Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
pecah.


__ADS_3

Arsan terpaku menatap Salsa dengan wajah pucat nya terbaring tak sadarkan diri. rasa sakit membuat perempuan itu nekat mengakhiri hidupnya.


*


"aku ingin kita menikah....."


ucap salsa kala mereka merayakan anniversary hubungan mereka yang ke dua tahun.


"ya tentu aku akan pikirkan soal itu...aku juga ingin menikah dengan mu, mempunyai anak dari Rahim mu...."


ucap Arsan senyum lalu memeluk Salsa dengan mesra.


semua impian indah itu hancur saat perusahaannya tiba tiba bangkrut, Ayah nya pergi meninggalkan mereka dengan kehancuran.


tentu Arsan berusaha keras untuk bangkit meski tanpa bantuan Ayah nya.


ia bahkan terpaksa menerima tawaran konyol itu, bagaimana bisa ia menerima tawaran untuk menghancurkan seseorang sementara kehancuran tengah membayangi hidup nya.


"Ar........"


ucap salsa menggelisik lirih.


"salsa....."


ucap Arsan menggenggam tangan perempuan lemah itu.


"Ar...aku...."


ucap salsa membuka mata sambil menitikkan air mata nya, kepedihan memenuhi rongga hatinya.ia tak sanggup jauh dari pria itu.


"kenapa kamu berbuat bodoh....?"


ucap Arsan mendekat kan wajah nya pada wajah salsa.


"aku enggak bisa tanpa kamu,jangan tinggalkan aku Ar,, aku cinta sama kamu...!"


"maafkan aku salsa....!"


ucap Arsan mencium kening perempuan itu, jauh di dalam lubuk hati nya ia masih menyayangi salsa.


"aku ingin menikah dengan mu, aku rela menjadi istri kedua mu....!"


ucap Salsa menggenggam tangan Arsan yang langsung mematung mendengar permintaan salsa.


**


Adis terperanjat saat mendengar sebuah pecahan kaca, Adis Menoleh pada Poto pernikahan nya dengan Arsan yang tiba tiba jatuh.


kaca Poto tersebut pecah hingga serpihan kaca berserakan di lantai.


Adis mengambil Poto tersebut, waktu menunjukkan pukul setengah Dua pagi.


Arsan belum juga pulang, nomor nya juga tidak aktif.


"semoga tidak ada hal buruk yang terjadi..."


ucap Adis lalu keluar untuk mengambil sapu untuk membersihkan serpihan kaca tersebut.


hujan tiba-tiba turun dengan derasnya membasahi kaca besar rumah itu, terlihat kilat menyambar beberapa kali.


"kemana kamu bang?"


tanya Adis sendiri lalu naik ke ranjang, malam pertama yang ia lalui tanpa suami nya itu.


pagi itu matahari bersinar cerah memantul di balik kaca jendela yang masih basah bekas hujan semalam.


Adis bangun dari tidur nya saat mendengar seseorang membuka pintu, terlihat Arsan menyembul masuk ke dalam kamar.


"bang... kamu baru pulang...?"


ucap Adis langsung menghampiri.


Arsan terdiam menatap wajah istrinya itu, rasa bersalah semakin merajam dadanya, tapi ia tidak berdaya melihat keadaan salsa, beberapa waktu bersama Adis namun tak cukup untuk melupakan cinta yang pernah tumbuh bersama Salsa. saat ini yang Arsan sadari adalah ia mencintai salsa dan menyayangi Adis.


"kamu kenapa Bang?"


tanya Adis sedikit heran melihat tatapan Arsan.


"enggak apa-apa, maaf ya Abang ada urusan penting jadi enggak bisa pulang...!"


Adis mengangguk lalu memberikan handuk pada arsan.


Adis Duduk di ranjang termenung, biasa nya Arsan akan mengajak nya mandi bersama.

__ADS_1


"mungkin dia lelah....!"


gumam Adis dalam hati.


tak lama Arsan keluar dari kamar mandi, menghampiri Adis yang sudah menyiapkan pakaian nya.


"sayang, Abang ada urusan penting. Abang mau keluar negeri beberapa hari ini....!"


ucap Arsan sambil memakai pakaian nya.


"kemana?" tanya Adis.


"Australia.....!


Abang pergi satu minggu ini, mau ajak kamu tapi kamu kan udah mulai kuliah....!"


ucap Arsan duduk di samping Adis mengelus kepalanya sayang.


"Abang mau ke rumah ibu?"


"mungkin Abang akan mampir nanti...!"


ucap Arsan mencium pipi Adis.


"salam buat ibu ya, Adis mau ketemu ibu bang!"


"ya, nanti. sekarang Abang juga pergi karena ada urusan pekerjaan.enggak apa apa kan?"


"ya enggak apa-apa, Adis juga lagi banyak tugas....!"


Adis senyum palsu, tentu saja dua bulan pernikahan mereka tapi ia tidak tahu siapa mertua nya.


Entah kenapa Adis merasa ada yang di sembunyikan oleh suami nya itu, tapi Adis tidak tahu apa!


