
''Kalau jalan lihat lihat dong?.'' Ucap Sisil sembari merapikan buku dan makalah yang berserakan di lantai.
''Frisillia..?'' Ucap laki laki tersebut memandangi wajah cantik Sisil.
''Alvin...?'' Jawab Sisil dengan menunjuk jari nya tepat ke wajah laki laki yang kini ikut berjongkok dengan diri nya.
''Ya ampun Sisil, ternyata kamu juga berkuliah di sini?'' Tanya Alvin yang sudah selesai membantu Sisil membereskan makalah yang tadi berserakan karena tertabrak oleh diri nya.
''Kamu apa kabar Vin? sudah lama banget tidak ketemu.'' Ucap Sisil yang berdiri berbarengan dengan laki laki yang bernama Alvin.
''Alhamdulillah kabar aku baik baik saja,'' jawab Alvin dengan tersenyum, ''aku baru pindah ke kampus ini, sebelum nya aku kuliah di Singapura, senang deh akhirnya bisa ketemu lagi sama kamu.'' Jawab Alvin.
''Mmm... Vin aku masuk dulu ya, sudah terlambat masuk kelas nih, nanti kita sambung lagi ya ngobrol nya.'' Ucap Sisil yang langsung berlari menuju kelas.
''Ok... Nanti kita pulang bareng ya.'' Jawab Alvin sedikit mengeraskan suara nya.
Sisil hanya melambaikan tangan sambil berlari.
Alvin adalah teman semasa SMA Sisil, hubungan pertemanan mereka lumayan dekat, karena Alvin juga sudah mengenal Tuan Lionel dengan baik, mereka sering menghabiskan waktu bersama sewaktu masih sekolah dulu, hingga jarak harus memisahkan mereka, karena Alvin harus ikut keluarga nya pindah ke Singapura.
Alvin sangat senang akhirnya dia bisa bertemu kembali dengan sahabatnya.
Selesai kuliah Alvin menunggu Sisil di depan kelas nya, dia sudah tidak sabar ingin berbagi cerita dengan Sisil.
Akhirnya kelas pun selesai, mahasiswa dan mahasiswi berhamburan keluar dari kelas, mata Alvin sibuk mencari sosok Sisil, dia melambaikan tangan kepada Sisil yang sedang berjalan keluar kelas.
''Kamu di sini?'' Tanya Sisil yang sudah berdiri di depan Alvin.
''Aku sengaja nungguin kamu, kebetulan kelas aku sudah selesai dari tadi.''
''Kita ngobrol di kantin yu, aku lapar banget nih.'' Ucap Sisil, mereka berjalan berdua menuju kantin, Sisil sampai lupa kalau ada Alex yang selalu menunggu nya sampai selesai kuliah.
Sementara itu, Alex masih menunggu Sisil di dalam mobil, sudah lebih dari 4 jam Alex menunggu di sana, dia melihat mahasiswa dan mahasiswi sudah keluar dari dalam kampus, tapi dia masih belum melihat Sisil, akhirnya dia meraih handphone dari dalam saku celana nya.
Alex mencoba menelpon Sisil.
''Halo, Sisil kamu dimana? apa ada kelas tambahan?'' Ucap Alex berbicara di telpon.
''Ya ampun Oppa, maaf ya aku sampai lupa ada kamu yang lagi nungguin aku, aku ke sana sekarang.'' Jawab Sisil di balik telpon.
''Oke.'' Jawab Alex menutup telpon nya.
__ADS_1
20 menit kemudian Sisil pun datang, dia berjalan berdua dengan Alvin, membuat Alex mengerutkan kening nya, baru kali ini dia melihat Sisil berjalan berdua dengan seorang laki laki.
''Oppa,'' Sisil menghampiri Sisil dan berdiri di sebelah Alex, ''maaf ya, tadi aku makan dulu di kantin.'' Jelas Sisil.
''Dia siapa?'' Tanya Alvin menunjuk ke arah Alex.
''Oh ia, Alvin kenalin ini Alex supir pribadi aku, sekaligus pacar aku.'' Ucap Sisil.
Alvin mengulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan Alex, yang di sambut baik dengan Alex, dan mereka pun berjabatan tangan sambil menyebutkan nama mereka masing masing.
Entah mengapa Alex sedikit kesal melihat Sisil dengan laki laki lain, hati nya seperti ter sundut api cemburu.
'' Jadi kamu pacaran sama supir pribadi kamu sendiri?'' Ucap Alvin dengan sedikit tersenyum.
