
Arsan terbangun dari tidurnya dan melihat jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, ia beranjak perlahan dari pelukan istri nya itu.
membuka pintu balkon dan terlihat awan masih gelap dengan angin berhembus menembus pori pori wajah nya.
"seperti nya kamu menikmati semua itu Ar, apa kamu jatuh cinta pada perempuan itu"
tanya salsa semalam saat mereka makan malam.
"maafkan aku jika aku menyakiti kamu...." ucap Arsan tanpa menjawab pertanyaan itu.
"aku tidak ingin hubungan kita berakhir...."
ujar salsa menggenggam tangan Arsan.
"Aku tahu, tapi aku takut akan semakin melukai mu, jangan lagi bertahan karena itu akan menyakitkan...lupakan aku sa!, mulai lah kehidupan kamu yang baru tanpa harus menunggu aku...."
ucap Arsan membuat salsa menitikkan air matanya.
"semudah itu, apa kamu serius dengan perempuan itu? bagaimana jika dia tahu kalau kamu hanya berniat mempermainkan nya?"
ucap salsa berusaha untuk tegar.
"ya, aku tahu mungkin hal itu akan jadi bumerang yang menghancurkan pernikahan ku... tapi aku merasa egois jika aku tetap mempertahankan mu, tentang bagaimana kedepannya nanti aku hanya ingin membebaskan mu...."
Salsa terkekeh dengan mata berkaca-kaca.
"mudah nya kamu berpaling dari ku Ar, kamu menganggap enteng perasaan ku... setelah apa yang sudah kita lalui bersama."
"ya tapi aku merasa tak pantas untuk mu...biar aku hancur sendiri...!"
"tapi kamu lebih dulu menghancurkan ku...!
aku hanya mengingatkan kamu Ar, dan aku tidak pernah main main dengan keinginan ku.."
ucap salsa menatap wajah Arsan.
"aku tidak akan membiarkan perempuan itu bahagia meski pada akhirnya dia akan mengalami hal yang serupa dengan ku, tapi aku tidak rela karena dengan mudahnya Arsan berpaling dari ku..
kamu bahkan lupa misi mu apa?"
gumam salsa sendiri dalam hati menahan kepedihan nya, Namun tak menampakkan nya di depan Arsan.
...****************...
"bang....."
ujar Adis memeluk Arsan dari belakang membuat nya terperanjat.
"Adis kamu sudah bangun?"
tanya Arsan.
"Abang kenapa? seperti memikirkan sesuatu?"
"enggak apa-apa. Abang mikirin kamu.."
ucap Arsan mengangkat tubuh gadis itu ke atas Ranjang.
"aku kedinginan....?" desis Arsan mencium leher jenjang milik istri nya itu mencumbu nya untuk kembali melakukan penyatuan.
**
Adis tersenyum mengingat percintaan mereka tadi, Pagi yang selalu terlewatkan dengan indah.
"bikin sarapan apa?"
tanya arsan duduk di kursi meja makan menatap wajah istri nya yang merona.
'ah dia begitu indah....'
"roti sandwich.... enggak bisa masak yang lain!"
ucap Adis senyum sambil memberikan roti tersebut.
"enggak apa-apa, nanti siang ada pembantu yang akan membantu kita mengurus rumah ini...."
ucap Arsan mengajak Adis untuk duduk di pangkuan nya.
"oh gitu.... tapi Adis bisa ngurus rumah ini sendiri...!"
"masa sih...?"
tanya Arsan senyum.
Adis mengangguk menatap wajah tampan Arsan.
jantung nya berdetak kencang saat Arsan menyelip kan rambutnya yang tergerai ke belakang telinga.
beberapa hari terlewati dengan begitu indah karena Arsan yang begitu lembut padanya.
"ya sekarang lagi enggak sibuk, tapi nanti setelah kamu masuk kuliah kamu pasti sibuk... enggak apa-apa cuma satu orang!"
ucap arsan menyuapi sandwich berisi Telur itu.
