Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Terkilir


__ADS_3

''Alex besok kamu siapkan surat lamaran kerja, lalu berikan ke sekertaris saya,'' ucap Tuan Lionel.


Sisil terkejut dan melepaskan pelukan ayahnya.


''Maksud Papih apa? apa Alex tidak boleh menjadi supir pribadi ku lagi?'' ujar Sisil, lalu dirinya melepaskan pelukan nya dari sang ayah.


''Tidak sayang...'' Ayah tampak mencubit kecil pipi Putri kesayangannya.


''Alex akan Papih pekerjakan di perusahaan Papih, tentu saja dia masih bisa mengantarkanmu jika akan berkuliah maupun menjemputmu saat pulang kuliah,'' tambahnya lagi.


''Terima kasih Tuan,'' Alex tampak sedikit membungkuk.


''Namun, Papih meminta satu hal dari kamu Alex, kamu harus tinggal terpisah dengan putri saya, saya tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak baik jika sepasang kekasih tinggal dalam satu atap,'' ucap Tuan Lionel.


''Papih mengusir Alex,'' Sisil tampak mengerutkan keningnya.


''Papi tidak mengusir Alex sayang... Papih menyetujui hubungan kalian berdua tapi dengan catatan Alex harus pindah, mencari tempat tinggal lain yang tidak jauh dari rumah ini,'' Ayah mencoba menjelaskan.


''Tapi pih....?'' Sisil sedikit kesal.


''Tidak apa-apa Tuan saya akan segera mencari tempat tinggal baru, dengan Tuan telah mengijinkan saya untuk berpacaran dengan Sisil saja sungguh saya sangat berterima kasih,'' ujar Alex.


''Tapi Lex...?'' seru Sisil.


''Kamu tidak usah khawatir Sisil, saya akan mencari tempat tinggal baru yang dekat dengan rumah ini,'' jawab Alex.


Akhirnya Sisil hanya terdiam menerima keputusan ayahnya yang diterima begitu saja oleh Alex.


Dirinya memang sedikit kesal dengan keputusan sang ayah, namun Sisil sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, dia sudah sangat bersyukur jika ayahnya tidak menentang hubungan mereka.


''Besok saya akan membereskan pakaian saya dan segera mencari tempat baru untuk saya tinggali,'' ujar Alex kepada Tuan Lionel.


Lalu Alex permisi, dirinya berbalik lalu berjalan ke luar dari ruangan tersebut yang langsung disusul oleh Sisil di belakangnya.


Tuan Lionel hanya terdiam melihat putrinya mengejar Alex. Di matanya Alex memang sosok pemuda yang baik, sudah hampir satu tahun Alex bekerja kepadanya, dan Alex tidak pernah menunjukkan perilaku atau sifat yang tidak terpuji.


Tuan Lionel akan merasa sangat senang jika Sisil memiliki suami seperti Alex, namun tentunya Tuan Lionel akan menjadikan Alex seorang pengusaha seperti nya terlebih dahulu, dan langkah awalnya adalah dengan membuat Alex bekerja di perusahaannya.


Perusahaan yang telah didirikannya semenjak dulu tentu saja akan dia wariskan kepada putrinya, dan jika Alex menjadi menantunya kelak tentu saja Alex akan menjadi bagian dari perusahaannya tersebut.


Angel tampak memandang lekat wajah sang suami yang terlihat tersenyum tipis saat memandang punggung putrinya yang sedang berlari mengejar Alex.


''Kamu serius Mas mau mengijinkan Sisil berpacaran dengan Alex?'' tanya Angel dengan nada heran.


''Mengapa tidak?''

__ADS_1


''Tapi dia itu hanya seorang sopir Mas, Bagaimana dengan masa depan Sisil apabila nantinya harus menikahi seorang supir?''


''Sekarang dia memang hanya seorang supir, namun saya akan menjadikan dia seorang pengusaha sukses seperti saya.''


''Maksud Mas apa?''


''Ya...! saya akan membuat dia bekerja di perusahaan saya, karena dia calon menantu saya, maka dia akan menjadi bagian dari perusahaan, mungkin suatu saat nanti dia akan menggantikan posisi saya,'' ucap Tuan Lionel.


Angel sangat terkejut mendengar ucapan suaminya.


''Lalu bagaimana dengan Daniel?'' ujar Angel dengan wajah kecewanya.


Tuan Lionel tampak tersenyum melihat wajah kecewa istrinya.


