
Adis membuka mata nya saat merasakan arid tengah membelai rambutnya yang panjang.
"sayang, ayo bangun kita tahajud bareng yuk ...!" ajak arid menciumi wajah perempuan yang masih setengah sadar itu.
Adis membuka mata nya saat perlakuan pria itu membuat nya meremang.
"ngantuk bang......"
ucap Adis menggeliat melepaskan pelukan hangat itu, rasanya tidak aman jika dalam keadaan seperti itu. ia masih merasa lelah dengan aktivitas mereka tadi malam.
"kalau udah mandi juga ngantuk nya hilang..."
ucap arid mengangkat tubuh perempuan itu.
"tapi beneran cuma mandi ya bang....."
ucap Adis menahan pergerakan arid yang hendak membawa nya ke kamar mandi, pria itu tak menjawab arid hanya tersenyum menanggapi.
setengah jam kemudian mereka keluar dari kamar mandi dan gegas memakai baju lalu melaksanakan shalat tahajud dan witir tiga rakaat.
seperti mimpi ia benar benar bahagia, beberapa hari menjadi istri Arid, ia selalu mengajak nya sholat tahajud.
perlakuan nya begitu manis, arid begitu baik dan perhatian.
beruntung nya Aisah yang dulu sempat bersuami Arid karena Adis yakin Arid juga bersikap baik pada Aisah.
"sayang ini tasbih nya...."
ujar arid menoleh ke belakang membuyarkan lamunannya.
arid menyodorkan sebuah tasbih berlian yang menjadi mahar pernikahan mereka seperti ucapan nya dulu, meski ia bilang bercanda tapi Arid benar benar memberikan mahar berlian yang indah.
"kenapa?"
tanya arid sambil mencium kepala Adis yang berbalut mukena berwarna putih.
rasanya begitu merinding mendapatkan perlakuan seperti itu padahal ia pernah mendapat perlakuan yang sama dari Arsan namun semua terasa berbeda, kasih sayang yang tulus begitu terasa hingga menentramkan jiwa.
Adis mendekap tubuh arid lalu menangis, bahagia karena arid memperlakukan nya seperti seorang ratu.
"sayang kamu kenapa? sakit?"
tanya arid melepaskan pelukan Adis menatap wajahnya yang basah karena air mata, Adis memejamkan matanya saat Arid menciumi air mata nya.
"maaf kan Abang ya...!"
Adis menggeleng cepat membuka mata nya menatap wajah arid, netra nya penuh cinta.
"terima kasih bang......kamu selalu memberikan aku rasa nyaman, tenang, tentram...tiada rasa seindah kasih mu...
kasih sayang mu adalah candu yang membuat aku bahagia....!"
ucap Adis memeluk tubuh arid.
arid tersenyum memeluk erat tubuh perempuan yang masih menangis.
"menangis lah jika itu air mata kebahagiaan,, sungguh saat ini yang Terpenting adalah kebahagiaan kamu ......dulu keinginan itu juga begitu menggebu namun aku tidak menemukan mu dalam istikharah ku, aku mencoba meminta mu dalam tahajud ku.
mencoba ikhlas dengan ketentuan Nya, karena sesungguhnya ia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita seperti saat ini....."
ucap Arid semakin membuat Adis terisak.
"ya Tuhan dia Setulus itu........ terima kasih telah menciptakan seorang seperti suami ku..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
empat bulan berlalu dari hari pernikahan itu, kini keduanya tengah berkunjung ke rumah Winda yang berada di Bandung, Naura sendiri tinggal bersama nenek nya yaitu orang tua Aisyah yang meminta Naura untuk tinggal bersama mereka karena Aisyah anak mereka satu satunya hingga kini hanya Naura lah harta paling berharga mereka, arid sendiri tak mempermasalahkan hal itu. setiap weekend arid dan Adis mengunjungi Naura di rumah nenek nya.
Adis memijat keningnya yang terasa pusing, Sudah sepuluh hari ini ia telat namun tak memberi tahukan arid soal itu.
"kenapa sayang?kamu pusing?"
tanya arid memijat kening Adis pelan.
"bang pengen makan pop mie tapi mau nya pas hujan....!"
ucap Adis membuat arid sedikit heran.
"ya Abang kan enggak tahu kapan hujan datang.....!"
ujar arid merapikan kerudung perempuan cantik itu.
Adis tertegun mengingat kejadian dulu saat mereka duduk berdua di depan apotek menuggu hujan reda keduanya memesan dua pop mie.
