Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Memaafkan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan bersama, Tuan Lionel mengantarkan Daniel ke sekolah, sejujurnya ia merasa iba melihat keadaan anak tirinya yang terlihat murung setelah di tinggal oleh ibunya.


Hatinya sungguh di liputi rasa Dilema, apakah ia akan mencabut laporannya di kantor polisi dan memaafkan kelakuan istrinya atau tidak.


Jika melihat keadaan Daniel jujur saja Tuan Lionel merasa sangat kasihan, jika harus membuatnya di jauhkan dari ibunya, karena walau bagaimana pun Angel istrinya sangat menyayangi Daniel, namun entah mengapa begitu membenci Sisil yang merupakan putri sambung nya.


Setelah mengantarkan Daniel ke sekolah, ia pun kembali ke rumah untuk membicarakan hal tersebut dengan putrinya, tentang apakah ia akan menjebloskan istrinya ke penjara atau tidak.


Di dalam rumah.


Mereka berdua sedang berunding, namun keduanya tampak hanya terdiam, Tuan Lionel seolah sibuk memikirkan nasib Daniel jika ibunya terus mendekam di penjara, sementara Sisil pun memikirkan hal yang sama, namun ayah dan anak itu seolah tidak berani mengungkap kan pendapatnya masing masing.


Sampai akhirnya Sisil memberanikan diri untuk berbicara terlebih dahulu.


''Papi...! aku merasa sangat iba melihat adikku seperti tertekan setelah mengetahui kelakuan ibunya.''


''Sebenarnya papi juga merasakan hal yang sama.''


''Kita harus bagaiman?''


''Entahlah papi juga bingung,'' keduanya kembali terdiam.


Setelah memikirkan matang matang, akhirnya Sisil memberanikan diri kembali berbicara.


''Apa seharusnya kita mencabut laporan dan memaafkan Tante angel?''


''Apa? kamu serius? setelah semua yang telah dia lakukan padamu selama ini?''


Sisil mengangguk.


''Sejujurnya... meski papi sangat kecewa dengan apa yang telah dia lakukan padamu, sesungguhnya papi masih sangat mencintainya, meski kesalahannya tidak dapat di maafkan sepenuhnya, namun itu sama sekali tidak mengurangi rasa cinta papi pada nya,'' ujar sang ayah dengan wajah sedih dan juga murung.


''Aku tak akan memaksa papi untuk meninggalkan dia, asal dia mau meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi, aku pasti memaafkan dia dan mau menerima dia kembali sebagai ibu sambung ku, asalkan dia bisa bersikap baik terhadapku dan menyayangiku layaknya anak sendiri.''


''Kamu yakin dengan keputusan mu?''


''Iya Pi, aku yakin, bagiku kebahagiaan papi adalah di atas segalanya.''

__ADS_1


''Terima kasih sayang...! kamu sungguh anak yang sangat baik,'' sang ayah menghampiri lalu memeluk putri kesayangannya.


''Sama sama Pi...! bagaimana apakah kita akan berangkat ke kantor polisi sekarang, untuk menjemput Tante Angel?''


Tuan Lionel melepaskan pelukannya lalu mengangguk.


Mereka berdua pun pergi ke kantor polisi bersama, dengan mengendarai mobil masing masing, sang ayah tampak di pergi bersama supir pribadi nya, sedangkan Sisil mengendarai mobil sendiri, karena Alex kekasihnya tak bisa mengantar dirinya karena harus bekerja setelah mengambil cuti beberapa hari untuk pulang kampung.


Di kantor polisi.


Angel duduk di atas lantai di balik jeruji, keadaan nya sungguh sangat mengkhawatirkan, dia yang biasanya tampil glamor dengan pakaian mewah serta tas branded yang selalu di bawanya kemana mana, kini terlihat sangat kusam dengan rambut yang di biarkan terikat begitu saja.


Ia sungguh menyesal karena telah berbuat jahat kepada anak tirinya, andai saja dia tidak serakah karena menginginkan hal yang lebih dari suaminya mungkin saja saat ini dia tidak akan mendekam di balik jeruji.


Angel nampak sedikit menitikkan air matanya, ia berharap suami serta anak tirinya bisa memaafkan kesalahan dirinya dan bersedia kembali menerima dirinya sebagai keluarga mereka lagi.


