
beberapa waktu berlalu, Adis semakin akrab dengan regina. keduanya sering ngobrol dan makan bersama di kampus.
meski berbeda jurusan namun keduanya selalu janji bertemu, regina yang supel dan ramah membuat Adis nyaman berteman dengan regina, adis tak mengetahui bahwa regina adalah adik dari seorang pria yang ia cintai.
"dis, kalau enggak ada kelas lagi main yuk ke rumah ku..."
ajak Regina saat keduanya selesai menjual steak ayam.
"ya tapi aku ada tugas re.. besok saja bagaimana?"
ucap Adis membantu regina membereskan dagangan nya.
"besok weekend ya, tapi besok aku jualan di dekat area sungai Thames dengan kakak ku, nanti kamu ke sana saja!"
ucap regina merangkul pundak Adis.
"nanti aku kenalin kamu sama kakak ku..."
ucap regina membuat Adis menoleh.
Adis tertegun, musim dingin telah tiba. terkadang datang badai salju yang tak terduga.
"aku tidak janji ya re, karena musim dingin sudah tiba, aku malas keluyuran kalau udara dingin...!"
ucap Adis yang tak pernah menceritakan tentang Arsan, ia simpan rapih memory tersebut. regina tak tahu jika Adis seorang janda. tak akan terlihat karena memang Adis masih sangat muda bahkan seumuran dengan nya.
"oh gitu, tapi kalau nanti cuaca nya cerah kamu datang ya ke sungai Thames dis..."
ucap regina dan di anggukan oleh Adis.
**
sore itu Arsan pulang dari kantor, semakin malas pergi ke kantor jika mengingat Sikap Yuda yang semakin seenaknya saja.
"kenapa Ar....?"
tanya Salamah Duduk di samping Arsan yang bersandar..
"Arsan ingin mencari pekerjaan yang lain Bu, di kantor ada yang tidak suka dengan Arsan..."
ucap Arsan menoleh.
"siapa? apa yang orang itu lakukan?"
tanya Salamah menatap wajah lelah anak nya itu.
"seseorang Bu, dia memerintah seenaknya saja."
ucap Arsan lalu melepaskan sepatu nya.
terbayang wajah Adis, dulu gadis itu yang menyambut nya pulang jika dalam keadaan penat seperti sekarang ini.
"ya sudah kamu sabar, kalau kamu tidak nyaman ya sudah cari pekerjaan lain saja....tadi salsa telpon ibu, dia bilang weekend ini ia akan datang ke London untuk berlibur, dia akan membawa Al untuk bertemu dengan ibu."
ucap Salamah membuat Arsan tersenyum, ia memang merindukan jagoan nya itu.
"ya sudah, sekarang kamu istirahat saja Ar.
ibu sudah memasak makanan kesukaan mu.."
ujar Salamah lalu beranjak pergi meninggalkan Arsan yang masih terduduk lemas.
"dis, ada di belahan Dunia mana kamu berada? beri tahu aku agar aku bisa menemui mu...."
ujar arsan menatap langit kamar hingga terbayang senyuman Adis saat ia manja.
**
__ADS_1
weekend...
Adis menatap jendela rumah tersebut, tampak salju turun dengan pelan. udara semakin dingin namun Adis penasaran bagaimana keadaan sungai Thames saat salju turun.
gegas ia masuk ke dalam kamar untuk mengambil jaket tebal milik nya.
"dis, kamu mau kemana?"
tanya ane saat melihat Adis tengah berjalan keluar.
"keluar sebentar Tante...!"
"ya sudah cepat pulang ya, khawatir ada badai salju...!"
Adis mengangguk sambil tersenyum.
tak berapa lama ia sampai di area sungai tersebut, tampak beberapa turis datang berkunjung.
Adis menghela nafas, ia mulai kedinginan dengan salju yang masih turun, jaket tebal yang ia pakai tak mengurangi rasa dingin tersebut.
beberapa kali ia meniup udara untuk mengurangi rasa dingin tersebut, lalu matanya terhenti saat melihat regina tengah berjualan pakaian hangat.
"re ..."
ujar Adis menghampiri.
"hai...Adis akhirnya kamu datang juga"
ucap regina yang langsung memeluk nya.
