
Adis menepikan mobilnya di depan halaman masjid, waktu menunjukkan pukul satu siang.
ia berniat untuk melaksanakan shalat Dzuhur, namun gerak nya terhenti saat melihat seorang pria tengah tertawa bersama seorang anak laki-laki penjual kerupuk kulit.
semesta selalu saja mempertemukan nya dengan pria itu, padahal dia berpikir untuk tidak lagi mengganggu hidup pria itu karena kehadiran nya membuat hubungan nya dengan arsan memburuk bahkan Arsan tak segan mengeluarkan nya dari perusahaan padahal Arid adalah orang kepercayaan Arsan.
"bagaimana,Apa Arid sudah mengurus pendaptaran kamu di kampus?"
tanya arsan kala itu.
"dia itu orang kepercayaan Abang, dia punya skill yang baik. jujur bisa di andalkan meski sedikit dingin tapi sebenarnya dia itu baik hanya dia memang sedikit menjaga jarak dengan kaum perempuan...."
"kenapa...?"
"karena dia bilang, ingin jatuh cinta hanya pada perempuan yang menjadi istri nya, seperti hal nya aku... Kenapa kamu begitu mudah membuat ku jatuh cinta...."
ucap Arsan menatap Adis yang tersenyum sedikit terkekeh.
"jangan suka gombal pagi pagi, udah kenyang sarapan....!"
ucap Adis dengan wajah memerah saat Arsan mendekati lalu mengangkat tubuhnya.
"Bang.....!"
"kita renang.....!"
ucap Arsan lalu menceburkan dirinya bersama Adis ke kolam renang.
*
Adis menyeka air matanya mengingat semua itu,, itu masa saat awal awal mereka menikah, arsan begitu baik dan penuh kasih sayang.
Adis turun dari mobil, membuat pria itu langsung menoleh, Arid mengernyitkan dahi nya saat melihat Adis melangkah menghampiri nya.
"bang.....!"
ucap Adis senyum simpul.
"Adis....!"
Arid berdiri Menilik wajah Adis yang tampak sembab.
"bang, maafkan aku karena aku kamu di pecat...!"
ucap adis menunduk, tatapan nya sendu.
ia merasa tidak enak hati karena Arid sudah banyak membantu nya.
"tidak apa-apa Adis, aku baik baik saja.
aku memang berniat untuk berhenti bekerja karena aku akan melanjutkan S2 ku di Swiss...
aku tidak ingin terlalu percaya diri jika kamu sengaja mencari ku....!"
ucap Arid Terkekeh kecil.
"tuhan yang membawa ku ke tempat ini dan semesta yang mempertemukan kita, aku tidak berniat mencari mu... tapi tuhan yang mempertemukan kita di sini, aku hendak menemui Robb Ku..
terimakasih sudah banyak membantu, maaf jika aku banyak merepotkan....!
__ADS_1
aku tidak ingin menjadi beban Apa lagi memberatkan seseorang....."
ucap Adis lalu pergi meninggalkan Arid yang mematung sendiri, ia masuk ke dalam masjid besar itu.
"pacar nya kak?"
ucap anak kecil itu menyadarkan Arid yang merenungi penuturan Adis.
Arid masuk ke dalam masjid lalu Langkah nya terhenti melihat Adis yang tengah melaksanakan shalat Dzuhur sendiri.
"ya Allah... jika rasa sakit ini menjadi hidayah untuk ku, aku ikhlas... jika dengan ini aku lebih dekat dengan Mu, aku ikhlas...
ya Allah... tolong lapang kan hati ku menerima ketepatan MU....ya Allah engkau yang memiliki segalanya... tolong berikan hidayah MU untuk suami ku agar Kita bisa sama sama memperbaiki diri untuk menuju ridho MU,,ampun kan kami ya Robb....!"
ucap Adis Terisak membuat arid meneteskan air mata nya, satu satunya perempuan yang membuat nya pilu, Begitu beruntung nya Arsan memiliki perempuan setulus dia.
Arid duduk di tangga bersama anak kecil yang menjual donat, Menoleh saat melihat Adis keluar dari masjid.
"dis.....!"
ucap Arid menghampiri lalu memberikan plastik bungkusan berisi beberapa donat.
"apa ini bang?"
"donat, semua juga dapat?"
"dari kamu....?" tanya Adis memperhatikan seorang anak membagikan donat nya.
