Suami Pilihan Kakak

Suami Pilihan Kakak
rusak.


__ADS_3

sebenarnya Adis malas untuk keluar, tapi ia merasa tidak enak saat Tante nya meminta menemani nya.


"dis, kalau kamu ada sesuatu bilang sama Tante ya, jangan kamu pendam sendiri!"


ujar Ane sambil memilih belajaan sementara Adis yang mendorong troli.


"ya Tante, Adis enggak apa-apa kok..."


ucap Adis tersenyum simpul.


"Ibra itu selalu telpon tanya keadaan kamu, dia itu khawatir sekali sama kamu...."


ucap ane menatap wajah Adis yang tanpa ekspresi.


"kamu kan sudah beberapa bulan ikut Tante, jadi jangan sungkan ya!"


Adis mengangguk.


"nanti kita makan siang dulu ya, Tante lapar..."


ucap Ane saat mereka di kasir.


"ya Tante....!"


ucap Adis singkat Lalu mengikuti langkah ane, lalu menelpon supir untuk membawa belanjaan mereka.


"kita mau makan apa dis..?"


tanya ane lalu masuk ke dalam restoran di dalam mall tersebut.


"aku ikut Tante aja....!"


"ya udah.....!"


ucap ane lalu memesan makanan.


Adis tertegun saat melihat salsa yang tengah duduk di restoran itu memangku bayinya, pandangan mata mereka bertemu.


satu hal lagi yang Adis ketahui saat menilik salsa bahwa Salamah adalah ibu Arsan yang pernah ia tolong.


semua begitu kebetulan namun tak mengungkapkan keadaan yang sesungguhnya hingga ia tahu yang sebenarnya.


salsa tidak menyangka bahwa ia bisa bertemu dengan Adis di restoran itu, teringat percakapan nya bersama Arsan semalam.


"langkah kedepannya gimana Ar...?"


tanya salsa yang sudah mengetahui tentang kehadiran Harun.


"aku belum tahu....


m, ibu juga tidak mau menikah lagi dengan ayah ku...?"


ucap Arsan mengingat penolakan sang ibu pada ayahnya.


Salamah bilang ia lebih memilih untuk hidup sendiri karena keadaan sudah tak sama seperti dulu, ia juga sudah tua dan memikirkan perasaan regina.


Salamah hanya meminta Harun untuk membantu Arsan menghadapi masalah nya.


"saat ini aku memang membutuhkan Harun untuk bangkit dan menunjukkan pada Bastian kalau aku masih mampu berdiri meski ia sudah menghancurkan ku...aku memiliki seseorang yang mengangkat ku dari keterpurukan dan aku ingin memperbaiki semua kesalahanku pada Adis...aku minta maaf pada mu sal....!"


ucap Arsan menunduk. cinta itu memang telah menjadi milik Adis seutuhnya, dan salsa mencoba untuk menerima semua itu.


"meski aku belum tahu apa Adis masih mau menerima ku yang mungkin sudah rusak di mata nya....!"

__ADS_1


ujar Arsan menghela nafas.


**


Salsa beranjak dari duduknya memberikan Al pada sepupunya yang ikut berlibur dengan nya.


Adis tertegun saat salsa melangkah mendekati nya.


"ini Poto siapa bang?"


tanya Adis dulu saat melihat potret salsa yang menghiasi layar sentuh milik Arsan, tentu saja hal itu membuat nya kembali merasakan perih.


Arsan berbohong dan mengatakan bahwa itu adalah kakak perempuan nya, padahal ia hanya memiliki kakak sepupu dan itu juga laki laki.


"Adis...


selamat siang Tante...!"


ucap salsa menyapa ane yang baru saja selesai makan begitu juga dengan Adis.


"ya, kamu teman Adis?"


tanya ane ramah karena melihat Adis tampak dingin.


"ya, nama saya salsa...."


ucap salsa mengulurkan tangannya pada ane.


"Ane... Tante nya Adis!"


ucap Ane, netra nya beralih pada Adis yang diam.


"dis, aku mau ngobrol sebentar sama kamu, bisa...?"


Adis beranjak dari duduknya tanpa mengatakan apapun, ia benar benar malas semua itu terlihat dari sikap nya yang acuh.


"Tante.... Adis bicara dengan salsa dulu, kalau Tante mau pulang duluan tidak apa apa. nanti Adis pulang sendiri saja!"


ucap Adis berbalik pada Ane yang tertegun.


"kamu yakin akan baik baik saja...!"


tanya ane menyelidik.


