Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Karyawan tampan dengan sejuta pesona


__ADS_3

Sisil meraih kembali tongkat yang tergeletak tak jauh dari tempatnya duduk, dirinya berusaha bangkit dan kembali berdiri.


Akhirnya setelah bersusah payah dia pun kembali berdiri, menatap punggung laki-laki yang telah berbuat jahat kepada dirinya.


Alvin pergi begitu saja setelah membuatnya terjatuh, dia tidak menyangka jika Alvin yang dahulu merupakan sahabat terdekatnya, akan berbuat seperti ini hanya karena dia menolak untuk dijodohkan dengan dirinya.


Andai saja Alvin tidak memiliki perasaan kepada dirinya, mungkin saat ini mereka masih bisa berteman baik, seperti dahulu.


Namun Rasa cinta Alvin yang tak terbalaskan, membuat mantan sahabatnya tersebut berubah menjadi pria jahat yang bahkan tega membuatnya terjatuh dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan nya yang sedang meringis kesakitan di atas lantai.


Sisil mencoba kembali berjalan meski dalam kondisi kaki yang sedikit terasa sakit. Dirinya ingin menelpon sang kekasih, namun takut jika kekasihnya itu sedang sibuk bekerja di kantor, karena hari ini sang kekasih sudah mulai bekerja di kantor ayahnya.


***


Di sebuah kantor besar Alex tampak sedang berlari menuju ruangan Tuan Lionel, dirinya sudah mulai bekerja meski belum tahu akan di tempatkan di bagian mana.


Tok tok tok


Alex mengetuk pintu ruangan Tuan Lionel, tak lama kemudian terdengar suara Tuan Lionel menyuruhnya segera masuk ke dalam.


''Maaf om saya terlambat karena harus mengantarkan Sisil ke kampus, serta Daniel ke sekolah terlebih dahulu,'' ucap Alex yang kini telah berdiri di depan meja.


''Tidak apa-apa saya mengerti.''


Kemudian Tuan Lionel memanggil sekretarisnya lewat telepon, menyuruhnya segera masuk ke dalam ruangannya.


Dan tak lama kemudian seorang wanita cantik berpakaian rapih masuk ke dalam ruangan mereka, menghadap Tuan Lionel.


''Saya di sini pak bos,'' jawab sekertaris nya.


''Tolong kamu antar kan pria ini ke bagian marketing, mulai hari dia akan bekerja di bagian itu atas rekomendasi dari saya.''


''Baik pak,'' jawab sang sekertaris yang bernama Rani.


''Mari saya antar ke tempat kerja nya,'' ucap Rani dengan tersenyum.


''Saya permisi Om,'' ucap Alex.


Tuan Lionel hanya mengangguk sambil tersedikit tersenyum.


Rani berjalan berdampingan bersama Alex.


''Kamu siapanya Pak Bos? sehingga beliau merekomendasikan mu bekerja di kantor ini?'' tanya Rani dalam keadaan masih berjalan.

__ADS_1


Alex hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Rani.


''O ya, kita belum berkenalan, perkenalkan nama saya Rani,'' ucap Rani lalu berhenti dari langkahnya dan mengulurkan tangannya.


''Saya Alex...'' jawab Alex singkat.


Rani tampak memandang wajah Alex yang terlihat sangat tampan dengan mengenakan kemeja panjang berwarna putih yang sedikit digulung sampai siku,serta celana hitam yang melengkapi penampilannya, rambutnya pun tampak ditata dengan sangat rapi membuat penampilan Alex benar-benar terlihat sempurna.


Baru kali ini Rani melihat pria tampan dengan tubuh tinggi dan jug kokoh bekerja di kantor nya.


Selama hampir lima tahun dirinya bekerja sebagai sekretaris Tuan Lionel, dan setiap harinya ia hanya melihat wajah bos nya yang setiap hari terlihat semakin menua.


Melihat wajah Alex seolah membuat pandangan nya terasa segar, dan mengobati kejenuhan nya dalam bekerja.


''Ini tempat kerjamu,'' sesaat setelah sampai di sebuah ruangan yang di dalam nya sudah terdapat lima orang karyawan yang sedang bekerja, seketika mereka langsung menghentikan aktivitasnya setelah melihat Alex memasuki ruangan tersebut.