"kamu jualan apa lagi!?"
tanya Adis menilik dagangan wanita itu, tak memperhatikan seorang pria yang tengah menciumi bayi mungil yang baru saja datang.
"pakaian hangat, aku sih jualan apa aja yang penting jadi uang.."
ucap regina tersenyum lalu menarik tangan Adis.
ucap regina sambil berjalan mendekati seseorang yang memunggungi dagangan nya.
"kak.....ada teman Rere.."
ucap regina sedikit kencang membuat Arsan langsung menoleh.
keduanya tercengang saat keduanya bertemu.
"Adis ...."
ucap Arsan dengan tatapan tak percaya, ia masih mengendong Al.
Adis memundurkan langkahnya, rasa perih langsung merajam dadanya. menatap bayi yang tengah Arsan gendong. dan yang lebih sakit adalah saat seorang perempuan berada dibelakang Arsan.
"Aa kenal?"
tanya regina yang melihat kedua nya diam saling menatap satu sama lain.
"Adis..... kamu.."
ucap Arsan lalu memberikan bayi tersebut pada salsa yang berdiri di samping Arsan.
Gegas Adis membalikkan tubuhnya lalu berlari menjauh dari tempat itu.
"dis, tunggu...."
ucap Arsan yang langsung mengejar Adis.
"Adis......."
__ADS_1
teriak Arsan cepat mengejar langkah Adis.
"tunggu sebentar...."
ucap Arsan yang berhasil meraih tangan wanita itu.
"lepas....."
ucap Adis tanpa menatap Arsan.
Arsan terpaku dengan nafas tersengal menatap sikap dingin Adis yang langsung membuat nya beku.
Adis mendongak memberanikan diri menatap wajah Arsan yang memerah
*
"kamu tumben banget minta rujak bang, ini masih pagi loh...."
ujar Adis heran.
"kamu habiskan sendiri rujak itu bang...?"
Arsan Hanya tersenyum mengangguk.
"aneh non, pak Arsan minta di buatkan bekal rujak untuk makan siang di kantor?
non lagi hamil? kok pak Arsan bersikap seperti istrinya tengah hamil....!"
pertanyaan itu kembali memutar di benak nya, bayi itu seakan memberikan jawaban atas pertanyaan yang sempat membuat nya heran.
"aku dulu, atau perempuan itu lebih dulu?"
tanya Adis terkekeh kecil, air mata merembes keluar dari mata nya.
"aku bisa jelaskan sama kamu....!" ujar Arsan Iba melihat Adis yang menetes kan air mata nya.
"enggak, sekarang aku tahu...aku enggak butuh penjelasan kamu...!"
ucap Adis menunjuk wajah Arsan dengan telunjuk nya.
"dis, kamu dengar kan Abang sebentar saja!"
ucap Arsan memohon, ia bingung harus bagaimana? kedua nya kembali bertemu dalam keadaan sulit.
"Enggak, untuk apa? bukan kah kita juga sudah berpisah...jadi kamu enggak perlu jelaskan apa apa! karena aku juga bukan siapa siapa..."
ucap Adis dengan nafas memburu menahan perih tak terkira.
"maaf kan Abang dis... Abang ingin kamu tahu satu hal...."
tutur Arsan hendak meraih Tangan Adis namun Adis menepis nya.
"enggak, aku enggak mau tahu..kamu cuma nyakitin aku...puas kamu sekarang Arsan..."
ucap Adis lalu pergi meninggalkan Arsan yang mematung dengan air mata.
salsa dan regina terdiam membisu memperhatikan interaksi kedua nya.
salsa menyeka air matanya, sementara regina mematung tak mengerti dengan keadaan itu.
"dis... kamu harus dengar.
Abang hanya cinta sama kamu.."
teriak Arsan mengiringi langkah Gontai Gadis itu.namun adis menepis samar terdengar ungkapan cinta yang justru menyayat hati.
"kamu bilang cinta, lalu apa semua ini bang...kau benar-benar membunuh ku perlahan...." gumam adis mempercepat langkahnya menjauhi tempat itu.
__ADS_1
bersambung...
terima kasih yang sudah mampir 🙏😍