Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Kasih sayang seorang ayah


__ADS_3

Sisil memegang dada nya yang terasa berdebar. Dia membelalakan mata nya saat dia merasakan kalau dada nya sudah tidak memakai Br**. Dia menengok ke dalam selimut tebal nya.


Alangkah kaget nya saat dia melihat tubuh nya sudah tidak memakai baju yang sama seperti yang dia kenakan tadi siang.


'Alex ngegantiin baju aku?'


Dia bergumam sendiri. Otak Sisil berputar putar mencoba mengingat apa yang sudah terjadi. Dia baru sadar kalau memang dialah yang meminta Alex untuk membantu nya berganti pakaian yang basah terkena air hujan, tapi selebihnya dia tidak mengingat apa pun lagi.


Lantas dia duduk di atas tempat tidur, dia berfikir keras mencoba mengingat kejadian yang baru saja terjadi pada dirinya, tapi hasil nya benar benar nihil, dia tidak mengingat apapun, karena demam yang baru saja menyerang tubuh nya membuat Sisil benar benar kehilangan kesadaran.


Sisil menguap menahan kantuk, badan nya masih terasa sakit, meskipun suhu tubuh nya sudah berangsur normal.


'Bodo amat Akh'


Gumam nya sembari membaringkan badan nya, perlahan Sisil memejamkan mata, dia akhirnya tertidur kembali dengan selimut tebal menutupi seluruh tubuhnya.


Keesokan hari nya Alex datang ke kamar Sisil. Dia mengetuk pintu kamar, tapi tidak mendapat jawaban apapun, akhirnya Alex masuk ke dalam kamar Sisil, dengan membawa semangkuk bubur ayam dengan teh manis hangat sebagai minum nya.


Alex melihat Sisil yang masih tertidur pulas, selimut tebal nya sedikit terbuka di bagian dada, hingga membuat dada nya yang putih mulus terlihat oleh mata Alex.


Alex membenarkan selimutnya hingga menutupi seluruh badan Sisil,hanya tersisa wajah nya yang masih memejamkan mata.


Perlahan Sisil membuka mata, sedikit demi sedikit,samar samar dia melihat wajah Alex yang sedang memandangi wajah dirinya.


"Oppa...'' Sapa Sisil dengan sedikit tersenyum, dia mengucek mata nya.


"Masih bisa bercanda kamu," jawab Alex dengan membalas senyum manis Sisil, ''Gimana keadaan kamu? sudah baikan?'' Tanya Alex.


''Aku sudah baik baik saja, berkat kamu yang ngejagain aku semalaman.'' Ucap Sisil.


''Aku bawain kamu bubur ayam, kamu makan dulu ya.''


Sisil mengangguk dan mencoba untuk duduk, Alex mambantu Sisil duduk bersandar bantal di belakang punggung nya.


''Suapin...'' Pinta Sisil dengan nada manja.


Alex menyunggingkan senyum manis di bibir nya, dia menuruti keinginan Sisil. Menyendok bubur yang ada di tangan nya dan menyuapkan ke mulut Sisil.


''Aaa...'' Alex membuka mulut nya sembari memasuki satu sendok penuh ke dalam mulut Sisil, Sisil membuka mulutnya dan menerima suapan Alex.

__ADS_1


''Gimana...? Enak...?'' Tanya Alex.


Sisil menganggukan kepala nya. Mata nya tak henti melihat pria yang duduk di samping nya, baru kali ini Sisil merasakan perhatian dan kasih sayang tulus dari seorang pria, karena meskipun Papih nya juga seorang pria, Sisil tidak pernah merasakan kasih sayang seutuh nya, karena Tuan Lionel harus membagi waktu nya untuk bekerja.


Tok tok tok


Tuan Lionel mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar.


''Sisil kamu kenapa?'' Tanya Tuan Lionel dengan nada panik.


Dia menghampiri Sisil yang duduk di atas tempat tidur nya.


''Kamu sakit?'' Tanya Tuan Lionel menempelkan punggung tangan nya di kening Sisil.


''Tidak apa apa Pih, cuma demam sedikit.'' Jawab Sisil.


''Alex... bisa tinggal kan kami sebentar.'' Ucap Tuan Lionel kepada Alex.


''Baik Tuan.'' Jawab Alex meninggalkan mereka berdua.


