Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Pernikahan


__ADS_3

Setelah urusan di kantor polisi selesai, siang harinya Angel sudah bisa pulang, ia tak henti hentinya mengucapkan terima kasih kepada suami serta anak tirinya, atas setiap kesalahan yang telah di perbuat nya selama ini.


Ia pun berjanji akan memperbaiki diri dan tidak akan pernah mengulangi perbuatannya lagi.


Angel kembali pulang ke rumah suaminya, ia pun sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan putra kesayangannya.


Keduanya pun langsung berpelukan dan sambil sama sama menangis.


Daniel langsung berlari menghampiri ibunya dengan menangis tersedu sedu saat melihat sang ibu keluar dari dalam mobil.


''Ibu... hiks hiks hiks.''


''Anakku tersayang, bagaimana kabarmu nak, karena ibu telah meninggalkan mu sendiri di rumah,'' Angel menangis memeluk putranya.


''Ibu jangan berbuat jahat lagi ya, ibu harus meminta maaf kepada papi dan juga kaka, ibu harus berubah menjadi orang yang lebih baik lagi,'' ucap Daniel dengan berurai air mata.


''Ibu berjanji sayang, ibu tidak akan berbuat jahat lagi, maafkan ibu karena telah mengecewakan.''


''Sudah sudah, peluk pelukannya di dalam ya, kasian ibu mu capek,'' ajak sang ayah.


Mereka semua pun masuk ke dalam rumah, dengan saling bergandengan tangan.


***


Tiga bulan kemudian.


Akhirnya hari yang di tunggu pun datang, hari di mana kedua sejoli akan melangsungkan pernikahan dan menghalalkan hubungan percintaan mereka.


Akad nikah berserta resepsi pernikahan rencananya akan di gelar di sebuah hotel berbintang lima, dengan mengusung tema internasional, dan akan di hadiri lebih dari 5000 tamu undangan.


Sisil nampak sudah terlihat sangat cantik memakai kebaya berwarna putih dengan rambut di sanggul layaknya seorang pengantin.


Ia duduk di sebuah kamar khusus, menunggu kedatangan sang calon suami yang saat ini sedang di perjalanan menuju hotel tempat mereka menggelar acara pernikahan.


Sisil sungguh merasa sangat gugup, perasaan terasa campur aduk dan sulit di ungkapkan, antara senang, sedih, terharu dan juga berdebar debat.


Ceklek...


Tiba tiba saja pintu kamar nya ada yang membuka, sang ayah masuk ke dalamnya dengan di temani istri tercinta berserta putranya.


''Sayang...'' ayah tiba tiba saja memeluk dirinya dengan berurai air mata.


''Papi...! kenapa menangis?'' Sisil memeluk sang ayah.


''Papi sungguh tidak menyangka akhirnya kamu akan menikah, gadis kecil kesayangan papi, sudah akan membina rumah tangga. hu..hu..hu..''

__ADS_1


''Ikh papi, jangan gitu tau, nanti aku kebawa sedih, make up ku bisa berantakan jika sampai menangis,'' Sisil menahan air matanya.


''Ingat pesan papi ya sayang, kamu harus menjadi istri yang Sholehah, berbakti kepada suami mu dan nurut sama dia, papi yakin Alex akan menjadi imam yang baik untuk mu dan untuk anak anakmu kelak.''


Sisil berusaha menahan air mata, namun usahanya sia sia, tangisan itu pun akhirnya pecah juga, ia menangis tersedu sedu di dalam pelukan sang ayah.


''Maafkan kesalahan yang telah aku perbuat selama menjadi putri mu Pih, aku belum bisa menjadi anak yang berbakti kepada Papih, hiks hiks hiks...''


''Iya sayang, papi maafkan semua kesalahan mu, sekarang kamu persiapkan diri kamu untuk menjadi istri dari laki laki pilihanmu.'' Melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata yang membasahi pipi Putri kesayangan dengan kedua tangannya.


''Sepertinya calon suamimu sudah datang, mari kita keluar, papi antar kamu ke tempat dimana calon suami akan mengucapkan ijab kobul,'' Sisil berjalan dengan di papah oleh sang ayah serta ibu tirinya.


***


''Saya terima nikahnya Frisillia Agatha bin Lionel Sasmita dengan s kawin tersebut TUNAI...''


''Sah... sah...''


Para hadirin yang hadir di sana mengucap syukur, karena Alex mengucap ijab kobul tanpa ada celah sedikitpun, sekarang keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami dan istri, setelah menempuh perjalanan panjang serta Lika liku dalam berpacaran, akhirnya Alex mempersunting kekasih tercintanya.