''Ya apa salah nya, yang penting kan dia baik, sayang sama aku, terus ganteng lagi.'' Jawab Sisil melingkarkan tangan nya di tangan Alex.
''Ia deh, yang penting kamu senang.'' Jawab Alvin sambil mengacak acak rambut Sisil sampai berantakan.
''Ikh... Apaan si?'' Ucap Sisil,tangan nya merapikan rambut panjang nya.
''Ya sudah aku pulang dulu, next time di sambung lagi.'' Ucap Sisil.
''Ok... Nanti kapan kapan aku mampir ke rumah kamu.'' Jawab Alvin dengan berjalan menjauh dari Sisil.
''Oppa kenapa?'' Tanya Sisil.
''Tenggorokan aku gatal.'' Jawab Alex membuat alasan, dia malu mengakui kalau sebenarnya ada perasaan cemburu di hati nya, perasaan yang kini membakar seluruh hati nya.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan Alex terus terdiam, membuat Sisil terus bertanya tanya dalam hati nya, ada apakah gerangan dengan kekasih nya tersebut.
Sampai akhirnya mereka berdua sampai di rumah Sisil, Alex pun masih tetap terdiam, wajah nya terlihat datar, tanpa ekspresi.
Saat Alex hendak masuk ke dalam rumah, Sisil menarik tangan Alex.
''Kamu kenapa si? Sepanjang jalan diam terus gitu?'' Tanya Sisil dengan nada ketus.
''Tidak apa apa ko.'' Jawab Alex masih dengan ekspresi datar nya.
''Aku capek, mau istirahat sebentar.'' Jawab Alex meninggalkan Sisil sendirian di bagasi mobil.
Sisil berjalan di belakang Alex, dia sama sekali masih belum paham dengan perasaan Alex. Hati nya masih bertanya tanya,kenapa Alex bersikap seperti itu.
__ADS_1
Alex memasuki kamar nya, dia berbaring di ranjang yang berukuran sedang,dengan satu bantal dan satu buah guling. Dia memeluk satu buah guling, dan melingkarkan kedua kaki nya.
Baru kali ini dia merasakan perasaan cemburu yang membakar hati nya, dan rasa nya sangat menyiksa.
''Apakah ini yang dinamakan cemburu buta"
Ucap nya dalam hati.
Perlahan Alex memejamkan mata, hampir seharian dia menunggu Sisil di kampus nya, membuat badan nya sungguh terasa sangat lelah.
Hampir 2 jam Alex tertidur di kamarnya, dia akhirnya terbangun.
Perlahan Alex membuka kan mata, pandangan nya tampak buram,dia mengusap mata yang masih sedikit menahan kantuk.
Alangkah kaget nya dia, saat mata nya benar benar terbuka lebar, Sisil sudah berada di kamar nya, duduk di samping ranjang sembari menahan dagu dengan kedua tangan nya.
Alex hampir saja melempar guling yang tadi dia peluk.
''Frisillia,'' ucap nya dengan nada kaget, ''kamu lagi ngapain di sini?'' Tanya nya lagi.
''Tidur nya nyenyak banget.'' Ucap Sisil dengan sedikit tersenyum.
Alex pun duduk bersila, mulut nya menguap dan dia merentang kan kedua tangan nya yang panjang.
''Tadi aku ketiduran, rasanya capek banget, habis nungguin Nona cantik makan di kantin sama seseorang.'' Jawab Alex dengan nada mengejek.
Sisil tertawa lebar, akhirnya dia mengerti mengapa kekasih tampan nya ini mendiamkan nya seharian.
''Jadi kamu cemburu?'' Ucap Sisil di sela sela tawanya.
''Siapa yang cemburu?'' Jawab Alex berbohong.
''Sudah ngaku saja kalau oppa beneran cemburu, aku seneng ko kalau kamu cemburu, itu tandanya oppa beneran cinta sama aku.'' Jawab Sisil masih dalam keadaan tertawa.
''Sudah kamu keluar dulu, aku mau mandi.'' Jawab Alex dengan mendorong tubuh Sisil dari kamar nya.
''Yeeey... Oppa cemburu.'' Ucap Sisil dengan nada meledek.
Alex menutup pintu kamarnya, merentangkan kembali tubuhnya di atas ranjang.
''Oppa... salanghae'' Ucap Sisil dari luar kamar.
__ADS_1
*****
*J**angan lupa klik like,sama vote nya ya... Terima kasih*....