Tuan Lionel mengganti kan Alex menyuapi Sisil memakan bubur ayam, Sisil menerima sesuap demi sesuap sendok yang di masukan ke dalam mulutnya, dia tersenyum bahagia karena ayah nya sudah lama tidak melakukan hal seperti ini pada diri nya.


Matanya memandang putri kesayangan nya yang terlihat pucat, tangan Tuan Lionel menggenggam erat tangan Sisil.


''Frisillia anak kesayangan Papih, My Baby sweety nya Papih,'' ucap Tuan Lionel dengan nada lembut, ''kalau kamu mau tinggal sama Mommy kamu, Papih tidak akan melarang kamu,Papih tau kamu sebenarnya membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari seorang Ibu.'' Ucap Tuan Lionel mengusap punggung tangan Putri nya.


''Papih ko bilang begitu? Papih sudah tidak sayang sama aku?'' Jawab Sisil dengan mata yang mulai berkaca kaca.


''Tidak sayang,bukan seperti itu, Papih sayang sekali sama kamu.''


''Terus kenapa Papih bicara seperti itu sama aku?''


''Papih cuma khawatir sama kamu, kamu sakit kaya seperti ini saja tidak ada ngurusin, karena Papih harus pergi bekerja.'' Ucap Tuan Lionel penuh penyesalan.


''Tidak mau pih, aku ingin di sini sama Papih, aku tidak mau ikut Mommy, aku benci sama Mommy.'' Jawab sisil memalingkan wajah nya dari Tuan Lionel.


''Kamu ga boleh begitu sayang, walau bagaimana pun dia adalah Ibu kandung kamu, wanita yang sudah mengandung dan melahirkan kamu.''


''Tapi aku tetap tidak mau...! Kalau Papih emang sudah tidak sayang sama aku, tidak apa apa aku pergi dari rumah ini, dan tinggal sendiri.'' Ucap Sisil sambil menarik tangan nya dari genggaman Tuan Lionel.

__ADS_1


''Bukan seperti itu maksud Papih sayang...'' Ucap Tuan Lionel, dia memeluk putri kesayangan nya.


''Ya sudah, Papih minta maaf karena sudah meminta kamu tinggal bersama Mommy kamu, Papih janji tidak akan meminta hal seperti itu lagi sama kamu.'' Ucap Tuan Lionel sembari mengecup pucuk kepala putrinya.


''Janji ya...'' Rengek Sisil di dalam dekapan ayah nya


''Ia sayang...''


''Ya sudah, kalau kamu tidak mau ikut Mommy kamu, biar nanti Papih yang membawakan Mommy baru buat kamu.''


Jawab Tuan Lionel dengan sedikit bercanda. Yang langsung di jawab dengan cubitan di perut Tuan Lionel oleh Sisil.


''Papih...awas saja ya kalo berani berani bawa Mommy baru ke rumah ini.'' Tambah nya.


Taun Lionel tertawa dan mengusap rambut panjang Sisil.


''Bercanda sayang,'' Ucap nya ''Ya sudah Papih berangkat ke kantor dulu ya, kamu baik baik di rumah ya.'' Pamit Tuan Lionel mengecup kening Sisil.


''Papih hati hati di jalan ya.'' Jawab Sisil.


Tuan Lionel melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Sisil. Alex yang masih berdiri di luar kamar membungkukkan badan nya sebagai tanda hormat kepada majikan nya.


''Tolong jaga Sisil, jaga dia dengan baik ya.'' Pinta Tuan Lionel kepada Alex.


''Baik tuan.'' Jawab Alex.


''Oh iya, saya sudah transfer ke rekening kamu, uang bonus tambahan, karena kamu sudah menjaga putri kesayangan saya dengan sangat baik.'' Tambah nya lagi.


''Terima kasih Tuan.'' Ucap Alex.


Tuan Lionel pergi meninggalkan Alex di depan kamar Sisil.


Tak lama kemudian Alex menerima Notifikasi di handphone nya, yang memberi tahukan bahwa transferan uang sebesar 5.000.000 telah masuk ke dalam nomor rekening nya.


Senyum lebar mengembang dari bibir Alex, sembari tak henti mengucap terima kasih di dalam hatinya.


*****


Jangan sampai lupa tekan Like,vote sama berikan hadiah nya ya... Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2