"kami ingat enggak bang?"
tanya Adis.
"ingat..... perempuan itu kedinginan memeluk dirinya sendiri....!"
ucap arid merengkuh tubuh Adis.
"kamu mau mengulang momen itu?"
tanya arid, dan Adis mengangguk menyungging senyum.
"ya sudah ayo kita pergi jalan-jalan, berdoa saja hujan turun....aku bukan hanya akan sekedar mendekap mu nanti....!"
ucap arid terkekeh saat Adis memukul nya pelan.
"Bu, kita pergi keluar ya....!"
pamit arid pada Winda.
"hati hati sudah mendung......!"
"ya Bu.....!"
ucap keduanya lalu pergi mengendarai motor matic milik arid, Adis melingkarkan tangannya pada pinggang pria itu, menyisir jalanan kota yang cukup ramai.
Adis tertegun sejenak saat arid menghentikan laju motor nya di depan apotek tersebut, tempat dimana mereka pernah berteduh bersama.
"kita ke apotek?"
tanya Adis.
"ya....."
ucap arid menggenggam tangan Adis.
"ngapain?"
"beli taspack....!"
desis Arid di telinga Adis yang langsung terpaku.
"ayo.....!"
ucap arid mengajak Adis untuk turun dari motor.
Lima tahun yang lalu mereka berada di tempat ini dengan status seorang teman, yang kini menjadi teman hidup.
"tapi bang......?" ujar Adis menahan langkah nya.
"Abang yakin kali ini kita berhasil...!"
ucap Arid lalu mengajaknya masuk.
ternyata pegawai apotek tersebut masih pegawai yang dulu namun mereka tak begitu ingat Adis dan arid.
"taspack nya dua ya...!"
pinta arid pada pegawai apotek tersebut tanpa melepaskan tangan Adis.
"ini pak taspack nya, semoga hasilnya positif ya pak...bu!"
__ADS_1
ucap perempuan itu tersenyum.
"Amin, terima kasih!"
ucap arid lalu membayar.
semesta mengabulkan keinginan Adis, hujan turun saat mereka keluar dari apotek tersebut.
"Alhamdulillah..."
ucap arid merengkuh pundak Adis, angin bertiup kencang hingga udara terasa begitu dingin.
"kita tunggu di sini ya, Alhamdulillah sekarang sudah ada kursi tunggu....!"
ucap arid merengkuh tubuh Adis, di tempat itu tak ada yang lain hanya mereka yang berteduh.
"dulu juga aku ingin seperti ini tapi aku cukup waras karena kamu istri orang...!"
ucap arid, keduanya terkekeh kecil mengingat masa itu. Arid langsung memesan dua pop mie untuk mereka berdua.
"HM, wanginya yumi........."
ucap Adis menghirup aroma mie cup rasa soto. "sesederhana ini tapi aku bahagia.."
gumam Adis dalam hati menyantap mie cup tersebut.
"enak bumil......?"
tanya Arid merapikan kerudung istri nya, dan pada saat itu seseorang memperhatikan mereka dari dalam mobil. tak sengaja Arsan lewat dan menghentikan laju mobil nya saat melihat seseorang yang masih bersemayam dalam hati nya.
"aku mencoba untuk merelakan kita dan mendoakan kebahagiaan mu, ternyata dia lebih paham bagaimana cara membahagiakan mu, seperti halnya dari awal. dia lah yang selalu ada untuk mu, bukan aku!"
ujar Arsan lalu melanjutkan perjalanan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"kamu yakin aku hamil bang....?"
tanya Adis meletakkan mie cup yang sudah habis tak bersisa.
"mudah mudahan, Abang berharap seperti itu... kalau tidak juga tidak apa-apa, kita masih bisa berusaha...!"
ucap arid memberikan air mineral kemasan.
setelah selesai makan, hujan akhirnya reda. Arid mengajak Adis membagikan mie cup yang sudah ia borong ke pejalan kaki yang melewati mereka.
seperti itulah sosok suami nya kini yang senang berbagi dan memberi, entah bagaimana dulu Winda mendidik pria itu hingga menjadi sosok yang penuh kasih dan senang memberi.
"terimakasih pak....Bu...!"
untaian terima kasih Arid balas dengan senyuman.
"ayo kita pulang....!"
ucap Arid menarik tangan adis untuk naik ke motor.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Adis memejamkan matanya sebelum melihat hasil taspack, subuh itu ia masuk ke dalam kamar mandi lebih dulu sebelum arid terbangun.
