Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Benih benih cinta


__ADS_3

Sisil berbaring di tempat tidur nya, dia mengingat perkataan ayah nya yang akan membawakan Mommy baru untuk nya.


Sejujurnya, jauh dari lubuk hati nya yang paling dalam, Sisil menyadari kalau ayah nya sudah terlalu lama hidup sendiri, sebagai pria normal tentu saja Tuan Lionel membutuhkan kehadiran seorang wanita untuk memenuhi kebutuhan biologis nya.


Tapi entah mengapa Sisil masih belum bisa untuk mengikhlaskan ayah nya bersanding dengan wanita lain selain Ibu nya sendiri.


Tok tok tok


Alex mengetuk pintu dan masuk kembali ke dalam kamar Sisil, dia melihat Sisil sudah kembali berbaring di tempat tidurnya.


''Oppa... aku mau tanya sama kamu?'' Ucap Sisil.


''Tanya apa...?'' Jawab Alex duduk samping ranjang Sisil.


''Kamu yang ngegantiin baju aku, semalam?''


Tanya Sisil dengan tatapan tajam mengarah ke wajah Alex yang sudah mulai salah tingkah.


''Ya... kan kamu sendiri yang minta bantuan aku buat ngebantu kamu ganti baju,''


jawab Alex dengan nada gugup


''lagi pula baju kamu tuh basah, kalau tidak di ganti, bisa bisa badan kamu beku tau.''


''Ya pokok nya kamu harus tanggung jawab...''


''Tanggung jawab gimana?''


Jawab Alex mengerutkan kening nya.


''Kamu kan sudah melihat badan polos aku, lagian kenapa bagian dada nya tidak di pasangin Br**?''


Jawab Sisil dengan mengerucutkan bibir mungil nya.


Alex tertawa lepas, dia merasa lucu karena Sisil bisa se polos itu menanyakan prihal 'dada nya tidak di pasangin Br**'


''Ya ampun Sisil, kamu pikir aku apaan di suruh pasangin Br** di dada kamu? lagian aku juga merem ya waktu gantiin baju kamu,jadi tidak melihat semua bagian intim dalam tubuh kamu.'' Alex menjelaskan.

__ADS_1


''Akh mana mungkin?'' Sisil sudah dalam posisi duduk, yang otomatis tubuh nya sudah tidak di tutup sepenuh nya oleh selimut, yang membuat dada indah nya Ter ekspos dan membuat Alex sedikit menelan ludah. karena sedikit melihat buah dada nya menggantung indah tanpa Br**.


''Sisil...'' Ucap Alex sambil menutupi tubuh Sisil dengan selimut tebal dan hanya menyisakan kepala nya, ''Aku ini lelaki normal lho, dari tadi malam aku sudah mati Matian menahan syahwat aku, sebisa mungkin menekan naluri pemangsa dalam diri aku,'' Ucap Alex, ''apa kamu tidak takut, kalau nanti aku ngapa ngapain kamu?'' Tambah nya lagi.


Sisil terpana dengan ucapan Alex, hati nya seperti tersihir oleh semua yang Alex ucapkan.


''Oppa... salanghae...'' Ucap Sisil sembari membentuk kan 2 jarinya bentuk hati ala Korea.


''Apaan sih, gadis nakal...'' Jawab Alex sembari mengacak acak rambut Sisil yang berantakan.


''Serius oppa...'' Ucap Sisil lagi dengan nada manja nya.


''Sudah,sekarang kamu istirahat saja, tidak usah oppa oppa an segala...'' Jawab Alex melangkah kan kaki keluar dari dalam kamar Sisil.


''Oppa...'' Sisil berteriak,'' salanghae...'' Tambah nya lagi.


Dia tersenyum lebar, merasa bahagia meski tubuh nya sedang dalam kondisi tidak baik baik saja, Alex seperti malaikat penolong bagi nya,dia seperti penjaga yang di kirimkan tuhan untuk menjaga dan menemani dirinya yang selama ini hidup kesepian.


****


Tuan Lionel sedang duduk di kantor nya, memeriksa berkas berkas yang bertumpuk di meja kerjanya, satu hari di tinggal membuat pekerjaan nya semakin banyak.