''Sayang...! Daniel masih kecil, tentu saja jika kelak dia dewasa nanti, diapun akan menjadi salah satu orang penting di perusahaan mas, apa lagi dia anak yang pintar dan juga baik, sudah pasti dia akan memegang jabatan yang tinggi saat dia dewasa nanti.''


Tuan Lionel tampak menenangkan istrinya.


Angel hanya mengangguk lalu tersenyum tipis.


***


Sisil berjalan cepat menyusul kekasihnya, tangannya tampak memegang gaun panjang yang menghalangi langkah kakinya, dirinya memanggil nama Alex dengan sangat keras sampai akhirnya Alex pun menghentikan langkahnya dan berbalik.


Sisil semakin mempercepat langkahnya, sampai akhirnya gaun panjang yang ia kenakan tersangkut di satu kakinya dan akhirnya...


Bruukkk....


Terdengar suara tubuh Sisil yang jatuh tersungkur mengenai lantai.


Sontak Alex langsung berlari menghampiri sang kekasih, Sisil tampak sedikit meringis kesakitan.


''Kamu tidak apa apa? lain kali jika memakai gaun panjang seperti ini jangan berlari,'' ucap Alex dengan wajah cemas.


''Mari aku bantu berdiri,'' tambahnya lagi.


''Oppa dari tadi aku panggil kenapa ga dengar?'' ujar Sisil dengan wajah meringis karena menahan sakit.


Alex hendak membantu Sisil berdiri, namun kaki Sisil sama sekali tidak mampu menopang tubuhnya, hingga akhirnya dia pun kembali terduduk.


''Kaki aku sakit banget Oppa,'' ucap Sisil.


''Sini aku lihat dulu.''


Lalu Alex meraih kaki kekasihnya, membuka sepatu high hills berwarna yang di kenakan Sisil.

__ADS_1


Kaki Sisil tampak bengkak dengan luka memar berwarna kehijauan.


''Kaki kamu memar Sil, sepertinya kakimu terkilir,'' ujar Alex sambil memijat kaki Sisil dengan tangannya.


''Awww... Sakit Oppa,'' Sisil mengerang, kakinya sungguh terasa sangat sakit.


Lalu Alex menggendong sang kekasih di pangkuannya, Sisil tampak melingkarkan tangan di leher Alex lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang nan wangi milik kekasih yang sangat di cintai nya itu.


Alex melangkah menuju ke dalam rumah hendak mengantar kan Sisil ke dalam kamar.


''Oppa... Salanghae,'' ucap Sisil.


Alex tersenyum manis.


''Ko tak di jawab,'' ucap nya lagi, dengan sedikit mengangkat kepalanya.


''Salanghae Sisil...'' jawab Alex lalu menghentikan sejenak langkah kakinya.


Sisil tersenyum geli mendengar jawaban dari sang kekasih, lalu dia menyandarkan kembali kepalanya.


Tuan Lionel serta Angel tampak sangat terkejut melihat putrinya di gendong oleh Alex. Mereka pun langsung berlari menghampiri keduanya.


''My baby sweety... kamu kenapa sayang?'' tanya sang ayah dengan wajah cemas.


''Tadi kakiku terkilir Pih..''


''Ya ampun, mana sini Papih lihat.''


Lalu sang ayah melihat dan hendak memegang kaki putrinya, namun Sisil langsung meringis kesakitan, membuat ayah mengurungkan niatnya.


''Alex cepat segera bawa Sisil ke kamar nya, saya akan segera memanggil tukang urut,'' ujar ayah.


Alex mengangguk dan segera berjalan menuju tangga hendak membawa Sisil ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar, Alex segera membaringkan tubuh Sisil di atas ranjang.


''Aduh... sakit banget,'' ujar sisil dengan sedikit mengerang, matanya tampak sudah berkaca kaca karena tidak kuat menahan sakit di kakinya.


''Sayang... sabar dulu ya, Papih kamu sedang menelpon tukang urut untuk mengobati kaki kamu,'' Alex tampak khawatir.


Tak lama kemudian Tuan Lionel masuk ke dalam kamar dengan membawa seorang laki laki paruh baya, yang rupanya laki laki tersebut adalah tukang urut yang sudah di teleponnya tadi.


Lalu laki laki paruh baya itu memegang kaki Sisil dan sedikit mengusap nya yang sontak membuat Sisil berteriak sangat keras.


*****

__ADS_1


__ADS_2