Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Menunggu


__ADS_3

Rani terlihat tersenyum, saat dirinya menerima secarik kertas yang bertuliskan alamat tempat tinggal Alex.


Jika dirinya sudah mengetahui dimana Alex tinggal, itu artinya ia bisa datang kapan saja untuk mengunjungi laki laki pujaan hatinya itu di tempat tinggalnya.


Saat Rani sedang bersenandung senang sambil melambai lambai kan secarik kertas tersebut, tiba tiba saja Tuan Lionel keluar dari dalam Ruangannya dan berdehem dengan keras.


Eheum..... (dengan keras)


Rani menghentikan gerakannya seketika, lalu tersenyum malu sambil melihat wajah bos Lionel yang terlihat membulatkan bola mata bundarnya.


Tuan Lionel menggelengkan kepala melihat kelakuan sekertaris nya, tanpa mengetahui jika laki laki yang sedang di kejar oleh Rani adalah calon menantu nya sendiri.


*


Pulang ngantor, Alex sedang menunggu kekasihnya yang sudah berjanji akan menjemput dirinya, ia duduk di sebuah halte yang terletak tak jauh dari kantor calon mertuanya.


Sudah lebih dari satu jam Alex menunggu, namun sang kekasih tak kunjung datang juga, akhirnya ia pun memutuskan untuk menelpon kekasihnya tersebut.


Alex merogok saku celananya, mengambil handphone lalu menelpon Sisil, kekasih hatinya.


Tut..Tut..Tut..


Suara handphone yang tidak aktif.


Entah mengapa handphone Sisil dalam keadaan tidak aktif, namun Alex sama sekali tidak berpikiran sempit, ia meyakinkan hatinya sendiri, bahwa mungkin saja kekasihnya tersebut lupa mengcarger handphone nya.


Ia pun kembali memasukan handphone miliknya ke dalam saku celana panjang berwarna hitam yang di kenakan nya.


Ia duduk sendiri di atas kursi yang terbuat dari besi, halte yang semula penuh dengan para karyawan perusahaan, kini terlihat kosong, tinggal tersisa dirinya yang masih dengan setia menunggu kekasih pujaan hati yang sudah berjanji dan tidak mungkin di ingkari nya.


Senja pun perlahan menemani, seolah menjadi penutup hari bagi setiap manusia di muka bumi, warna nya kemerahan membuat langit yang semula biru kini semakin meredup seiring sang Mentari perlahan kembali ke tempat nya untuk menutup hari.


Alex tampak sedikit gelisah, karena meski hari sudah semakin gelap Sisil masih juga belum menjemput dirinya, sudah lebih dari tiga jam ia menunggu di sana, akhirnya dengan berat hati ia pun beranjak pergi dengan menaiki mobil Taxi yang kebetulan melintas di hadapannya.


*


Sisil sedang meringkuk sendiri di dalam kamarnya, seluruh tubuhnya tampak tertutup oleh selimut tebal berwarna merah, selama seharian ini dia hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur tanpa melakukan aktivitas apapun.


Bahkan dia pun melupakan janjinya kepada sang kekasih, bahwa dirinya akan menjemput kekasihnya tersebut sepulang kerja.


Handphone nya pun terlihat tergeletak begitu saja di atas tempat tidur dalam keadaan tidak aktif, karena dia merasa malas beranjak dari tempat tidur meski hanya untuk nge charger handphone nya sendiri.

__ADS_1


Tok..tok..tok


Suara pintu kamarnya di ketuk.


Ceklek...


Daniel adik tirinya membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar.


''Apa Kaka baik baik saja? seperti nya seharian ini Kaka tidak keluar dari dalam kamar?'' tanya Daniel sambil berjalan ke tempat tidur di mana Sisil berada.


Sisil pun membalikkan posisi tidur nya lalu menghadap kearah sang adik. Lalu ia menatap Daniel yang terlihat mengkhawatirkan dirinya.


''Kakak baik-baik saja dek, Kaka hanya sedang malas melakukan apapun.''


''Kenapa? Apa ibu melakukan sesuatu yang jahat kepada kaka?"


Sisil terperangah, ia merasa heran darimana adiknya mengetahui tentang hal tersebut? Daniel memang anak yang cerdas, dia sudah dapat menebak dengan benar tentang apa yang terjadi pada kakaknya tersebut.


