Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
sayang sekali.


__ADS_3

malam itu Adis menatap bintang yang bertaburan di langit, teringat seseorang yang beberapa waktu ini sibuk.


beberapa hari ini Arsan tidak menyentuh nya, Tak seperti biasanya Arsan bahkan tak pernah melewatkan malam indah bersama saat mereka di London, tapi saat sampai di Jakarta, entah apa yang terjadi dengan pria itu.


Arsan selalu beralasan sibuk dan lelah, Adis termenung sendiri mengingat percakapan nya dengan Bastian tempo dulu.


Adis menoleh pada ponsel nya yang berdering, terlihat Lidia mengirim potret mereka yang tengah Honey moon di Barcelona Spanyol. keduanya tampak bahagia, satu bulan ini mereka betah di negara itu, waktu honey moon yang cukup lama. atau mereka memang akan tinggal di sana, Lidia begitu menyukai keindahan di negara itu.


Adis tersenyum melihat Poto Poto mereka, lega karena sang kakak juga sudah menemukan kebahagiaan nya.


Adis merasa sedikit pusing, beberapa waktu ini ia tidak meminum obat, rasa nya jenuh dengan semua itu. bau obat tersebut sudah tak lagi bisa di elakan, Adis benar benar jengah.dua tahun ini bergantung pada obat obatan.


Adis beranjak dari duduknya, beberapa hari yang lalu. salsa datang bersama Al tanpa sungkan.


"apa kamu yakin Arsan dan salsa benar benar berpisah?"


entah kenapa pertanyaan itu yang muncul dalam benak Adis.


"Arsan itu hanya kasihan dan merasa bersalah. tidak lebih dari itu...."


Adis menggeleng kan kepalanya beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam rumah.


"bukan ibu perhitungan re, kamu tahu kan berapa banyak uang yang Arsan keluarkan untuk biaya pengobatan Adis, belum yang di Jerman. kalau tidak di pakai berobat mungkin bisa membeli rumah baru di kawasan elit."


ucap Salamah berbincang dengan regina.


"ibu tuh kasihan dengan Al, dia enggak mau jauh dari Arsan dan juga salsa...ibu enggak tega tiap kali Al di bawa pulang sama salsa, salsa itu kurang apa sih ibu enggak ngerti...."


ucap Salamah begitu terdengar menohok hati Adis. tak ingin lebih sakit lagi Adis melangkah kembali ke halaman belakang dekat kolam.


Adis duduk menghadap air yang tenang, kehadiran nya seperti tak di inginkan di rumah itu, ia pikir tak akan ada hal lain lagi yang akan menggugah rasa sakit nya.


Adis meringkuk di kursi panjang itu, menuggu regina dan Salamah selesai bicara, apa mungkin Salamah meminta Arsan rujuk?


Arsan terlihat banyak pikiran, apa ia memikirkan hal itu?


***


pagi.....


Adis membuka matanya dan melihat keseluruhan dimana ia berada, waktu menunjukkan pukul lima pagi.


terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi, seperti nya Arsan sedang mandi.


Adis tertegun mengingat terakhir kali ia menutup mata nya di dekat kolam renang.


mungkin Arsan yang membawa nya masuk ke dalam rumah.


Adis menoleh saat pintu kamar mandi terbuka, Arsan menyembul keluar dengan rambut nya yang basah.


"sayang kamu udah bangun?"


tanya Arsan senyum mengering kan rambutnya yang basah.


"kenapa semalam tidur di dekat kolam? apa kamu enggak kedinginan?"


tanya Arsan Duduk di hadapan Adis yang tak bergeming.


"maaf ya Abang pulang malam terus... hari ini weekend kamu mau pergi kemana?"


tanya Arsan menatap wajah Adis yang tampak pucat.


"dis, kenapa kamu diam terus? kamu sakit?" tanya arsan menyentuh pipi Adis yang sedikit hangat.

__ADS_1


"kamu marah?" tanya Arsan semakin dekat. namun Adis menghindar dengan cara kembali meringkuk.


"sayang.....!"


ucap Arsan merengkuh tubuh Adis, di saat seperti itu ia tidak bisa menahan diri sementara ia masih bimbang karena belum ada kepastian antara hamil atau tidak.