"enak dis, kamu coba saja!"
ucap Arid memakan donat tersebut di hadapan Adis.
ucap Arid senyum.
"terimakasih bang.....!"
Arid mengangguk lalu beranjak pergi menghampiri anak kecil itu membuat Adis tersenyum.
**
malam itu arsan pulang, waktu menunjukkan pukul delapan malam...
Arsan masuk ke dalam rumah, terlihat Adis tengah menata makanan bersama pembantu.
"assalamualaikum....."
ucap arsan lirih.
"walaikumsalam.......bang!"
ucap Adis menghampiri Arsan lalu memeluk tubuh lelah itu,Arsan membeku seketika saat Adis merengkuh tubuh nya.
"maafkan Adis ya bang!"
ucap Adis mendongak menatap wajah Arsan.
"adis mau Kita memulai semuanya dari awal, Adis janji tidak akan meminum obat itu lagi...."
Arsan memeluk tubuh istrinya itu erat, rasa sesak merajam dadanya. ia yang sudah banyak melakukan kesalahan hingga ia ragu apakah ia bisa memperbaiki semua nya.
__ADS_1
namun Adis yang justru meminta maaf ia bahkan melupakan kejadian tadi siang.
"kamu enggak salah, Abang yang salah dis... kamu enggak pernah salah.....!"
ucap Arsan mencium kening istrinya itu.
"ayo kita makan...Adis udah masak makanan kesukaan Abang sama bibi....!"
ucap Adis menarik tangan suaminya menuju meja makan.
Adis berpikir untuk memperbaiki semua nya dan melupakan semua yang terjadi yang tidak menyenangkan hati.
namun berbeda dengan Arsan yang merasa gelisah karena seseorang.
"jangan bermain main dengan ku, kamu memang bisa mengganti uang yang ku berikan tapi perjanjian kita tidak bisa di bayar dengan uang Arsan, kamu ingat kan salsa sedang hamil..
jangan macam-macam, aku bukan hanya bisa sekedar membuat mu kehilangan salah satu dari mereka, tapi aku juga bisa membuat mu kehilangan kedua nya bahkan anak dalam kandungan itu...."
ucap seseorang memberikan peringatan saat Arsan tak memperdulikan ocehan nya.namun kini ia terjebak oleh perasaan nya sendiri dalam permainan bodoh itu.
dadanya sesak menatap senyum yang mengembang di wajah istrinya itu, yang mungkin sebentar lagi akan berubah sendu.
**
Ibra menghampiri makam seseorang, sudah lama ia tidak berziarah ke makam perempuan itu.
ia sengaja datang ke Bandung untuk memberikan kejutan pada Adis, namun sebelum itu Ibra mendatangi makam seseorang yang pernah mengisi hati nya.
"Al ... bagaimana keadaan mu, kau tahu aku rindu, aku tak tahu kenapa aku tidak bisa melupakan mu, padahal kamu.....!"
ucap Ibra terkekeh lalu mendoakan perempuan yang sudah lama pergi.
"kamu memang pernah memberikan ku luka terhebat tapi rasa cinta ku jauh lebih hebat.. sampai saat ini aku masih saja tak bisa menemukan pengganti mu...
rasa cinta itu yang menjadi alasan ku tak pernah bosan mendoakan mu..."
ucap Ibra memberikan bunga berwarna putih itu lalu beranjak dari tempat itu, menoleh ke belakang sebentar lalu pergi.....
'masa lalu itu begitu indah sebelum badai datang menerpa......
namun aku sudah memaafkan mu....!
***
Arsan tertegun menatap ponselnya, salsa memberitahu nya bahwa ia akan datang ke Jakarta bersama ibunya, Arsan tidak pernah memberi tahu ibunya alasan ia menikahi salsa secara siri itu karena ia sudah memiliki istri sebelum nya.
"bang......"
ucap Adis memeluk Arsan dari belakang hingga membuat Arsan terperanjat.
prang......
seketika itu ponsel milik arsan jatuh hingga membuat kacanya pecah lalu mati.
"Adis apa yang kamu lakukan, kenapa kamu membuat ku terperanjat....?"
ucap Arsan dengan tatapan tajam membuat Adis membeku seketika.
bersambung....
__ADS_1
terimakasih yang sudah mampir 😍👍👍👍