Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Berwisata bersama


__ADS_3

Angel tampak kesal karena suami nya hanya diam saja, seperti sedang memikirkan sesuatu.


Lalu dirinya menyudahi percakapan nya di telpon bersama sang suami.


Dia berjalan ke dalam kamar Daniel untuk menemani putra kesayangan tidur.


''Bu, kak Sisil mana? Aku belum melihat dia dari tadi pagi?''


Ucap Daniel sesaat setelah ibunya berbaring di sampingnya.


''Kaka mu ada perjalanan karya wisata, mungkin beberapa hari lagi baru pulang.'' jawab Angel.


Daniel mengangguk.


''Aku senang memiliki Kaka yang baik seperti dia, selain cantik Kaka juga sangat perhatian padaku.'' ucap Daniel.


Lalu dirinya memeluk sang ibu, melingkarkan tangan nya di di tubuh sang ibu.


''Apa kak Sisil baik sama kamu?''


''Iya Bu dia baik banget sama aku.''


Angel terlihat mengelus rambut putra kesayangan nya.


''Sekarang kamu tidur ya.''


''Baik Bu.'' Lalu Daniel mulai memejamkan mata, dan tak lama kemudian dia pun terlelap.


Sementara Angel masih belum bisa memejamkan matanya, dirinya sedang memikirkan hukuman apa yang pantas untuk anak tirinya karena telah berani pergi dari rumah tanpa seizinnya.


Tidak mungkin rasanya jika dia harus membongkar hubungan nya dengan supir pribadinya, karena jika itu di lakukan dirinya tidak akan bisa mengancam atau memiliki kartu merah lagi.


***


Keesokan harinya.


Pukul dua siang hari, Alex dan Sisil sudah bersiap untuk mengajak kedua adik nya jalan jalan,tak lupa mereka pun mengajak sang ibu akan tetapi ibu menolak, dan mengatakan biar Amel dan Widya saja yang pergi.


Akhirnya mereka pergi berempat, ke sebuah tempat wisata terkenal di daerah Kota Kuningan.


Obyek Wisata pemandian Cibulan menjadi tempat tujuan Alex, mengingat tempat itu adalah tempat yang sangat terkenal di daerahnya.

__ADS_1


Tempat wisata yang terkenal dengan ikan dewa dan kolam berenang nya, setiap pengunjung bisa menikmati sensasi berenang di kolam yang terdapat ikan ikan besar tanpa harus takut di sakiti oleh ikan itu.


Konon menurut kepercayaan penduduk setempat ikan yang berbentuk mirip ikan arwana ini adalah penjelmaan prajurit prabu Siliwangi yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi dahulu.


Air kolam nya terlihat selalu jernih karena setiap dua Minggu sekali kolam selalu di di kuras dan di bersihkan.


Amel dan Widya sudah bersiap untuk berenang di dalam kolam, sementara Sisil hanya berdiri sambil melihat ikan ikan berukuran sekitar 30 centimeter.


''Mel... apa tidak takut berenang di situ? ikan nya besar lho.'' Ucap Sisil menunjuk ke arah kolam.


Amel dan Widya tersenyum.


''Tak apa apa teteh, ikan nya jinak kok.'' Ucap Amel yang sudah memasukan setengah badan nya ke dalam kolam.


Sisil hanya menatap Amel dan Widya yang kini sudah tampak berenang di kolam yang dibawah terdapat ikan ikan besar, yang seolah tidak terganggu sama sekali dengan kehadiran manusia di atas nya.


''Kamu mau berenang juga?'' tanya Alex.


''Kayaknya si asik, tapi aku masih sedikit takut melihat ikan ikan itu.'' jawab Sisil.


''Tak apa apa, kalau kamu merasa takut kuncinya cuma satu, jangan melihat ke bawah kolam.''


''Begitu ya.'' jawab Sisil dengan masih memperhatikan Amel dan Widya, yang sedang asyik bermain air di dalam kolam.


Alex mengangguk.


Tak lama kemudian Sisil sudah bersiap berenang, dengan sedikit rasa takut dia mencoba memasukan satu kakinya ke dalam kolam.


Alex hanya tersenyum memperhatikan Sisil yang kini telah memasukkan setengah badan nya ke dalam kolam.


''Oppa... ayo temani aku.''


Lalu Alex menghampiri Sisil.


