
Adis termenung sendiri di dalam ruangan itu, pria itu tak membiarkan nya pulang.
"kenapa kamu tidak mau melepaskan ku? kamu ingin Arsan membayar hutang ayah nya? begitu?"
tanya Adis dengan gemeretak Gigi nya.
"aku sudah bercerai dengan Arsan dan saat ini aku tidak ada urusan dengan keluarga nya lagi, aku mau pulang!"
ucap Adis menunduk tak dapat menahan air mata yang jatuh dari mata nya.
rasa sakit mencabik-cabik relung jiwa nya, Masih tak percaya dengan kenyataan yang ada, bahwa selama ini Arsan hanya mempermainkan nya.
"aku tahu, tapi aku menahan mu di sini karena aku ingin membantu mu untuk sembuh dari penyakit itu...!
sejak kapan kamu terkena leukemia?"
tanya Hans menatap perempuan yang menyeka air matanya.
"membantu?"
tanya Adis terkekeh kecil sambil menghapus air matanya.
"aku tidak percaya, kamu bahkan hendak menyentuh ku...aku tahu akal mu, aku tidak punya urusan dengan mu, aku mau pulang!"
ucap Adis terisak, merasakan tubuhnya terasa sakit.
"aku hanya menakuti mu, aku tidak bermaksud untuk menyentuh mu....!"
ucap Hans tertegun melihat Adis yang langsung meringkuk menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sambil menangis.
"Adis....!"
"aku mau pulang....!"
ucap adis terbata dalam tangisnya.
"ya, aku akan mengantarmu pulang!
tapi ikut dengan ku sebentar saja....!"
"aku tidak mau ......!"
ucap Adis masih tergugu, tubuhnya bergetar menahan rasa sakit.lebih sakit lagi saat ia mengingat Arsan.
"pandai nya kamu bersandiwara bang, aku tidak menyangka semua cinta mu semu..."
ucap Adis menangis.
Hans masih berada di hadapan Adis yang tengah menangis, ia tahu jika Adis menangis mengingat Arsan.
"berjanjilah untuk tidak pergi selain dengan ku..."
ucapan Arsan terngiang di telinga adis yang masih menangis.
"tapi kenapa justru kamu yang pergi bang? bahkan Kamu tak segan-segan mencerai kan ku"
ucap Adis menyentuh dadanya yang terasa sesak.
***
kemana kah kini harus ku pergi...
mencari kepingan hati ku kasih...
dan kemana kah janji yang telah kau ingkari
hilang sudah tak lagi bertepi....
apa yang terjadi pada cinta suci ini
setelah sekian lama ku yakini
mengapa kau pergi..?
berjanji tak akan kembali
kau hancurkan hati ini..
__ADS_1
karena dirimu
Persembahkan jiwaku...
ku serahkan hanya kepada mu.
dan karena dirimu, nadi ku mencari
berharap kau mengembalikan hati ku....
karena mu serahkan semua hatiku.....
terangkan kemana ku cari kini.....
tery ( kepingan hati.....)
Hans pergi meninggalkan Adis saat tak terdengar lagi Isak tangis dari balik selimut, seperti nya perempuan itu tertidur karena terlalu lelah menangis.
***
Arsan mencoba menghubungi Hans namun tak ada jawaban, datang ke kediaman Hans pun pria itu tidak ada. kemana ia harus mencari Adis?
"aku tidak tahu kenapa Hans harus ikut campur masalah ini?"
ucap Bastian yang mengetahui jika Hans membawa Adis pergi.
"selamat pagi pak, ada yang datang dan ingin bertemu pak Bastian?"
ucap sekertaris Bastian masuk ke dalam ruangan.
"siapa?"
"pak Alif Ibrahim...atau pak Ibra?"
mendengar nama itu Bastian langsung mengepalkan tangannya.
"suruh masuk?"
ucap Bastian.
gumam Bastian.
Ibra dan Wira masuk ke dalam ruangan kebesaran keluarga Widodo.
"berani juga kamu ya...?"
tanya Bastian tanpa basa-basi.
"aku tidak tahu harus bicara apa? dari awal aku sudah minta maaf....!"
"maaf mu tak membuat Alya hidup!"
ucap Bastian dengan tatapan kebencian.
"aku tahu, tapi kenapa harus adik ku yang kamu jadikan sasaran...!"
"agar kamu merasakan apa yang aku rasakan?"
ucap Bastian membuat Ibra jengah.
"apa yang kamu dapatkan? kepuasan?
aku dan Alya memang saling mencintai tapi aku tidak bisa menikahi wanita yang hamil karena orang lain? kenapa aku yang harus menanggung kesalahan orang lain?"
ucap Ibra dengan tatapan pilu, hal yang tak pernah ingin ia bahas terpaksa ia ungkap.