"Alhamdulillah.....ya Allah"
tutur Adis melihat dua garis merah tercetak pada benda panjang Pipih itu.
gegas Adis keluar dari kamar mandi dengan kegirangan.
"bang......!"
ucap Adis yang langsung naik ke tubuh arid.
"astaga..... sayang...."
ucap arid membalikkan tubuhnya hingga kini Adis yang berada di bawah nya.
"Alhamdulillah... kamu hamil de..."
ucap arid yang langsung menciumi wajah istri nya itu.
"ya bang, aduh geli Tahu....."
ucap Adis terkekeh geli.arid tersenyum menatap dua garis merah pertanda ada kehidupan dalam rahim istri nya.
"Alhamdulillah, terima kasih Abang senang sekali....!"
ucap arid mencium pipi Adis sambil memeluk nya erat.
arid tersenyum mengingat saat pertama mereka berada di dalam kamar, adis tampak canggung dan gugup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"kamu kenapa de...? kita isya dulu ya...."
ajak arid pada perempuan yang kini menjadi bidadari nya.
Adis mengangguk lalu keduanya sholat berjamaah.
suasana tampak hening karena malam juga sudah larut di tambah gerimis membuat udara semakin dingin.
Setelah selesai berdoa arid menoleh ke belakang, mencium kening Adis yang juga mencium tangan nya.
"apa yang kamu rasakan saat ini?"
tanya arid.
Adis terdiam.
"mulai saat ini kamu harus mengatakan apa pun yang kamu rasakan sama Abang, entah itu sedih atau yang lainnya. tidak ada yang boleh Kamu sembunyikan dari Abang, bicara kan semua nya..... karena mulai saat ini setelah akad itu terucap kamu tanggung jawab Abang sepenuhnya, lahir dan batin. kalau ada yang kamu tidak suka atau Abang yang kurang paham kamu bicarakan soal itu....kamu mengerti?"
Adis mengangguk sambil tersenyum kecil.
Arid merengkuh tubuh Adis mencium kening lalu beralih ke mata, hidung, pipi hingga menetap lama pada bibir ranum istri nya itu.
awalnya begitu gugup dan mendebarkan karena walau bagaimanapun hal itu telah lama berlalu dari hidup nya, namun perlahan arid membuat nya nyaman hingga Adis pasrah dan membiarkan arid mengangkat tubuhnya ke ranjang, pria itu berdoa sebelum melakukan penyatuan.hal yang tidak boleh terlewat sebelum bercinta.
setelah malam itu aktivitas halal berbuah pahala yang membuat kedua insan itu candu.
hingga akhirnya berbuah hasil...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tiga bulan berlalu...
hari ini Winda membuat acara syukuran empat bulan kehamilan Adis, acara tersebut berlangsung di rumah baru mereka.
arid Juga mengundang beberapa anak yatim untuk mendoakan kehamilan istri nya itu.
Ibra hadir beserta keluarga besar yang ikut bahagia mendengar kehamilan Adis, apa lagi Hilman yang tak henti mengucap syukur atas nikmat yang luar biasa yang diberikan oleh sang maha pencipta.
"Terima kasih ya bang, Adis bersyukur sekali memiliki kamu, semoga tak ada yang berubah. tetap seperti ini saling menjaga dan saling mencintai....!"
ucap Adis mendekap erat tubuh arid.
"ya Abang juga bersyukur karena bisa memiliki kamu, semoga kita tetap bersama dalam Satu doa dan tujuan yang sama. yaitu mencapai keridhaan nya....!"
ucap arid mencium kening Adis.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dua bulan kemudian..
Malam itu Adis terjaga dari tidurnya, suara parau dari seseorang yang memanggil nya sayang berdesis di telinga nya..
"HM... " Adis menyipitkan matanya melihat seseorang membawa kue yang terdapat lilin dengan cahaya nya.
"bang.....!"
__ADS_1
"selamat ulang tahun baby....."
ucap arid tersenyum meletakkan kue itu di hadapan nya yang belum sepenuhnya sadar, memang ini tanggal berapa?
Adis bahkan lupa kalau ini adalah ulangtahun nya yang ke dua puluh lima.
sebelum nya ia tidak pernah merayakan ulang tahun seperti ini.
"Abang ingat..... padahal Adis lupa?"
ucap Adis terkekeh.
