Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Cemburu


__ADS_3

''Hai...'' Alex menyapa Sisil dengan senyum mengembang di bibir nya, membuat Sisil terpana dengan ketampanan Alex.


''Oppa dari mana saja si? seharian ini sibuk terus...'' Tanya Sisil dengan nada manja.


''Tadi tuan Lionel ngasih aku tugas'' Jawab Alex.


''Tugas apaan? kamu itu supir pribadi aku, seharusnya kamu izin dulu sama aku, kalau mau kemana mana.'' Ucap Sisil dengan nada ketus.


''Tapi Tuan Lionel yang gaji aku Sisil, malahan tadi pagi dia baru saja ngasih aku uang bonus.'' Jawab Alex.


''Ya sudah, sini aku pinjem handphone kamu sebentar.'' Pinta Sisil.


''Buat apaan?'' Tanya Alex.


''Sudah siniin aja''


Mau tidak mau akhirnya Alex memberikan handphone milik nya kepada Sisil. Dengan sigap Sisil menerima handphone milik Alex dan nge save nomor nya sendiri dengan nama kontak ''Sisil cantik"


''Nih sudah...'' Sisil memberikan kembali handphone milik Alex.


Saat Alex menerima handphone dari tangan Sisil, tiba tiba handphone nya pun berdering tanda panggilan masuk.


''Halo...'' Alex mengangkat telpon di depan Sisil, ''Ada apa Wid..?'' Ucap nya lagi sembari berjalan menjauh dari Sisil.


''Wid...'' Gumam Sisil, ''Wid.. siapa ya, kaya suara cewek'' tambahnya lagi. Dia berbicara sendiri menerka nerka siapa sebenarnya yang sedang menelepon supir tampan nya tersebut.


Entah mengapa ada perasaan aneh yang menyusup di dalam hati nya, seperti perasaan panas yang membara memenuhi seluruh isi hati nya.


Wajah Sisil tampak kesal ketika melihat Alex tertawa saat berbicara dengan orang yang sedang menelepon nya.


''Dasar Buaya...'' Umpat Sisil kesal, sembari melangkah kan kaki ke lantai 2 menuju kamar nya.


Selesai menelpon Alex hendak menghampiri Sisil, tapi dia sudah tidak melihat Sisil berada di sana. Akhirnya Alex pergi ke kamar nya untuk beristirahat.


Keesokan harinya.


Sisil sudah mulai kembali berkuliah, jam 9 pagi dia sudah siap dengan memakai kaos oblong berwarna biru serta jeans abu panjang, tak lupa tas berwarna hitam menggantung di tangan kanan nya.

__ADS_1


Alex sudah bersiap di dalam mobil, dia sudah siap bekerja mengantarkan Sisil kemanapun, sebagai supir pribadi nya.


Entah mengapa hari ini Sisil berbeda dari biasa nya, sepanjang perjalanan Sisil hanya terdiam, dia yang biasa nya terus berkicau seperti burung beo, hari ini dia benar benar mingkem tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Alex merasa heran dengan sikap Sisil, dia ingin menanyakan kepada Sisil kesalahan apa yang sudah dia perbuat, hingga membuat Sisil seperti ini.


''Kamu kenapa? tumben hari ini kalem?'' Tanya Alex tanpa menoleh ke kepada Sisil,karena pandangan nya masih fokus ke depan.


''Tidak apa apa,biasa aja.'' Jawab Sisil.


''Kalau ada masalah bilang sama aku,jangan diam aja kaya gini.'' Tambah Alex, yang kali ini dia sedikit menoleh wajah Sisil yang datar sedatar jalan raya yang ada di depan nya.


Sisil tidak menjawab pertanyaan Alex, dia juga sebenarnya bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya, mengapa dia bisa sangat kesal ini kepada Alex? apa karena Alex menerima telpon dari seorang wanita kemarin? hati nya terus bertanya tanya.


Akhirnya mereka sampai di kampus, Sisil keluar dari dalam mobil, dia langsung masuk ke dalam kampus tanpa berbicara sedikit pun pada Alex.


'Frisillia agatha, kamu kenapa si?'


Tanya Alex dalam hati nya. Dia memandang punggung Sisil yang perlahan menjauh, memasuki kampus.