Sisil tersenyum, lalu menggeleng.


"Tidak ko sayang, Kaka hanya ingin beristirahat hari ini. Apa kamu sudah makan?" tanya Sisil mengalihkan pembicaraan.


"Kaka sendiri apa sudah makan?"


Sisil menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu aku akan menyuruh bi surti untuk mengantarkan makanan buat Kaka," ujar Daniel sambil tersenyum.


"Tak usah dek, Kaka akan segera turun dan mengambil makanan sendiri."


"Ya sudah kalau begitu."


Daniel berbalik dan hendak melangkah, namun dia mengurungkan niatnya dan kembali berbalik menghadap kakaknya lalu berucap.


"Jika ibu menyakiti atau berbuat jahat kepada kakak, Kaka jangan ragu untuk ngomong sama aku, aku sering dengar jika yang namanya ibu tiri itu selalu berbuat jahat kepada anak tirinya," ujar Daniel dengan wajah yang sungguh-sungguh.


"Dari mana kamu mendengar hal seperti itu?" Sisil heran.


"Teman di kelas ku memiliki ibu tiri kak, dan ibu tirinya itu selalu saja berbuat jahat kepada temanku itu. Aku tidak mau jika sampai ibuku melakukan hal yang sama kepada kakak seperti yang di lakukan ibu tiri temanku itu," Daniel cemberut.


Sisil tersenyum senang, meskipun ibu tirinya telah berbuat jahat kepadanya, setidaknya masih ada orang yang memperhatikan dan mengkhawatirkan dirinya, yaitu Daniel yang merupakan anak kandung dari wanita yang telah menyakiti dirinya.

__ADS_1


"Kamu tak usah khawatir dek," Sisil duduk dan bersandar bantal di belakang punggung nya.


"Ibu tidak melakukan apa-apa sama kakak, Ibu juga baik kok sama kakak, dia tidak seperti ibu tiri yang baru saja kamu ceritakan kepada kakak," tambahnya lagi.


Sisil terpaksa berbohong, karena dirinya tidak ingin membuat adik kesayangannya tersebut merasa sedih, apabila mengetahui bahwa ibu kandungnya sendiri adalah seorang wanita yang sangat jahat.


"Benarkah...?" Daniel tersenyum senang.


Sisil mengangguk sambil tersenyum.


"Ya sudah aku ke kamarku dulu ya kak, kakak jangan lupa makan," ujar Daniel masih dengan senyum lebarnya.


"Iya sayang..." dengan tersenyum.


Daniel pun berbalik dan melangkah keluar dari dalam kamar.


Sepeninggal Daniel, Sisil hendak kembali berbaring, lalu kemudian ia melihat handphonenya yang tergeletak begitu saja tak jauh dari tempatnya berbaring.


Ia pun meraih handphone nya tersebut, dan hendak akan melihat apakah ada chat yang masuk kedalam handphonenya.


Namun ia tersenyum kecut karena mendapati handphonenya tersebut sudah dalam keadaan tidak aktif.


Ia pun turun dari tempat tidur lalu mencharger handphonenya tersebut, setelah handphone dalam keadaan aktif ia pun tersenyum melihat banyaknya panggilan yang tidak terjawab dari kekasih tercintanya.


Akhirnya ia ingat, bahwa iya sudah berjanji akan menjemput kekasihnya sepulang kerja, namun ia malah melupakan hal tersebut.


Dia pun masuk ke dalam kamar mandi dengan terburu buru, hendak membersihkan diri lalu berencana untuk mengunjungi sang kekasih di kontrak nya.


*


Sisil sudah berada di dalam mobil, menyetir dengan mendengarkan lagu kesukaannya.


Karena jarak dari rumah ke kontrakan sang kekasih tidak terlalu jauh, membuat Sisil tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di sana.


Setelah memarkir mobil di pinggir jalan raya, ia pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju kontrakan sang kekasih.


Matanya tampak memperhatikan seorang wanita yang sedang berjalan di hadapannya, wanita itu memakai gaun pendek berwarna hijau serta tas kecil dengan warna yang sama menggantung di tangan kirinya.


Dirinya nampak sangat terkejut, karena ternyata wanita tersebut berjalan ke arah kontrakan sang kekasih.


*****

__ADS_1


__ADS_2