
Salamah tertegun mendengar penuturan Arsan dan salsa yang bagi nya begitu mengejutkan.
"kamu sudah yakin sal?"
tanya Salamah duduk di samping salsa dengan koper di samping nya.
"maafkan salsa Bu karena salsa tak bisa terus menjadi menantu ibu...!"
ucap salsa merengkuh pundak Salamah yang menangis, entah apa yang terjadi dengan kedua nya Salamah tidak tahu apa apa.
"apa kamu tidak bisa memaafkan Arsan, kamu menantu yang baik....!"
Tutur Salamah.
selama ini mereka begitu dekat, Salamah sudah menganggap salsa seperti putri nya sendiri. karena memang salsa juga begitu baik dan tak menganggap nya seperti ibu sendiri.
"salsa sudah memaafkan Arsan tapi salsa tidak bisa meneruskan rumah tangga ini... maaf kan salsa jika salsa menyerah Bu"
ucap salsa menitikkan air matanya.
"ya ibu memang tidak tahu apa masalah yang membelit rumah Tangga kalian...tapi ibu berharap kalian memikirkan hal ini baik baik..."
ucap Salamah di anggukan oleh salsa.
"salsa pulang dulu ya Bu....!"
"ibu berharap kamu akan kembali ke rumah ini....!"
ucap Salamah memeluk salsa lalu mengusap perut salsa yang kini kandungan itu berusia lima bulan.
"jaga cucu ibu ya sal...."
salsa mengangguk sambil menghapus air matanya.
***
tak ada percakapan apapun di antara salsa dan Arsan, keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing. sesuai keinginan Salsa, ia ingin Arsan memulangkan nya secara baik-baik pada orang tuanya.
tak berapa lama mereka sampai di Bandung, siang itu tampak mendung seakan semesta tahu apa yang tengah di rasakan oleh dua insan itu.
"assalamualaikum...mah..."
ucap salsa masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Arsan yang membawa koper masuk.
"walaikumsalam.......salsa sayang!"
ucap Rika memeluk putri nya itu.
"salsa dan Arsan akan berpisah mah...."
ucap salsa duduk di sofa, ia berbicara langsung pada pokok bahasan.
Rika tertegun mendengar penuturan Putri nya itu, kemarin mereka baik baik saja bahkan terlihat mesra.
"apa yang terjadi....?"
tanya rika mengamati wajah keduanya.
"ini keinginan salsa mah..."
"ya tapi kenapa? apa alasan nya....?"
__ADS_1
ucap Rika menatap wajah salsa tampak sendu.
"salsa lelah mah, boleh salsa masuk untuk istirahat...!"
ucap salsa beranjak.
"pulang lah Ar, aku sudah di rumah orang tua ku...!"
ucap salsa kemudian pergi Meninggalkan mereka berdua yang mematung.
"maaf kan Arsan mah, Arsan enggak bisa jadi suami yang baik... Arsan gagal menjadi imam dalam rumah tangga...!"
Rika menghela nafas panjang tak mengerti dengan kedua nya.
"maaf kalau Arsan pulang kan salsa ke rumah ini, tapi untuk masalah biaya itu akan menjadi tanggung jawab Arsan mah...."
ucap Arsan menunduk, entahlah ia juga bingung tapi mempertahankan salsa juga bukan pilihan terbaik karena hal itu hanya akan menyakiti nya dengan keadaan hati dan pikiran nya yang terus tertuju pada Adis.
"ya sudah Ar, mamah harap ini adalah keputusan sementara kalian untuk saling introspeksi diri, mama enggak tahu apa yang terjadi di antara kalian tapi mama berharap kalian bisa bersama seperti dulu lagi, karena salsa sedang hamil..." ucap Rika membuat Arsan tertegun betapa egoisnya dirinya Hanya memikirkan perasaan sendiri.
"ya mah, Arsan akan pikir kan semua ini..
untuk sementara waktu Arsan titip salsa dan calon anak kami...!"
Rika tersenyum sambil mengangguk.