"enggak apa-apa kan Abang tinggal ke kantor...!
nanti Abang suruh asisten Abang untuk cari informasi di salah satu universitas di Bandung...!"
Adis mengangguk.
"oh ya, katanya kita mau ke supermarket bang...!"
__ADS_1
"ya, nanti sore saja pulang kerja. atau kamu mau berangkat sendiri?"
ucap Arsan lalu merogoh dompet dan memberikan dua buah ATM.
"nanti Abang suruh Arid untuk antar kamu...!"
ucap Arsan.
"Arid...?"
"ya, dia itu asisten Abang..."
"oh Ya sudah....!"
ucap Adis lalu beranjak namun Arsan menahan nya.
"i love you...."
ucap Arsan mengecup bibir istrinya.
"jadi malas ke kantor de...."
ucap Arsan melepaskan pautan bibir nya.
"pekerjaan Abang banyak, kalau tidak Abang akan memilih di rumah bersama kamu!"
ucap Arsan membuat Adis terkekeh lalu memeluk tubuh hangat pria itu.
"ya sudah Abang berangkat ya!"
Adis mengangguk lalu mengantarkan Arsan ke depan rumah.
"hati hati ya bang!"
ucap Adis mencium tangan Arsan.
"ya, kamu baik-baik ya di rumah!"
Adis mengangguk lalu masuk ke dalam rumah setelah Arsan pergi.
semua pekerjaan rumah selesai ia kerjakan, liburan yang cukup membosankan, Adis duduk di kursi dekat taman, Teringat liburan semester pertama dengan ketiga teman teman nya dan sekarang mereka sudah terpisah untuk memilih jalan hidup masing-masing.
"rindu mereka..?"
ucap Adis menatap potret kebersamaan mereka.
tok tok.....
terdengar seseorang mengetuk pintu membuat Adis langsung beranjak menghampiri.
"Assalamualaikum....Nona Adis?"
ucap pria tampan memakai kemeja berwarna biru muda.
"saya Arid, asisten pak Arsan. beliau menyuruh saya mengantar Anda berbelanja....!"
"oh......"
ucap Adis lalu menilik penampilan pria itu, seperti nya usia nya lebih muda dari Arsan.
tampan namun terkesan dingin.
"tunggu sebentar, aku ambil tas dulu!"
ucap Adis lalu beranjak dan terdengar ponsel nya berdering.
"Halo dis....!"ucap Arsan saat Adis menerima panggilan tersebut.
"apa Arid sudah datang..."tanya Arsan.
"ya Bang, Adis udah mau jalan...!"
ucap Adis, ia duduk di belakang kemudi.
"maaf ya Abang enggak bisa temani kamu berbelanja kerjaan Abang lumayan banyak...!"
"ya enggak apa-apa....!"
"beli lah semua kebutuhan kita, terutama kamu..." Tutur Arsan dan di pahami oleh Adis.
"ya bang....!"
ucap Adis singkat karena ia sudah sampai di pusat perbelanjaan itu.
"ya sudah, kamu hati hati ya!"
ucap Arsan lalu menutup telfonnya.
"um... bang Arid ikut masuk ya, nanti bantuin bawa belanjaan nya!"
ucap Adis membuat Arid tertegun karena Adis memanggil nya dengan sebutan Abang.
"Jangan panggil Abang?"
"kenapa?"
"panggil Arid saja?"
"enggak enak, kamu lebih tua dari ku.."
ucap Adis sambil berjalan memasuki mall.
__ADS_1
"tapi saya bawahan pak Arsan.."
"tidak apa-apa, biar lebih akrab saja. jangan kaku seperti itu...!"
"tapi saya tidak bisa bersikap akrab dengan anda nona?"
ucap Arid membuat Adis tertegun.
