Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
ibu.


__ADS_3

ke esok kan hari nya...


siang itu Arsan bersiap pergi ke perusahaan untuk interview kerja, ia tampil rapi dengan kemeja berwarna biru.


"kharisma CEO nya tuh enggak pernah berkurang!"


ujar regina tersenyum memperhatikan Arsan yang tengah bercermin mengulas senyum.


"CEO penjual buah...."


ucap Arsan terkekeh kecil menghadap regina.


"doakan ya re, mudah mudahan Aa diterima kerja jadi kamu enggak harus kerja Lagi..."


ucap Arsan mengusap kepala regina.


"ya A, Rere doakan semoga di terima kerja...kalau soal kerajaan Rere, tidak apa apa Rere senang kok. yang terpenting tidak mengganggu waktu belajar." ujar Rere senyum.


"ya sudah, terserah kamu saja! Aa berangkat ya!"


ucap Arsan menghampiri kendaraan roda dua nya.


**


pagi ini Adis dan yang lainnya bersiap untuk pulang ke Indonesia setelah menginap semalam, Ane memeluk Adis erat lalu mencium pipi nya kanan kiri.


"sehat sehat ya, Tante tunggu kedatangan kamu lagi.."


ujar ane tersenyum.


"ya Tante...Adis akan datang lagi..."


ucap Adis membalas senyuman ane.


"ya sudah kalian hati hati ya...."


ucap ane mengantar Mereka ke mobil.


"ya sudah kami pamit...."


ucap Ibra lalu naik ke dalam mobil.


Adis menatap jalanan kota, mobil itu berhenti di lampu merah. Arsan tertegun menatap perempuan yang termenung di dalam mobil, sempat tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Adis....." gumam Arsan menatap Adis yang menatap jauh ke depan sambil berbicara dengan Ibra.


Adis menoleh ke arah pria yang tengah menatapnya lekat, jantung nya berdetak kencang.tak kala kedua netra itu bertemu.


"bang Arsan....." tubuh nya seketika membeku namun cepat Adis memalingkan wajahnya saat mobil melaju, gegas Arsan mengikuti mobil yang melaju menuju bandara.


"kenapa de..."


ucap Ibra menoleh kearah Adis yang memucat, netra nya memperhatikan kaca spion mobil yang menampakkan Arsan mengikuti mobil mereka.


"enggak apa-apa..."

__ADS_1


ucap Adis dengan jantung yang berdetak kencang, namun terpaku saat kendaraan roda dua itu menghentikan laju nya.


Arsan menghentikan laju motor nya saat tersadar ia sudah jauh dari tempat yang menjadi tujuan nya.


Adis menghela nafas saat Arsan tak lagi mengejar nya, Ibra memperhatikan Adis yang berkeringat


"kamu kenapa de? AC nya kurang dingin?"


ujar Ibra melihat keringat menembus pada pasmina adik nya itu.


"enggak apa-apa kak...!"


ucap Adis lalu bersandar pada kursi lalu memejamkan mata nya mengingat netra penuh cinta berbalut rindu milik pria itu, jiwanya terus meronta meminta kehadiran pria itu, cinta ini tak pernah berkurang membuat ku tak mengerti, mengapa waktu yang bergulir justru menambah rasa cinta itu.


Arsan melangkah dengan gontai menuju toilet, ia perlu menyegarkan diri sebelum menemui personalia perusahaan tersebut.


Arsan membasuh wajahnya dengan air dingin berharap bisa menghilangkan merah pada wajah nya.


Arsan menghela nafas panjang mengingat malam saat berjualan di sungai Thames.


suara perempuan itu persis seperti Adis, apa memang itu dia yang tengah berlibur bersama Ibra.


Arsan memijat keningnya, kalau tak ada jadwal interview mungkin ia akan terus mengejar Mobil itu, namun Arsan kembali tertegun mengingat keadaan nya saat ini.


ia tidak memiliki apa-apa hanya cinta yang menggebu yang mungkin tak akan pernah mampu meluluhkan hati Ibra.


jalan nya cukup sulit jika ia terus menjadi penjual buah.


"semoga masih ada kesempatan Ku, aku akan berjuang untuk meraih mu kembali dis..."