Di Ruangan kelas Sisil tidak bisa berkonsentrasi dengan pelajaran nya, saat dosen sedang menjelaskan mata pelajaran pun, pikiran Sisil melayang entah kemana. Bahkan ketika dosen melayangkan pertanyaan padanya, Sisil hanya celingak celinguk tidak mengerti.


''Iya Bu... saya minta maaf, saya sedikit tidak enak badan, saya akan berusaha menyimak dengan baik penjelasan ibu'' Jawab Sisil.


''Kalau kamu masih melamun saat saya sedang menjelaskan, kamu akan saya kasih nilai D.'' Jawab Ibu dosen dengan tegas.


''Saya minta maaf Bu.'' Ucap Sisil dengan penuh penyesalan.


''Baik, sampai di sini dulu pembahasan kita hari ini, tugas hari ini silahkan kalian lihat lihat dalam buku panduan halaman 201, di kumpulkan paling lambat Minggu depan.'' Ucap Ibu dosen dengan suara menggelegar di dalam ruangan kelas.


''Baik bu.'' Yang di jawab serentak olah seluruh mahasiswa dan mahasiswi di dalam kelas.


Setelah kuliah selesai, Sisil keluar dari ruangan kelas, langkah nya masih lemas dengan pandangan kosong ke depan, fikiran nya masih berselancar entah kemana, hingga saat berjalan kepala Sisil hampir saja menabrak tiang besar yang berada di depan nya.


Untung saja ada sebuah tangan yang dengan sigap menutup kening Sisil, yang membuat kening nya selamat tanpa menyentuh tiang besar itu, karena di gantikan oleh tangan besar yang masih menempel di kening Sisil.


''Kalau jalan hati hati.'' Ucap si pemilik tangan.

__ADS_1


''Alex... ngapain kamu di sini? bukan nya tungguin aku di mobil.'' Ucap Sisil dengan nada heran.


''Aku khawatir sama kamu, dari pagi kamu diam saja, dan sekarang kamu hampir daja ke jedot tiang.'' Ucap Alex.


''Tidak usah peduli in aku, kamu urus saja pacar kamu yang kemarin sore nelpon.'' Jawab Sisil dengan melangkah kan kaki nya, menjauh dari Alex.


Alex tersenyum geli mendengar ucapan Sisil. Dia berjalan di belakang Sisil dengan senyum di bibir nya. Para mahasiswi yang berada di sana tak henti hentinya memandang Alex dengan saling berbisik satu sama lain, Mereka semua terpana oleh ketampanan Alex.


''Frisiilia... tunggu...'' Ucap Alex yang masih tersenyum geli.


'Oh jadi gara gara itu,kamu jadi marah sama aku'


Ucap Alex dalam hati nya.


Sisil sampai di parkiran tempat mobil nya berada, dia langsung masuk ke dalam mobil, wajah nya masih cemberut menahan kesal.


Alex yang menyusul di belakangnya juga langsung masuk ke dalam mobil. Wajah nya masih senyum senyum sendiri menahan tawa, dia merasa lucu dengan tingkah Sisil.


''Frisillia...'' Ucap Alex, ''jadi karena itu kamu seharian marah sama aku?'' Tanya Alex dengan tersenyum.


''Au Akh gelap...'' Sisil menjawab dengan wajah sebal.


''Dengerin aku ya, anak manja.'' Alex menatap Sisil, ''yang kemarin nelpon itu Widya,dia adik bungsu aku, dia masih sekolah di bangku SMP.'' Alex mencoba menjelaskan.


Sisil kaget mendengar penjelasan Alex, wajah nya yang dari tadi menahan kesal kini berubah merah semu karena menahan malu.


''Jangan jangan kamu cemburu ya?'' Tanya Alex dengan nada meledek.


''Apaan... siapa yang cemburu?'' Ucap Sisil mengelak.


''Sudah jujur saja,'' jawab Alex sambil memasangkan sabuk pengaman di badan Sisil, ''lain kali tanya dulu, jangan langsung marah saja, wajah kamu jadi jelek tau kalau marah kayak gitu.'' Tambah nya lagi sembari merapihkan sabuk pengaman di badan Sisil.


Wajah Sisil masih merah bersemu, dia bahkan tidak bisa mengatakan apapun.


'Apa ia gue cemburu? Ternyata seperti ini yang nama nya perasaan cemburu'


Ucap nya dalam hati.

__ADS_1


****


Jangan lupa tekan like,vote sam kasih hadiah nya ya. Terima kasih.


__ADS_2