"ya, Adis akan baik baik saja!"


ucap Adis mengikuti langkah salsa setelah pamit pada ane.


keduanya duduk di kursi taman yang tak jauh dari lokasi mall, Adis bersikap dingin tak sedikit pun menoleh kearah salsa.


"langsung saja, tidak usah banyak basa basi...aku tidak punya banyak waktu!"


ucap Adis memulai percakapan.


"kalau kamu ingin meminta Arsan, maka kamu salah jika bicara pada ku. karena aku dan dia sudah berlalu....!"


ucap adis lagi.


"aku dan Arsan juga sudah berlalu persis saat kalian bercerai..."


ucap salsa tertegun.


"bagaimana bisa aku bertahan dengan seseorang yang tidak mencintai ku...

__ADS_1


meski aku hadir lebih dulu, aku dan Arsan berpacaran lebih dari dua tahun, namun keadaan memaksa hubungan itu usai.


aku hampir stres bahkan gila karena arsan menikah Sama kamu, aku yakin Lidia Juga cerita sama kamu soal aku....!"


ujar salsa dengan nafas tersengal.


"kenapa harus gila atau depresi padahal kamu tahu pernikahan itu hanya sebuah permainan lantas kenapa kamu tidak menunggu hingga usai karena kamu tahu niat Arsan memang untuk membuat nya rusak..."


ucap Adis dengan tatapan kepedihan.


"aku tahu aku salah dan itu terjadi karena Arsan mengatakan bahwa ia jatuh cinta sama kamu dis....aku yakin kamu juga mengerti posisi Ku.."


"aku paham, lantas aku harus memaklumi kalian yang mengambil keputusan menikah di belakang aku? setelah kamu berniat bunuh diri...? Begitu"


ujar Adis mengingat percakapan nya dengan Lidia.


ternyata salsa adalah sepupu Lidia, salsa adalah orang yang selalu ia ceritakan dulu saat di kampus.


"aku memaklumi nya karena dari awal juga semua hanya permainan belaka, hanya untuk balas dendam... niatnya juga untuk menyakiti ku meski aku tidak tahu apa-apa..


salah ku apa? aku hanya adik dari seseorang yang pernah membuat hidup seorang perempuan yang berakhir tragis karena sebuah cinta..."


ucap Adis mulai menangis.


"Aku benci kenapa bukan Bastian yang membalas kan dendam itu, kenapa dia harus menyuruh orang lain untuk membalas rasa sakit nya...!?"


ucap Adis membuat salsa tertegun.


"kalau kamu datang untuk mengatakan bahwa Arsan mencintai ku, aku tidak peduli lagi, semua sudah rusak. kenapa kalian tidak kembali saja, kenapa harus memperdulikan aku yang kehadirannya hanya sebatas korban...."


ucap Adis.


"apa kamu berpikir aku tidak teraniaya? hatiku kalian anggap apa? mudah kalian menikah lalu bercerai dan menyalahkan aku yang justru menjadi korban... kenapa?"


ucap Adis dengan geram, sakit ini tak tertahankan lagi.


"kalian bahkan punya anak....?"


ucap Adis menangis, ternyata Arsan bukan hanya bercumbu dengan nya. hal itu menambahkan kepedihan.


"cinta seperti apa bahkan ia tak tanggung tanggung memberikan luka, kau pikir aku sekuat pa?"


ujar Adis membuat salsa membeku.


"aku tahu aku salah, aku cuma mau bilang kalau Arsan hanya mencintai kamu....aku benar-benar minta maaf untuk semua kesalahanku karena memaksa arsan menikahi ku...."


"Kesalahan bukan hanya terdapat pada bagian sisi kanan tapi sisi kiri yang juga mendukung seperti hal nya Arsan yang menikmati semua itu...."


ucap Adis menelan Saliva kepedihan.


"dengan kejadian ini aku semakin sadar, bahwa aku salah karena mencintai nya...."


ucap Adis lalu beranjak pergi meninggalkan salsa Yang mematung sendiri.


Adis berjalan sendiri di sekitar sungai Thames,salju turun dengan teratur...


rasa dingin tak lagi ia rasakan, hati nya membeku mengingat ia yang begitu menyakitkan....


dari jauh seseorang memperhatikan posisi Adis yang termenung menatap sungai Thames, menggores kanvas putih mengikuti posisi Adis berdiri.


bersambung.


terima kasih yang masih setia....

__ADS_1


i love you...😍😍😍😍


__ADS_2