Rika tahu jika sebelumnya Arsan memang sudah menikah, dan mau tidak mau menerima keputusan salsa untuk menerima pernikahan siri tersebut.
kemarin juga salsa sempat bercerita kalau Arsan tengah mengurus perceraian dengan istri pertama nya, salsa merasa senang saat Arsan mengatakan jika mereka akan menikah kantor, tapi setelah perceraian itu selesai namun entah apa yang terjadi tiba tiba saja salsa ingin berpisah.
***
Ibra langsung mengajak Adis ke sebuah hotel yang berada di pusat kota, dari tempat itu sudah terlihat keindahan kota Bern, sesuai permintaan Adis mereka memesan dua kamar hotel.
"istirahat saja dulu de... nanti kita lanjutkan makan malam ya... kamu tidur lah dulu!"
ucap Ibra saat mereka berjalan di koridor hotel.
"ya, kak..ya sudah Adis masuk dulu"
ujar Adis saat berada di depan pintu kamar.
"ya sudah, cepat hubungi kakak kalau kamu butuh sesuatu..."
Adis mengangguk cepat.
Adis merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran besar itu, kamar itu cukup besar dengan properti mewah dan elegan.
"kita belum sempat honeymoon ya de, Abang sibuk banget banyak kerjaan...tapi kalau ada waktu luang kita pergi berlibur ke luar negeri ya...!"
adis termenung mengingat percakapan dengan Arsan dulu, rencana itu hanya sebuah angan angan yang tak pernah menjadi nyata, Arsan benar benar fokus dengan pekerjaan nya hingga mereka melewatkan momen tersebut. namun Adis tetap bahagia menjalani hari-hari bersama pria itu karena Arsan yang selalu menyempatkan waktu meski ia sibuk hingga waktu berlalu tiba pada masa dimana keadaan semakin memburuk.
Adis meringkuk memejamkan matanya teringat kejadian tadi pagi saat bersama Arsan, mungkin itu akan menjadi pelukan terakhir nya.ia tak percaya semua hilang begitu cepat.
bukan hanya Adis, malam itu Arsan juga termenung memikirkan hal yang sama.
begitu juga dengan salsa, ketiga insan itu tengah di Landa patah hati.
*
berdiri ku memutar waktu
__ADS_1
teringat kamu yang dulu.
ada di samping ku setiap hari
jadi sandaran ternyaman,
saat ku lemah, saat ku lelah...
tersadar ku tinggal sendiri
merenungi semua yang tak mungkin
bisa ku putar kan kembali seperti dulu
ku bahagia tapi semuanya hilang
tanpa sebab kau hentikan semua nya.
terluka, menangis tapi
ku terima semua keputusan yang telah kau buat, satu yang harus kau tahu.
ku menanti kau tuk kembali.
jujur ku tak ingin kau pergi
tinggalkan semua usai disini
tak tertahan air mata ini
mengingat semua yang telah terjadi.
ku tak kau Sama seperti aku
tak ingin cinta usai di sini.
tapi mungkin inilah jalan nya
harus berpisah....
berharap suatu saat nanti
kau dan aku akan bertemu lagi.
seperti yang kau ucapkan sebelum
kau tinggalkan aku..
(tak ingin usai- keisya levron)
Adis memejamkan matanya hingga terlelap melepaskan segala kepenatan yang terjadi beberapa waktu yang lalu, pelukan hangat yang selalu ia rindukan kini hanya berada dalam Mimpi, kenyataan memaksa untuk menerima keadaan itu.
Arsan Duduk di hadapan air kolam yang tenang, sore itu ia pulang ke rumah dimana ia dan Adis pernah tinggal bersama.
di rumah itu banyak sekali kenangan indah bersama perempuan itu, perempuan yang kini memilih untuk pergi....
semua terjadi saat ia begitu menyayangi dan mencintai perempuan itu,, apa masih ada kesempatan untuk nya kembali pada Adis sementara salsa Juga membutuhkan nya.
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir..
__ADS_1