Tok tok tok


''Kamu masih kerja mas...?'' Tanya wanita tersebut kepada Tuan Lionel.


''Hai, Angel... kamu di sini?'' Jawab Tuan Lionel dengan sedikit merapihkan kertas yang berada di meja nya.


Angel duduk di kursi yang terletak di depan Tuan Lionel.


''Mas... kapan dong kamu kenalin aku sams putri kamu? kita sudah setahun lebih lho menjalin hubungan, tapi kamu tidak pernah ajak aku untuk bertemu dengan Putri kamu.'' Ucap Angel panjang lebar.


Tuan Lionel,menggenggam tangan Angel yang merupakan kekasih nya sekaligus calon Mommy baru untuk Putri nya.


''Kamu sabar dulu ya, Sisil itu sifat nya keras, aku sudah memberikan kode ke dia tentang ibu baru untuk nya, tapi respon nya masih kurang bagus,'' Tuan Lionel mencoba menjelaskan ''Aku yakin,lambat laun dia akan mengerti kalau aku juga butuh seorang pendamping.'' Tambah nya lagi seraya mengecup bibir merah Angel.


''Tapi sampai kapan mas...?'' Jawab Angel.

__ADS_1


''Secepat nya sayang, aku janji'' Jawab tuan Lionel dengan mengecup kembali bibir kekasih nya, kali ini bibir nya terpaut cukup lama dengan bibir merah Angel.


***


Pukul dua siang Sisil keluar dari kamar nya, dia merasa bosan karena sudah seharian dia berada di kamar nya, dengan masih memakai baju tidur yang sama tetapi kali ini dia menambah kan blajer berwarna hitam yang panjang sampai ke lutut.


Sisil menuruni tangga, mata nya mencari cari sosok laki laki yang dia sebut oppa.


''Oppa...'' Suara nya menggelegar memanggil Alex. Tapi yang datang malah Bi Surti yang tertatih tatih menghampiri Sisil.


''Non Sisil manggil saya?'' Tanya Bi surti yang sudah berada di hadapan Sisil.


''Ikh bibi, siapa yang manggil bibi? saya manggil supir saya Alex, dia dimana ya? bibi lihat tidak.'' Jawab Sisil.


''Oh mas Alex, tadi dia keluar non,katanya di suruh nganterin berkas Tuan Lionel yang ketinggalan ke kantor nya.'' Jawab Bi Surti menjelaskan.


''Lho ko Papih seenak nya saja merintah merintah supir pribadi aku, Papih juga kan ada mang Yadi supir nya papih.'' Ucap Sisil dengan nada kesal.


Bi Surti masih berdiri di hadapan Sisil tanpa mengatakan apapun,dia menunggu perintah selanjutnya dari Sisil.


''Bi... tolong bikinkan saya roti bakar dengan selai kacang ya, sama susu nya satu gelas, saya lapar'' Pinta Sisil.


''Baik Non...'' Jawab bi Surti yang langsung berjalan ke arah dapur.


Sisil duduk selonjoran di kursi depan Televisi. Tak lama kemudian Bi Surti datang dengan membawa makanan untuk Sisil. Dengan lahap Sisil memakan roti dengan segelas susu hangat.


Tak terasa sudah 3 jam Sisil menunggu Alex di ruang Televisi. Akhirnya dia berinisiatif untuk menelpon Alex.


Sisil mengeluarkan handphone nya, saat mencari nama Alex di kontak handphone, Sisil sama sekali tidak menemukan kontak atas nama Alex.


''Ya ampun aku lupa, aku kan tidak punya nomor handphone Alex.'' Dia berbicara sendiri sembari memandangi handphone nya.


Akhirnya dia meletakan handphone nya begitu saja di atas meja, dia tidak menyangka kalau dia tidak menyimpan sama sekali no handphone Alex.


Akhirnya Alex pulang ke rumah, dia mengenakan kaos oblong berwarna putih serta jaket jeans abu, yang membuat Alex terlihat sangat tampan dengan rambut belah Dua nya.


''Hai,'' Alex menyapa Sisil dengan senyum mengembang di bibir nya,membuat Sisil terpana dengan ketampanan Alex...

__ADS_1


*****


__ADS_2