Lamunannya pun buyar seketika, saat polisi wanita membuka pintu selnya dan meminta dirinya untuk keluar dari dalam sana.


''Saudari Angel, ada yang ingin bertemu dengan anda,'' ujar polisi wanita tersebut.


''Siapa yang ingin bertemu dengan saya?'' tanya nya namun tak di jawab oleh polisi tersebut.


''Mas Lion...!'' Angel memanggil nama itu saat matanya menangkap sosok sang suami berserta anak tirinya sedang menunggu dirinya.


Angel pun langsung duduk di lantai dan meminta maaf dengan bersungguh-sungguh, ia pun tampak mengeluarkan air mata yang seketika membanjiri wajah cantiknya.


''Maafkan aku mas, aku sungguh menyesal karena telah berbuat jahat pada anak kita, Sisil...'' dengan berurai air mata.


''Bangun Tante, jangan seperti ini, malu di lihat orang,'' Sisil meraih tubuh ibu tirinya dan membantunya berdiri.


''Maafkan saya Sisil, saya telah banyak berbuat jahat padamu,'' ujar Angel dengan wajah yang penuh dengan penyesalan.


''Saya sudah memaafkan Tante.''


''Benarkah...?'' Angel merasa terkejut.


Rasanya ia sama sekali tidak percaya jika perbuatannya masih bisa di maafkan oleh anak tirinya tersebut.

__ADS_1


''Iya Tante, kami sudah sepakat akan memaafkan Tante, asal Tante berjanji tidak akan berbuat jahat lagi padaku. Semua ini saya lakukan semata mata demi Daniel.''


Mendengar nama putranya di sebut membuat Angel semakin menangis tersedu, ia merasa bersalah kepada putra kesayangannya karena telah menjadi ibu yang jahat.


''Daniel... hiks hiks...'' suara tangis Angel semakin pecah seketika.


''Bagaimana keadaan dia mas?''


''Daniel baik baik saja, tadi saya mengantarkan dia sekolah,'' jawab Tuan Lionel.


Angel menghampiri suaminya.


''Terima kasih karena telah menjaga Daniel, mas. Padahal aku sendiri telah menyakiti putri kesayangan mu, aku sungguh berterima kasih dan meminta maaf karena telah menjadi istri yang buruk, aku tidak akan berharap banyak padamu mas, sudah di keluarkan dari sini saja sudah sangat beruntung dan bersyukur. Setelah keluar dari sini aku berjanji akan segera mengemasi barang barang ku dan pergi dari rumah mu.''


''Kata siapa kamu boleh pergi dari rumah,'' ujar Tuan Lionel, membuat Angel sungguh terkejut.


''Maksud kamu apa mas? bukankah kamu akan segera menceraikan aku?''


''Kapan aku pernah bilang begitu?''


Angel semakin tidak mengerti, setelah semua kejahatan yang telah dia lakukan kepada anak tirinya, mana mungkin suaminya itu masih mau menerima dirinya kembali sebagai seorang istri?


''Angel... istriku... asal kau mau berubah dan tentunya menyesali semua perbuatan mu kepada Sisil selama ini, aku akan menerima mu kembali sebagai istri ku.''


Angel semakin terkejut.


''Mas...!!?''


''Iya.. Saya serius...!''


''Terima kasih mas... sungguh... hiks..hiks..hiks..!'' Angel memeluk suaminya dengan begitu erat.


''Sekarang kita pulang ya, aku sudah berjanji kepada Daniel bahwa aku akan membawamu pulang bersama kami, dia sangat merindukanmu.''


''Saya sungguh berterima kasih, kepada mu Sisil, hati mu sungguh baik, saya telah salah karena selalu berbuat jahat padamu, dan mulai saat ini saya berjanji saya akan menjadi ibu dan istri yang baik untuk kalian berdua,'' Angel memeluk Sisil setelah sebelumnya melepaskan pelukan suaminya terlebih dahulu.


''Sama sama Tante, saya sungguh berharap mulai saat ini saya akan mendapatkan kasih sayang dari Tante, layaknya dari ibu kandung sendiri.''

__ADS_1


*****


__ADS_2