Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
online shop.


__ADS_3

beberapa waktu berlalu...


regina mengejar langkah Adis yang berjalan di koridor kampus sendirian.


"aku pergi ke negara ini untuk menjauh dari mu, tapi kenapa justru keadaan membuat ku lebih dekat dengan mu, aku lebih tahu bagaimana curang nya dirimu...."


gumam Adis sambil berjalan.


"dis .."


panggil regina membuat Adis menghentikan langkahnya.


"aku mau bicara sebentar dis....!"


ucap regina terbata, sikap Adis begitu dingin.


kedua gadis itu duduk di kursi taman kampus, regina menoleh kearah Adis yang tanpa ekspresi, raut wajahnya terlihat pilu.


"maaf kan aku dis ..aku tidak tahu..."


tutur regina menunduk.


"kamu enggak salah, semesta sengaja mempertemukan kita untuk mengungkapkan sesuatu yang tidak aku ketahui..."


ucap Adis menatap ke depan.


"aku enggak pernah tahu siapa adik ipar ku..."


ucap Adis menggigit bibirnya menahan air matanya.


"aku enggak tahu siapa mertua ku, tapi..."


ujar Adis menarik nafas nya.


"kejadian kemarin membuat aku tahu semua nya, pantas saja dia tidak pernah mengenal kan kalian padaku, karena memang apa yang di jalani adalah permainan belaka untuk menyakiti aku..."


"maaf kan kakak ku dis....!"


ucap regina berjongkok di hadapan Adis yang terisak.


"semua demi kami, A Arsan emang salah.


aku mohon maaf kan dia...!"


ujar regina menggenggam tangan Adis.


selama ini kedua nya dekat dan nyambung, Adis juga tidak tahu kenapa ia begitu cepat dengan regina padahal mereka baru saja Kenal.


dan ternyata regina sama seperti arsan yang mudah membuat seseorang nyaman dan betah berada di samping nya.


"aku tidak tahu harus bagaimana, aku datang ke negara ini untuk menghindari nya tapi justru keadaan masih saja membuat ku tak lepas dari lingkaran itu...aku ingin sembuh dan hidup normal seperti mereka tanpa beban apapun...aku ingin kembali seperti Sebelum aku mengenal kakak mu, aku pernah sakit hati tapi tidak sesakit ini...aku percaya kan hati ku seluruh nya pada kakak mu, karena aku tidak tahu permainan nya.tapi apa yang aku dapatkan? Arsan hanya mempermainkan ku, bahkan ia menghianati ku... apa tuntunan Bastian harus seperti ini?"


ucap Adis menarik ingus nya.


"maaf kan kakak ku dis, tapi dia benar-benar mencintai mu...."


ujar regina, adis menggeleng kan kepala nya.


"aku tahu bagaimana rasanya jadi kamu dis, semua memang menyakitkan, tapi Aa itu benar benar menyesal dan ingin memperbaiki semua nya...!"


ucap regina membuat Adis tertegun.


"memperbaiki?"

__ADS_1


tanya Adis.


"bukan hal yang mudah memperbaiki semua itu, layaknya kaca ketika pecah. mungkin masih bisa di perbaiki tapi pantulan nya tidak akan pernah Sama seperti sebelum kaca itu pecah..."


ujar Adis membuat regina tertegun.


"aku memang sakit, tapi hati ku jauh lebih sakit.... hancur lebur...."


ucap Adis lalu beranjak dari duduknya, membuat regina ikut berdiri.


"aku minta maaf dis...!"


ujar regina menunduk.


"Kamu enggak salah re...!"


ucap Adis lalu pergi meninggalkan regina yang mematung sendiri.


regina melangkah keluar dari gedung universitas tersebut. netra nya memperhatikan Adis yang masuk ke dalam mobil berwarna hitam.


seperti nya Adis di jemput oleh supir keluarga nya, biasa ia akan pulang mengunakan taksi.


regina memperhatikan rumah besar yang kini ia tempati bersama sang ibu dan Arsan. rumah besar itu pemberian Harun untuk Arsan.


semenjak bertemu dengan Harun, Arsan sibuk dan tak memiliki waktu banyak seperti kemarin saat mereka berjualan.