''Selamat pagi semuanya perkenalkan dia adalah Alex, karyawan baru yang direkomendasikan sendiri oleh Pak Bos, saya harap kalian semua dapat bekerja sama dengan baik,'' ucap Rani lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sebagian dari mereka merasa takjub dengan ketampanan wajah Alex, karena tiga dari lima orang yang berada di sana adalah perempuan, lalu salah seorang dari mereka menghampiri Alex, dia adalah Rafli yang merupakan kepala marketing.


''Perkenalkan nama saya Rafli,'' ucap Rafli mengulurkan tangan kepada Alex.


Alex menyambut uluran tangan Rafli sembari memperkenalkan namanya.


''Baik pak,'' ucap Alex, lalu berjalan menuju meja dan duduk di kursi yang sudah terdapat komputer di atas meja tersebut.


Pekerjaan pun di mulai, meski Alex tidak memiliki pendidikan yang tinggi, namun dirinya sempat berkuliah di kota kelahiran nya meski hanya sampai gelar D3 saja.


***


Pukul satu siang Sisil tampak sudah selesai berkuliah, dirinya sedang duduk di sebuah kursi sambil memegang sebuah handphone di tangannya.


Sisil hendak menelpon Alex dan memintanya untuk segera menjemputnya.


Sisil : ''Hai Oppa,'' Sisil berbicara dengan Alex ditelepon.


Alex : ''Ia sayang ada apa?''


Sisil : "Oppa di mana? apa masih bekerja? aku sudah selesai kuliah.''


Alex : '' O iya sayang, Maaf aku sampai lupa untuk menjemput dirimu, tunggu sebentar ya aku kesana sekarang.''


Sisil : "Baik Oppa tapi jangan terlalu lama ya."

__ADS_1


Alex : " Iya sayang..."


Kemudian Sisil menutup telepon lalu memasukkan handphonenya ke dalam tas.


Baru kali ini dirinya merasakan yang namanya menunggu, karena selama ini Alex selalu stand by di kampusnya menunggu dirinya pulang kuliah.


Sisil sudah mulai merasa jenuh menunggu, sudah hampir setengah jam tapi Alex belum juga datang untuk menjemputnya.


Sesaat dia memikirkan posisi Alex, yang selalu duduk di tempat itu setiap hari menunggu dirinya sampai pulang kuliah.


Betapa Sisil sangat kagum dengan kesabaran sang kekasih, selama ini Alex sama sekali tidak pernah mengeluh apapun padanya meski setiap hari harus menunggu dirinya yang terkadang lebih dari 4 jam.


Mengingat hal itu Sisil merasa waktu yang dihabiskan untuk menunggu Alex selama 30 menit tidak ada artinya sama sekali, dibandingkan waktu yang selama ini telah dilalui oleh Alex selama menjadi supir pribadinya.


Sisil tampak tersenyum kecil lalu meraih kembali handphone dari dalam tasnya.


Dirinya hendak mengirimkan pesan kepada kekasih tercinta nya.


"Oppa, I Love You"


Hanya seperti itu pesan yang dikirim oleh Sisil kepada sang kekasih dan tak lama kemudian Alex membalas pesan Sisil dengan isi yang sama.


Tak lama kemudian Alex sampai di kampus, dirinya melihat Sisil duduk sendirian di atas kursi yang biasa Iya duduki saat sedang menunggu Sisil setiap hari.


Alex keluar dari dalam mobil dan berlari menghampirinya.


''Maaf ya sayang Kamu pasti telah lama menunggu?'' ucap Alex dengan perasaan bersalah.


''Tak apa-apa ko Oppa, waktu yang ku habiskan untuk menunggumu sekarang, sama sekali tidak sebanding dengan waktu yang telah kamu habiskan setiap harinya saat menungguku di kursi ini,'' jawab sisil dengan tersenyum.


Alex membalas senyum manis lalu mengelus kepalanya.


''kita pulang sekarang ya.''


Sisil mengangguk lalu tersenyum.


Dirinya hendak berdiri, namun Alex dengan sigap menggendong di pangkuannya dan berjalan menuju mobil, sontak Sisil merasa terkejut sekaligus terharu.


Mereka berdua sama sekali tidak menghiraukan jika semua yang sedang berada di sana memperhatikan mereka dengan perasaan iri.


Tak terkecuali dengan Alvin, yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.


Dirinya tampak mengepalkan kedua tangannya, merasakan jika hatinya sedang terbakar api cemburu.

__ADS_1


*****


__ADS_2