"ya ya lah Abang enggak akan pernah lupa ulang tahun kamu... setiap tahun juga Abang kirim kado untuk kamu....!"
ucap arid membuat Adis tercengang, jadi selama ini Arid yang mengirim kan kado saat ia berulang tahun meski telat tapi selalu ada kado misterius yang datang dengan berbagai macam benda, entah itu tas, sepatu atau baju... namun semua terhenti saat ia tinggal di Amerika karena arid sudah menikah dan Adis juga tinggal bersama Hilman.
Arsan sendiri sempat bertanya tanya saat istri nya itu selalu mendapat kado dari seseorang saat ia ulang tahun.
"cuma itu pas kamu sama Arsan ya de, selebihnya Abang kan kehilangan jejak kamu..."
ucap arid terkekeh.
"terima kasih bang.....!"
Arid mengangguk lalu mencium kening Adis sambil berdoa.
"ya Allah limpahkanlah Rahmat dan kasih sayang untuk istri Ku, sehat kan jasmani dan rohani nya, sehat kan bayi kami.... jadikan lah ia hamba mu yang taat pada aturan Mu...berkahilah sisa umurnya."
ucap arid lalu mengecup pipi istri nya.
"Amin...terima kasih bang...!"
"sama sama ayo kita makan kue nya...!"
ucap arid.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi....
Adis menautkan kedua alisnya saat melihat beberapa orang tengah membereskan rumah mereka, mendekorasi beberapa ruangan untuk sebuah acara.namun Adis tidak tahu acara apa?
"bang mereka lagi ngapain?"
"jadi siang ini Abang bikin acara syukuran ulang tahun kamu...!"
"astaga bang, udah kayak anak kecil pake di rayain segala...."
ucap Adis merunduk pada pundak pria itu.
"enggak apa-apa, Abang udah bilang sama ibu untuk undang teman teman pengajian ibu dan anak anak yatim sekitar sini, nanti Naura juga mau datang..."
ucap arid mengajak Adis ke luar rumah, terlihat beberapa pedagang berjejer di depan rumah.
"apa lagi ini?"
tanya Adis menoleh ke arah arid.
"sengaja Abang sediakan untuk mereka yang datang....!
gratis untuk mereka...."
"ya ampun kamu baik banget sih bang?"
tutur Adis mendekap erat tubuh arid.
"Abang mau berbagi di acara ulang tahun kamu, kita banyak uang enggak ada salahnya menyenangkan mereka yang keadaannya tak seberuntung kita...!"
Adis mengangguk, kekaguman nya terhadap pria itu tak lagi bisa di jelaskan oleh kata kata.
"terima kasih ya Allah..... engkau hadir kan dia untuk ku....!"
acara berlangsung lancar, beberapa keluarga dan teman hadir...arid juga mengundang Arsan namun ia tidak hadir, Hans sendiri datang bersama calon istri nya.
Adis naik ke forum untuk menyampaikan sepatah dua patah kata sesuai permintaan sang ayah yang juga datang.
"Alhamdulillah puji syukur, aku enggak tahu harus ngomong apa ya?"
ucap Adis tersenyum, netra nya tertuju pada arid yang berdiri menatap nya.
"yang pasti aku bahagia karena Tuhan menganugerahkan aku suami yang mencintai aku dengan tulus.....!"
**
walaupun jiwa Ku pernah terluka.
hingga nyaris bunuh diri.
wanita mana yang sanggup hidup Sendiri
di dunia ini
walaupun telah ku tutup mata hati
begitu pun telinga ku
namun bila di kala cinta memanggilmu
dengarkanlah ini
walaupun diri mu tak bersayap
ku akan percaya
kau mampu terbang bawa diriku.
tanpa takut dan ragu
walaupun mulutku pernah bersumpah
Sudi lagi jatuh cinta
wanita seperti diriku pun ternyata
mudah menyerah.
walaupun kau bukan titisan sang dewa
ku takkan kecewa
Karena kau jadikan sang Dewi
dalam taman surgawi.
(Titi DJ sang Dewi)
arid naik ke forum dan memeluk istrinya itu.
"i love you.....!"
"i love you to....."
Tutur Adis memeluk erat tubuh hangat itu.
End......
terima kasih ya yang udah kasih like and Komentar, author berterima kasih sekali meski beberapa saja, tapi author sangat berterima kasih atas dukungan dari para reader
thanks for reader..
lanjut novel baru ya...😍🤭
😍😍😍😍
__ADS_1