Memasukan badan nya ke dalam air, kini mereka sudah sama sama berada di dalam kolam,berenang dan bermain air bersama Amel dan juga Widya, tanpa ada rasa takut sama sekali, meskipun di bawah kaki mereka terdapat banyak ikan.


Sisil benar benar sangat senang menikmati kebersamaan nya dengan Alex serta adiknya, dirinya sudah dapat sedikit melupakan masalah yang sedang dia hadapi dengan ibu tirinya.


Setelah puas berenang mereka berdua beristirahat bawah pohon besar, sambil mengeringkan dan menghangatkan badan di bawah sinar matahari yang sinarnya sendiri tidak terlalu terik karena keadaan sudah semakin sore.


''Gimana, kamu senang?'' tanya Alex.

__ADS_1


Sisil mengangguk lalu tersenyum.


''Terima kasih ya sudah mau mengajak aku ke mari.'' Ucap Sisil.


Alex mengangguk lalu tersenyum.


Waktu sudah menunjukan pukul 17.00


Alex, Sisil dan kedua adiknya sudah bersiap untu pulang ke rumah.


''Makasih ya Aa sudah mengajak kami berdua kesini, sudah lama sekali kami tidak pergi liburan seperti ini.'' ucap Amel.


''Iya dek, nanti kapan kapan kita kita kesini lagi ya,'' jawab Alex.


''Ya sudah, sekarang kita pulang yu.''


Lalu mereka semua memasuki mobil, dan mobil pun melaju di jalanan kota Kuningan yang terkenal dengan udaranya yang segar dan suasana nya yang asri.


***


Sudah selama tiga hari Sisil dan Alex berada di kota Kuningan, kota dengan sejuta keindahan, dan keasrian alam nya, keindahan Gunung Ciremai dan area pesawahan yang membentang, harus segera mereka tinggalkan karena harus segera kembali ke ibukota Jakarta.


Pagi hari sekitar pukul 06.00 Alex dan Sisil sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta, dengan wajah sedih Sisil menyalami dan memeluk Ibu serta kedua calon adik iparnya.


Begitupun dengan Alex, dirinya memeluk erat sang ibunda, sambil meminta doa untuk keselamatan nya selama di perjalanan. Setelah itu Alex pergantian memeluk kedua adiknya.


Amel dan Widya terlihat sangat sedih melepas kepergian Alex dan calon kakak iparnya.


Alex dan Sisil memasuki mobil, kemudian mobil berjalan perlahan menjauh dari halaman menuju jalan raya, Sisil tampak melambaikan tangan dari dalam mobil ke arah Amel dan Widya serta ibunda Alex.


''Hati-hati Aa... teteh...'' Amel berteriak sambil melambaikan tangannya ke arah mobil yang terlihat semakin menjauh.


Perjalanan panjang pun dimulai, perjalanan yang akan memakan waktu selama hampir 5 jam, untuk kembali ke Jakarta. Sisil harus mulai bersiap untuk menghadapi ibu tirinya, mulai sekarang dia akan mencari cara untuk bisa melindungi diri dari kekejaman sang ibu tiri.


Setelah berlibur selama 3 hari di kota kelahiran Sang kekasih, sisil merasa pikirannya sudah sedikit jernih.


Dia menyadari jika tidak melawan ibu tirinya, dirinya akan selalu ditindas dan diperlakukan semena-mena, bukankah selama ini dia adalah wanita yang kuat, yang mampu menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya? Hatinya berucap.


Mulai saat ini dia sudah bertekad untuk tidak akan diam saja menerima semua perlakuan ibu tiri nya. Dia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi dirinya serta hubungannya dengan sang kekasih.


Akhirnya mobil mereka berdua telah memasuki ibukota Jakarta, Alex tampak meraih jemari Sisil dan menggenggamnya, seolah memberi isyarat bahwa dirinya akan selalu berada di sampingnya, menemaninya menghadapi semua rintangan dalam mempertahankan cinta mereka berdua.

__ADS_1


Saat mobil mereka memasuki halaman rumah dan berjalan perlahan memasuki garasi, Sisil melihat satu buah mobil yang sudah terparkir di halaman rumahnya, mobil sedan berwarna hitam, dan tidak di ragukan lagi jika mobil itu adalah kepunyaan alvin.


*****


__ADS_2