Setelah acara ijab kobul selesai, resepsi pun di gelar, masih di tempat yang sama dan di waktu yang sama, acara di gelar sangat meriah dengan menghadirkan artis ibu kota sebagai penghibur untuk tamu undangan yang datang ke sana.


Sang Raja dan Ratu sehari tampak duduk di atas pelaminan dengan saling berpegangan tangan, terlihat sangat jelas jika keduanya terlihat sangat bahagia karena akhirnya bisa sampai di jenjang pernikahan.


Pukul 20.00 acara pun selesai di adakan, para tamu undangan perlahan meninggalkan tempat acara.


***


Sisil masih mengenakan gaun pengantin begitupun dengan sang suami.


Di dalam kamar para pelayan nampak sedang membantu Sisil membuka gaun yang ia kenakan, ia sudah tidak sabar untuk segera membersihkan diri setelah berdiri seharian menyambut para tamu undangan.


Hari ini sungguh hari yang sangat membahagiakan sekaligus melelahkan, hari di mana dirinya sudah sah menjadi istri dari laki laki yang telah di pacarinya hampir selama satu tahun lamanya.


Setelah selesai membuka gaun panjang yang ia kenakan Sisil pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


tok tok tok


''Sayang... kamu lagi apa? cepat keluar aku sudah tak tahan ingin buang air kecil,'' nya Alex berteriak dari luar kamar mandi.


''Masuk saja, aku lagi mandi, sebentar lagi juga selesai,'' Sisil menjawab sambil menaikan suaranya.


Haah... masuk ke sana? batin Alex.


Dirinya masih belum berani untuk masuk ke dalam kamar mandi, meski mereka sudah sah menjadi suami istri namun rasanya masih sangat canggung jika harus melihat istrinya dalam keadaan tidak berpakaian.

__ADS_1


''Aku tunggu di sini saja ya, kamu buruan mandinya.''


Alex tak mendengar jawaban dari dalam sana, ia terus menunggu di depan kamar mandi sambil menahan rasa ingin buang air kecil.


Dan akhirnya sang istri pun keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk pendek berwarna putih serta handuk kecil yang membalut rambut panjang nya.


Deg...


Jantung Alex tiba tiba saja berdetak dengan sangat kencang, melihat tubuh langsing putih mulus berada tepat di hadapannya, di tambah dengan gunung kembar yang menyembul indah di balik handuk dengan belahan sempurna seolah menggoda jiwa perkasanya.


''Di suruh masuk saja kenapa tak mau?'' Sisil berjalan dengan begitu percaya dirinya, melintas di hadapan sang suami yang sudah tak karuan.


Alex pun segera masuk ke dalam kamar mandi.


15 menit kemudian Alex keluar dari dalam kamar mandi, namun ia merasa terkejut mendapati istrinya masih dalam keadaan yang sama, belum berpakaian sama sekali.


''Mengapa kamu belum memakai baju, apa tak dingin?''


''Ini malam pertama kita lho, apa perlu aku memakai pakaian, malam ini,?'' jawab Sisil dengan pose menggoda, hingga membuat Alex menelan ludah dan membelalakan bola matanya


Lalu tanpa berpikir panjang, Alex pun menghampiri wanita yang kini telah sah menjadi istrinya, dan membawanya ke pembaringan.


Mengecup perlahan bibir indah dan merah itu dengan hasrat yang benar benar sudah menguasai seluruh jiwanya.


Malam itupun benar benar terasa sangat panjang, karena sepasang kekasih yang telah sah menjadi suami istri sedang menyalurkan hasrat yang selama ini mereka pendam.


Peluh dan keringat membasahi keduanya, melayang dalam kenikmatan yang tiada tara serasa melayang di udara.


Malam ini keduanya benar benar menyatukan jiwa dan Raga, hingga suara rintihan itu keluar dari keduanya saat kenikmatan itu mencapai puncaknya.


Alex tertidur di samping tubuh sang istri, menatap wajah istri tercintanya dengan tatapan bahagia.


''Aku mencintaimu Frisillia Agatha,dengan segenap jiwa dan Ragaku,'' ucap Alex dengan kecupan kecil di bibir mungil dan indah itu.


''Aku juga mencintaimu Alex, suamiku, cinta ku dan pelabuhan terakhir ku.''


Mereka pun saling berpelukan, merasakan kebahagiaan menjadi sepasang suami istri.


TAMAT


*****


Author mengucapkan Terima kasih untuk reader yang sudah setia membaca novel ini. Mohon maaf jika Endingnya tidak sesuai dengan harapan kalian semua.


Semoga Episode yang tidak terlalu banyak ini dapat menghibur waktu senggang kalian.

__ADS_1


Apabila berkenan silahkan mampir di karya aku yang lainnya.


 


__ADS_2