"ya sudah terserah kamu saja.
diam diam Arid memperhatikan Adis yang memang masih sangat muda, selain cantik perempuan itu juga ramah.
gegas arid memalingkan wajahnya dari Adis, khawatir mengagumi kecantikan istri atasan nya itu.
Adis tampil dengan kemeja kotak kotak berwarna Navy dengan celana jeans berwarna hitam sedikit longgar di tambah Pasmina berwarna Navy.
"kamu kenapa?"
tanya Adis memperhatikan Arid yang terlihat kaku.
"tidak apa-apa....!"
ucap Arid lalu mengambil beberapa barang.
"apa kamu sudah lama kerja dengan Arsan.."
tanya Adis sambil menaruh barang belanjaan ke dalam troli yang Arid dorong.
"sudah....!"
"berapa lama...!?" tanya Adis.
"lima tahun....!" ucap Arid singkat.
Arid cukup tampan, Tubuh nya juga tinggi dan atletis.tak jauh beda dengan Rey.
Adis Menoleh pada Arid yang memalingkan wajah dari nya.
"jangan kaku seperti itu, kamu tahu di kota ini aku belum punya teman, karena kamu orang pertama yang aku kenal jadi jangan bersikap seperti itu...!"
"Anda adalah istri bos saya, mana Bisa saya bersikap layaknya seorang teman...!"
"ya, sudah terserah kamulah..!"
ucap Adis berjalan lebih dulu.
Arid memperhatikan Adis yang tengah memilih buah buahan juga sayuran.
beberapa pasang mata memperhatikan Arid yang memang tampan dan menyita perhatian kaum perempuan.
"aku sudah selesai berbelanja untuk kebutuhan di dapur...Aku mau ke atas untuk membeli beberapa kebutuhan yang lain nya, kamu bawa ke mobil lalu kembali...!"
"untuk apa?"
"ya membantu ku membawa kan belanjaan yang lain nya...!"
Arid mengangguk lalu mengikuti Adis dari belakang.
"cakep banget.... serasi ya!"
ucap salah seorang yang mengantri di samping Kasir yang lain nya.
Adis menoleh pada Arid yang tak Menggubris desas-desus mereka.
"kamu yang bayar, aku tunggu di sana!"
ucap Adis lalu pergi meninggalkan Arid di depan kasir.
setelah selesai membayar Arid membawa belanjaan mereka ke mobil lalu kembali menemui Adis yang berada di butik muslim.
"nona... apa anda sudah selesai?"
tanya Arid melihat beberapa belanjaan.
"sudah, ayo kita pulang!"
ucap Adis Berjalan lebih dulu, Arid membantu membawakan beberapa paper bag.
"ah....."
Adis terperanjat saat tiba tiba seseorang mendorong tubuh nya hingga ia tersungkur.
"nona, anda hati hati?"
ucap Arid mendekati Adis, sementara Adis memperhatikan seorang wanita yang langsung pergi setelah mendorong nya cukup kuat.
"siapa sih orang itu? Kok tiba-tiba dorong aku!?"
ujar Adis memperhatikan perempuan yang menggunakan kerudung berwarna merah maroon.
"nona....!" ucap Arid membantu adis untuk duduk di kursi.
"nona tidak apa apa?"
"lumayan sakit, kamu tahu enggak sih tadi siapa, Kok tiba-tiba dorong aku!"tanya Adis sambil meringis.
"tidak tahu, mungkin tidak sengaja..."
ucap arid meski sebenarnya Arid sendiri kaget saat melihat salsa melakukan hal itu pada Adis, pasalnya Arid tahu salsa adalah mantan kekasih Arsan.
namun entah apa yang terjadi saat Arsan memutuskan hubungan mereka dan menikah dengan gadis yang belum lama di kenal nya, gadis itu meringis karena lutut nya nyeri.
__ADS_1
bersambung...
terimakasih yang sudah mampir 😍😘😘