"ya sudah, Adis bantu kamu beres kan pakaian ke koper...!"


"terimakasih sayang..."


Adis senyum lalu membuka pintu lemari.


Arsan memperhatikan Adis yang membereskan pakaian nya, wajah nya terlihat sendu.ia pergi untuk memberikan nya madu.


"maaf kan Aku , Adis...."


gumam arsan sendiri.


"ya nanti Adis hubungi cowok kulkas itu...."


"cowok kulkas....?" tanya arsan mengernyitkan dahi nya melihat Adis yang langsung terkekeh.


"ya, selain kaku dia juga dingin... enggak asyik..!" ucap Adis memanyunkan bibirnya.


Arsan Terkekeh lalu meraih bibir istri nya itu, merebahkan tubuh istrinya lalu mencium nya mesra.


"aku akan sangat merindukan mu...."


ucap Arsan mencium kening Adis lama.


"Adis juga akan merindukan mu bang, cepat hubungi Adis kalau kamu sudah sampai di sana...!"


"ya sayang.....!" ucap Arsan lalu beranjak mengajak Adis keluar dari kamar.


beberapa hari kemudian....


Adis menatap ponselnya, tiga hari tak ada kabar sama sekali dari Arsan, mencoba menghubungi juga nomor Arsan tidak aktif.


Adis mencoba menghubungi Arid untuk menanyakan keberadaan Suaminya itu.


"halo..... Bang!"


"ada apa nona Adis?"


ujar Arid di telpon.


"kenapa aku tidak bisa menghubungi bang Arsan...?"


tanya Adis Langsung.


"aku tidak tahu, karena aku di kantor tengah mengurus pekerjaan...!"


"lalu kemana aku menghubungi Arsan selain nomor nya...!"


"aku tidak tahu nona, karena pak Arsan tidak mengatakan apa-apa saat pergi, ia hanya menitipkan nona pada saya!"

__ADS_1


Adis mendesah...


"ia pikir aku barang di titipkan segala...!" guman Adis langsung menutup telponnya.


"mungkin Arsan memang sibuk.....!"


ucap Adis lalu beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


***


Arsan menatap seorang perempuan yang terlelap dalam dekapan nya, ia tidak berdaya melihat perempuan itu hancur karena diri nya.


pagi itu ia sampai di Australia bersama Salsa, keduanya menikah di hadapan ibu Arsan yang tak mengetahui bahwa Arsan sudah menikah.


"Arsan......"


ucap salsa tersenyum membuka matanya.


"kamu harus janji untuk sabar dan menjaga rahasia ini...."


salsa mengangguk lalu mengecup bibir Arsan.


Adis kembali terperanjat saat gelas tiba tiba terjatuh dan pecah berserakan.


"non......."


ucap pembantu menghampiri, sementara Adis terpaku menatap pecahan gelas yang berserakan di bawah.


lalu terdengar suara lemparan batu dari luar rumah.


"apa itu bi....." ucap Adis melangkah menjauh dari serpihan gelas tersebut.


"biar bibi bersihkan serpihan gelasnya non....."


Adis mengangguk lalu melangkah ke luar, terlihat kaca di depan rumah pecah, sebuah batu berada di dalam rumah.


"astaghfirullah.. siapa yang melakukan hal ini....?"


ucap Adis memungut batu tersebut.


"ada apa non....?"


"masya Allah....non, siapa yang melempar batu ini...?" ucap pembantu melihat kaca jendela pecah.


Adis menggeleng kan kepalanya, merogoh ponselnya untuk menghubungi Arid. karena arsan sampai saat ini tak bisa di hubungi.


"Halo....?"


"ada apa dis....!"


"datang ke rumah sekarang juga!"


ucap Adis langsung menutup telponnya.


Adis duduk di kursi menatap air yang tenang dalam kolam renang."bang kenapa aku tidak bisa menghubungi mu? apa kamu sedang sembunyikan sesuatu dari ku, Kenapa kamu menghilang begitu saja....?"


**


"kamu kenapa de...?"


tanya Arsan saat melihat Adis meremas perut nya.


"keram bang, seperti nya Adis mau menstruasi lagi....!"


Adis Menilik wajah Arsan yang langsung meredup mendengar hal itu.


"oh ya sudah, Mungkin usaha Abang belum maksimal......!"


ucap Arsan mengulum senyumnya.


Adis termenung mengingat percakapan mereka waktu itu, mungkin ia sudah hamil jika tidak mengkonsumsi obat tersebut. apa arsan marah karena ia belum hamil.


"Adis......"


Arid menghampiri gadis yang tengah melamun dengan wajah sendu.


"ada apa....?"


"ada yang melempari batu kedalam rumah hingga kaca nya pecah.... sementara aku tidak bisa menghubungi suami ku..."


ucap Adis menunduk.


"aku akan panggil tukang untuk mengganti kaca itu...." ucap Arid namun tidak ada jawaban dari adis yang mematung sendiri.

__ADS_1


bersambung.....


terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya.


__ADS_2