"sekarang kamu enggak boleh kerja lagi re, fokus sama kuliah saja... enggak boleh jualan juga kalau ada waktu luang kamu temani ibu di rumah ya...!"


ujar Arsan saat hendak pergi ke kantor.


kehidupan nya memang sudah kembali normal seperti dulu, tapi entah kenapa ia tak sebahagia dulu saat bersama Adis.


"re .. kamu kenapa?"


"enggak apa-apa Bu, Rere kangen rumah kita yang sederhana...."


ucap regina menoleh pada Salamah.


"A Arsan sekarang sibuk....!


sebenarnya dia cinta enggak sih sama Adis Bu, kenapa enggak kejar Adis..."


tanya regina membuat Salamah tertegun.


regina masuk ke dalam kamar melewati Salamah yang mematung sendiri.


**


di kantor..


siang itu Harun mempertemukan Arsan dan Rey, tentu saja hal itu membuat kedua nya tidak percaya.


Rey menatap tajam ke arah Arsan, namun Arsan bersikap biasa saja menghadapi kenyataan bahwa Rey adalah adik nya.


seseorang yang pernah mendoakan perpisahan nya dengan Adis, tentu saja Arsan membaca pesan terakhir Rey di belakang kanvas putih yang melukis wajah cantik Adis.


"kalian sudah saling kenal....!?"


tanya Harun memperhatikan ekspresi wajah keduanya, yang sama sama tak asing lagi.


"tentu saja Rey kenal....."


ucap Rey tersenyum palsu.

__ADS_1


"bagus kalau Kalian sudah kenal, kalian ini saudara harus akur ya!"


ucap Harun membuat Arsan tertegun.


setelah itu mereka memutuskan untuk pulang setelah tak ada lagi obrolan meski Rey lebih banyak diam, Rey mengetahui bahwa Arsan dan Adis sudah bercerai. rindu yang memberi tahu Soal itu dan saat ini Rey datang ke London atas permintaan Harun untuk bertemu dengan saudara kandung nya, tak menyangka bahwa saudara nya adalah pria yang menikahi kekasihnya.


Arsan tertegun melihat Rey yang berdiri di dekat mobil nya, Harun sendiri sudah lebih dulu pulang dengan asisten nya.


"gue enggak tahu maksud Tuhan apa menjadi kan Lo kakak gue....!"


ucap Rey sedikit menarik bibir nya.


Arsan diam memperhatikan Rey yang hendak Bicara lagi.


"gue juga enggak tahu, apa alasan Lo menyia-nyiakan Adis... atau Tuhan mengabulkan doa gue..."


ucap Rey terkekeh.


"segala sesuatu itu tergantung Niat kita, kalau niat nya baik pasti akan terkabul tapi kalau tidak maka akan hancur dengan sendirinya..."


ucap Rey menatap tajam, namun Arsan tetap tenang, tak ingin terpancing emosi.


"untuk kali ini gue enggak akan mengalah seperti dulu, dan gue akan buktikan pada Ibra kalau gue lebih baik dari pria pilihan nya...."


ucap Rey lalu naik ke atas motor gede nya.


Arsan mengusap wajah nya, kehadiran Rey justru akan membuat nya semakin jauh dengan Adis, namun ia cukup berpasrah karena memang ia tak layak lagi untuk Adis.


Rey tersenyum saat seseorang mengirimkan pesan bahwa lukisan nya laku terjual dengan harga pantastis.


"aku yakin bahwa Allah akan memberikan jalan bagi seseorang yang mau berusaha.


tunggu aku akan segera menemui mu....."


ucap Rey lalu kembali melajukan motornya.


Adis tertegun saat seorang kurir mengantarkan paket untuk nya.


"tapi saya enggak belanja online pak..."


tanya Adis sedikit heran.


"ya tapi ini atas nama anda dengan alamat yang benar..."


ucap kurir tersebut.


"Ya sudah terima saja dis, mungkin memang dari fans kamu..."


ucap ane yang berdiri di samping Adis.


Adis tertegun melihat isi paket tersebut, sebuah lukisan seorang perempuan yang tengah berdiri di depan sungai Thames saat salju turun dengan pelan.


"Aku rindu kamu yang senang online shop..."


pesan dari orang tersebut membuat Adis terpaku.


"oh... mungkinkah..."


gumam Adis...


bersambung....


terima kasih yang udah mampir 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2