**


Adis terus menoleh ke belakang saat hendak menghampiri pesawat yang akan membawa nya kembali ke Indonesia, hati nya berharap arsan berlari mengejar nya. namun kenyataan tak sesuai harapan karena hingga ia naik tak ada yang memanggil nya untuk sekedar memeluk melepaskan rindu.


Dua bulan lagi ia akan kembali ke negara ini, tapi apakah akan ada waktu dimana semesta mempertemukan nya lagi jika memang benar Arsan kini tinggal di London.


"kau membuat ku risau tentang semua pengharapan yang hanya sebatas angan.


atau hanya aku yang mencintaimu, tidak dengan mu yang baik baik saja tanpa aku.


miris sekali saat keadaan justru membuat jarak kita semakin jauh.


ingin sekali aku bertanya, di bagian hati mana kau meletakkan aku, kenapa semakin sesak saat keinginan semakin jauh dari pengharapan...


aku tidak tahu kenapa aku masih saja mengharap mu, aku tidak bisa pergi dari kenangan saat kita bersama, rasa cinta ini lebih besar dari rasa sakit yang ku Derita, aku ingin kamu........."


Adis memalingkan wajahnya dari Ibra, memejamkan mata nya yang basah.


"aku rindu.... kamu bang.... kenapa harus sesakit ini mencintai mu..."


gumam Adis lalu terlelap dalam tidur nya.


%%


Arsan masuk ke dalam rumah dengan lesu, ia teringat pertemuan nya dengan Adis tadi pagi.

__ADS_1


"Arsan......"


ujar Salamah menghampiri Arsan yang duduk bersandar di kursi.


"kenapa nak, Apa kamu tidak di terima di perusahaan itu...?"


tanya Salamah membuat Arsan menoleh.


"di terima Bu....!"


Arsan mengikut tes interview itu dengan baik, ia bahkan langsung di terima kerja tanpa mengikuti interview kedua.


Arsan juga sedikit bingung namun Arsan tidak banyak bertanya karena memang pikiran nya juga tertuju pada Adis.


"lalu kenapa lemas begitu?"


tanya Salamah menyentuh kening Arsan. khawatir putra nya itu sakit.


"tadi pagi ketemu Adis Bu...!"


ujar Arsan membuat Salamah tertegun.


"apa kamu tidak salah ar, dia di Indonesia!"


"tidak bu, Arsan yakin itu Adis. kemarin malam yang memborong buah buahan kita juga seperti nya Adis.


mungkin dia sudah tahu kalau sekarang Arsan hanya seorang penjual buah."


ucap Arsan menunduk.


"kamu sabar ya nak, semoga kejadian ini menjadi pelajaran Untuk Kamu bahwa saat kamu berpikir untuk mempermainkan seseorang justru kita lah yang terseret dalam permainan itu sendiri.... ibu yakin kalau Adis jodoh kamu, maka kalian akan bersama lagi. sejauh apapun jaraknya, sesulit apapun masalahnya...kamu harus yakin itu nak..."


ucap Salamah terasa mendinginkan hati Arsan yang pilu. arsan bersyukur karena dalam keadaan ia jatuh ia masih memiliki ibu yang tak pernah henti memberikan nya semangat.


"ya Bu..... Arsan akan berusaha untuk bangkit dan memperbaiki semua nya Bu...."


ucap Arsan merengkuh tubuh ibu nya.


"berdoalah, minta lah pada pemilik Nya.."


"ya Bu....." ucap Arsan semangat.


"kamu harus semangat ya nak..... ibu selalu berdoa untuk kamu..."


ucap salamah memeluk Arsan.


ibu adalah ratu tanpa mahkota, kasih sayang nya bagai muara yang tak pernah surut. doa nya paling ampuh dan di ijabah langsung oleh Allah.


ibu adalah jantung rumah, saat keadaan nya bahagia maka baik lah se isi rumah itu, namun saat jantung itu tak baik baik saja.


rona keceriaan pun seakan berhenti berdetak, kesuraman yang nampak pada rumah itu.


maka sayangi lah ibu,, yang sudah melahirkan dan membesarkan kita dengan kasih sayang juga peluh keringat nya.


bersambung..

__ADS_1


terima kasih yang sudah mampir 🙏😍😍


__ADS_2