pagi itu Arsan kembali ke Bandung, meski berkali-kali salsa menahan nya namun pagi itu ia memutuskan untuk pulang.
"den.. ya Allah...!"
ucap pembantu saat Arsan sampai di rumah.
"ada apa bi..?"
tanya arsan yang langsung tercengang mendengar cerita dari pembantu rumah tangga itu.
"lalu kemana sekarang Adis?"
tanya arsan panik.
"bibi enggak tahu den, karena non Adis pergi berlari ke luar saat orang orang itu mencari non Adis...."
ucap pembantu menyeka air matanya.
"astaga, sialan Hans. apa maksud nya dia mengincar Adis...!"
ucap arsan lalu pergi keluar rumah untuk mencari istri nya itu.
***
Adis membuka matanya, waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi.
keadaan nya sudah lebih baik setelah dokter memberikan nya obat pereda nyeri.
"ada apa dis...?"
tanya arid masuk ke dalam ruangan bersama seorang suster karena Adis memencet tombol merah tersebut.
"aku tidak bisa tidur, tubuh ku rasa nya sakit semua!"
ucap Adis, suster mengerti lalu memberikan obat pereda nyeri.
Adis meringkuk memunggungi pintu masuk, ia melihat ke jendela awan yang masih gelap.
krek....
terdengar seseorang membuka pintu, Adis Menoleh ke belakang terlihat Arid masuk membawa satu mangkok bubur organik.
"Adis, bagaimana keadaan mu...?"
ucap Arid duduk di kursi dekat nakas, Adis beranjak dari tempat itu.
"sudah lebih baik bang, terima kasih!
maaf aku selalu merepotkan mu...!"
"tidak apa-apa, Allah yang menggerakkan hati ku untuk datang ke tempat itu. mungkin itu karena doa mu yang meminta pertolongan Allah, aku hanya perantara.."
ucap Arid membuat Adis tertegun.
"aku bawakan bubur, kamu makan setelah itu minum obat dan kembali istirahat...aku menuggu di luar!"
__ADS_1
Adis mengangguk, ia mentandaskan isi mangkuk itu lalu meminum obat lalu kembali terlelap sejenak melupakan masalah yang ada, meraih kekuatan agar bisa kembali menghadapi permasalahan yang ada.
Arsan memukul stir mobil saat Hans mengancam nya untuk berbuat lebih, ia kalut karena tak mengetahui keadaan Adis.
Hans sendiri tak memberikan informasi tentang hal itu.
"jangan harap hidup mu akan tenang ar sebelum kamu bisa membayar semua hutang hutang Ayah mu..."
"itu urusan ayah ku...dia masih hidup, kenapa aku yang harus memikul beban itu?"
"karena kamu anak nya, oh ya Arsan.
istri mu cantik juga...aku tertarik tapi sayang ternyata dia itu seperti tupai pandai berlari..."
ucap Hans kemudian tertawa membuat Arsan geram.
Arsan bingung harus mencari kemana Adis, sementara ponsel nya juga dirumah.
ia menyesal karena beberapa hari ini ia tidak menghubungi Istri nya itu, padahal Ibra lah yang waktu itu bersama Adis.ia mengetahui hal itu dari pembantu.
karena cemburu ia mengabaikan Adis dan saat pulang istri nya hilang, arsan khawatir jika Hans mencelakakan Adis, arsan tahu bagaimana Hans. dia mafia kejam tak punya hati.
"den, gimana non Adis...?"
ucap pembantu saat arsan pulang.
"aku belum menemukan nya bi....!"
ucap Arsan lalu masuk ke dalam rumah.
arsan duduk di tepi ranjang memperhatikan potret bersama istrinya, Poto pengantin itu terlihat retak.
masalah dengan Reni saja belum selesai, sekarang Hans datang mengancam nya, semua terjadi karena ayah nya yang berbuat salah lantas ia yang harus menanggung semua nya, hutang perusahaan pun terjadi karena ayah nya yang senang berjudi hingga apapun ia halalkan untuk mengikuti ambisi nya itu.
Arsan memijat keningnya sendiri, ia benar benar cemas pada Adis, bagaimana jika sampai Hans benar benar mencelakai istri nya itu.
"kamu dimana dis..mm?"
ucap Arsan merebahkan tubuhnya di ranjang.
***
"apa yang sebenarnya terjadi....?"
tanya Arid saat ini mereka berada di luar klinik itu, udara cukup sejuk karena tempat itu berada di atas ketinggian.
"kenapa kamu bertanya hal yang sebenarnya kamu sudah tahu bang....?
justru di sini aku yang bingung sendiri!"
ucap Adis menatap ke depan, ini hari terakhir nya ujian. sudah di pastikan ia akan mengulang kembali pelajaran karena ia melewatkan masa penting ini.
"dis, kamu harus hati-hati Karena keluarga arsan itu memiliki banyak masalah dan itu terjadi karena orang tua nya... maksud ku, Ayah nya pak Robi... beliau itu mafia judi..."
"apa.....?"
ucap Adis yang baru mengetahui hal itu, selama ini arsan tak banyak bercerita tentang kehidupan keluarga nya.
ia bahkan belum pernah bertemu dengan seseorang yang bernama Salamah.
ibu Arsan.
__ADS_1
bersambung...
terimakasih yang sudah mampir 😍😍😍😍