"tapi Alya hanya mencintai mu.....!"
ucap Bastian.
Ibra dan Alya menjalani hubungan jarak jauh selama dua tahun, Ibra sendiri waktu itu tengah melanjutkan S2 nya di London.
malam itu alya pergi ke klub malam bersama teman teman nya, dia mabuk dan tanpa sadar melewati malam dengan seseorang yang tak di kenal nya hingga ia hamil, meski Bastian menemukan orang tersebut namun Alya hanya ingin menikah dengan Ibra.
"Alya enggak mau menikah dengan pria lain selain Ibra... Alya hanya mencintai Ibra kak...!"
ucap Alya sambil terisak.
__ADS_1
"tapi apa Ibra mau menerima keadaan kamu Al....!"
tanya Bastian.
"alya akan coba bicara dengan Ibra!"
ucap Alya lalu menghubungi Ibra yang kebetulan berada di Indonesia, ia tengah liburan musim dingin.
"bang, aku ingin menikah dengan mu...!"
ucap alya saat mereka bertemu.
"menikah?"
Alya mengangguk.
"tapi aku masih kuliah....aku tidak bisa?!"
"tidak apa-apa.....aku akan Ikut dengan mu nanti ke London...!"
ucap Alya tanpa memberi tahu tentang kehamilan nya.
Ibra memberanikan diri untuk mengatakan hal itu pada ibu nya karena ia juga mencintai alya, santi sendiri mengizinkan karena khawatir jika mereka terlalu lama berpacaran.
sebulan berlalu, keduanya mempersiapkan acara tersebut, namun Ibra membatalkan rencana pernikahan itu saat seseorang memberi tahu keadaan Alya yang sebenarnya.
"kenapa kamu enggak cerita sama aku kalau kamu hamil...?
aku pikir kamu perempuan terhormat?"
ucap Ibra membuat Alya terperangah.
"kamu bilang cinta sama aku tapi apa yang kamu berikan bekas orang lain?"
"maafkan aku, aku terpaksa merahasiakan hal itu, aku takut jika aku jujur kamu tidak mau menerima keadaan ku...aku hanya ingin menikah dengan mu!"
ucap Alya terisak.
"karena aku hanya mencintai mu bra, aku hanya ingin hidup dengan mu!"
"tapi aku tidak bisa, aku merasa tertipu...aku akan membatalkan rencana pernikahan kita!"
ucap Ibra pergi meninggalkan Alya yang langsung menangis.
keluarga Alya berpikir bahwa sebelumnya Ibra sudah mengetahui hal itu Hingga mereka kaget saat Ibra datang dan mengatakan kalau ia akan membatalkan pernikahan itu.
Bastian merasa sakit hati, bukan karena berita pernikahan yang sudah terdengar oleh kerabat beserta teman-temannya namun kepergian alya yang tiba tiba karena bunuh diri yang membuat Bastian sakit hingga menyisakan sebuah dendam.
"kak, aku hanya mencintai Ibra.
aku salah tapi aku hanya ingin hidup dengan nya, jika ibra tidak mau hidup dengan ku untuk apa aku hidup.....!"
pesan terakhir dari alya yang sempat membuat keluarga terpuruk.
Ibra sendiri tak menyangka kalau Alya senekat itu hingga mengakhiri hidupnya hanya karena cinta dan ambisi.
"aku tahu aku salah, tapi aku takut kalau aku jujur kamu enggak mau menerima ku,dan ternyata benar apa yang aku takutkan itu terjadi....aku cinta kamu bra...!"
"aku kecewa sama kamu, orang lain yang menikmati nya lantas kenapa aku yang harus terkena getah nya....kamu pikir cinta seperti apa yang kamu miliki, sedang kamu tak bisa menjaga apa yang seharusnya kamu persembahkan untuk orang yang kamu cintai...!"
ujar Ibra membuat Alya semakin terpuruk.
"aku tidak bisa menjadi bagian dari hidup mu...."
"tapi aku cinta kamu bra....!"
"simpan saja....!"
ucap Ibra meninggalkan Alya yang menangis tergugu.
kisah itu yang juga membuat ibra masih sendiri hingga kini, bukan karena tak ada yang lebih baik dari Alya. tapi Ibra yang belum siap untuk membuka pintu hati nya, karena yang ia rasakan adalah ia yang juga mencintai perempuan itu, namun kenyataan begitu memilukan, Ibra sendiri tak pernah berpikir bahwa Alya akan senekat itu hingga ia pun menyesali keputusan nya.
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir.
😍😍😍😍
__ADS_1