Arsan mencium kepala Adis sayang, ingin bicara tapi hal itu akan memperburuk keadaan.


"maafkan Abang ya!"


gumam Arsan dalam hati.


"mandi gih, kita pergi jalan jalan yuk!"


ucap arsan mencoba menahan hasrat nya.


"Adis mau pulang ke Jakarta bang?"


ucap Adis menoleh.


"pulang? maksudnya?"


tanya Arsan.


"ya, Adis mau di Jakarta?"


ucap Adis membuat arsan tertegun sejenak.


"ada apa? kamu enggak betah di sini?


atau kamu mau beli rumah baru untuk kita tinggal berdua..?"


tanya Arsan membuat Adis teringat ucapan Salamah bahwa selama ini ia sudah menghabiskan uang banyak untuk biaya pengobatan nya.


"ya tapi gimana kerjaan Abang di sini? di rumah juga enggak ada kak Ibra, dia kan belum pulang dari Spanyol...!"


ucap Arsan menarik tubuh Adis untuk bersandar pada dadanya.


"apa yang menggangu pikiran mu? bicara dengan Abang?"


tanya Arsan mengelus punggung istri nya itu.


"enggak ada bang, Adis hanya rindu dengan sahabat sahabat Adis...."


ucap Adis mendongak menatap wajah tampan suaminya.


Arsan tersenyum lalu mengecup bibir Adis dengan lembut, mendekap tubuh nya erat.


Arsan melepaskan pagutan bibir nya saat nafas keduanya terengah.


"Abang sayang sekali sama kamu....."


ucap Arsan mengusap bibir Adis dengan jari telunjuk nya.wajah perempuan itu tampak merah merona.


"ya sudah Abang antar kamu ke Jakarta, kita akan menginap di sana untuk beberapa hari...."


ucap Arsan dan di anggukan oleh Adis.


"kamu mandi dulu ya....."


Adis tertegun saat tiba tiba merasa mual dengan wajah yang langsung memucat.


"kenapa dis......?"

__ADS_1


oek....


Arsan terperangah saat Adis tiba tiba muntah mengeluarkan cairan bening pada nya.


"astaga bang, maaf bang Adis enggak sengaja....!"


ucap Adis langsung beranjak dan berlari masuk kedalam kamar mandi.


Arsan langsung menghampiri saat mendengar Adis muntah muntah di kamar mandi.


"sayang.......kamu sakit?"


tanya Arsan sambil memijit tengkuk Adis pelan.


"mual......!"


ucap Adis masih memuntahkan cairan bening dalam perut nya.


Arsan memangku tubuh Adis menuju ranjang sambil berpikir mungkinkah Adis hamil?


"kamu tiduran dulu, Abang pakai baju dulu ya! nanti Ambil air hangat untuk kamu....!"


ucap Arsan dan dia anggukan pelan oleh Adis yang meringkuk.


gegas Arsan keluar mengambil air hangat di bawah, terlihat Salamah tengah sarapan bersama regina.


"Adis mana A...?"


tanya regina.


"ada, Adis muntah terus....!"


ucap Arsan sambil menuangkan air hangat.


"sakit lagi?"


tanya Salamah sambil mengunyah makanan nya.


"Arsan juga enggak tahu Bu....!"


ucap Arsan mengambil susu yang sudah Salamah siapkan.


"hamil kali A...?"


ucap regina membuat Arsan langsung tersedak.


"hati hati Arsan....!"


ucap Salamah langsung berdiri.


"kamu tuh re, enggak mungkin Adis hamil dia kan sakit kanker......!"


ucap Salamah dan terdengar oleh Adis yang membuka pintu hendak keluar dari kamar.


namun urung mendengar penuturan Salamah yang langsung mencambuk hati nya.


"ya re, Aa enggak berharap karena hal itu akan membahayakan Adis, karena ia belum benar benar sembuh dan belum siap untuk hamil...."


ucap Arsan membuat Adis terisak mendengar nya...


bersambung....


terima kasih yang masih setia sama novel Author ini, terima kasih sudah mampir 😍😍

__ADS_1


__ADS_2