
Kurang dari satu bulan lagi pernikahan Tuan Lionel dengan Angel akan segera di gelar, rencananya acara tersebut akan di adakan di sebuah hotel mewah di kawasan Ibu kota.
Tak hanya Tuan Lionel, Sisil pun ikut andil dalam mempersiapkan acara tersebut. Meskipun ini bukan pernikahan pertama untuk ayah nya tapi Sisil ingin acara ini di gelar dengan megah dan mewah.
Tuan Lionel pun sangat senang, karena akhirnya dia akan segera menikahi wanita pujaan hatinya, meski usia nya sudah tidak muda lagi, tapi dia sudah sangat tidak sabar untuk segera bersanding di pelaminan.
***
Sisil sedang berada di butik untuk memilih pakaian yang akan dia kenakan di hari pernikahan ayah nya, seperti biasa, dia di temani oleh kekasih tampan nya.
Sisil mencoba satu buah gaun berwarna putih, gaun indah panjang dengan bagian atas polos yang hanya di hiasi satu buah tali yang melingkar ke lehernya.
Setelah memakai gaun itu, dia berdiri di hadapan Alex.
''Bagaimana menurut kamu, gaun nya cantik kan?''
Tanya Sisil dengan memutarkan tubuh ramping nya di hadapan Alex.
''Bagus sih, kamu cantik memakai gaun itu. Tapi aku tidak terlalu suka kalau tubuh seksi kekasih aku di lihat oleh orang lain, bisa tidak memilih baju yang agak tertutup?''
''Ya sudah, aku coba baju yang lainnya lagi ya.''
Jawab Sisil dengan senyum mengembang di bibir mungilnya. Dia merasa senang karena Alex mengatakan hal seperti itu, rasanya dia juga ingin segera menyusul Ayah nya ke pelaminan, agar dirinya bisa segera menjadi milik Alex seutuh nya.
Sisil pun mencoba memakai baju yang lain, masih dengan warna yang sama dengan baju yang dia kenakan sebelum nya, karena seluruh keluarga nya sudah sepakat untuk mengenakan pakaian berwarna putih di hari pernikahan ayah nya nanti.
Kali ini Sisil mencoba pakaian yang lebih tertutup, hanya saja bagian bawah dari gaun tersebut panjang nya hanya mencapai lutut.
''Nah yang ini baru cocok untuk kamu, tidak terlalu terbuka, kamu cantik Sisil.''
''Ya sudah aku ambil yang ini ya.''
Lalu Sisil memanggil pelayan Butik, dan meminta nya untuk mengemas pakaian yang baru saja ia kenakan.
Setelah itu Sisil, berjalan ke tempat pakaian pria, dia berniat membelikan Alex satu setel pakaian untuk ia kenakan di hari pernikahan ayah nya nanti.
Sisil tampak sedang memilihkan jas yang cocok untuk Alex, sementara itu Alex masih duduk di tempat yang sama sewaktu Sisil mencoba gaun nya tadi, dia sedang sibuk memainkan handphone nya.
__ADS_1
Sisil menghampiri Alex dengan membawa satu setel jas berwarna putih lengkap dengan dasi kupu kupu nya.
''Oppa... coba pakai baju yang ini.'' Sisil memberikan baju yang di Pagang di tangan nya.
''Aku tidak berniat membeli baju.''
''Sudah, coba saja dulu.''
''Tapi Sil..?'' ucap Alex mencoba menolak.
Lalu Sisil mendorong Alex ke dalam kamar ganti, memaksanya untuk mencoba mengenakan setelan jas yang telah di pilihkan nya, membuat Alex pasrah dan menuruti keinginan kekasih nya tersebut.
10 menit kemudian Alex keluar dari kamar ganti, memakai jas berwarna putih, dengan dasi kupu kupu sebagai pelengkap nya.
''Ya ampun Oppa, jas nya cocok banget buat kamu, aku beliin satu ya?''
Ucap Sisil sembari memutar kan tubuh Alex.
Dia memang terlihat sangat tampan dengan jas putih yang terpasang di tubuh kekar nya, membuat para pelayan toko yang sedang berdiri di sana saling berbisik,membicarakan ketampanan Alex.
Sisil hanya melirik sinis kepada para pelayan tersebut, dia merapikan dasi kupu kupu yang melingkar di kerah jas putih kekasihnya.
Ucap nya sembari sedikit meninggikan suaranya, seolah memberi kode kepada para pelayan Butik tersebut kalau laki laki tampan yang sedang mereka bicarakan adalah kekasih hatinya.
Sedetik kemudian para pelayan pun berhenti berbisik, setelah Sisil melayangkan pandangan sinis kepada mereka.
''Tidak usah sayang, aku cuma seorang supir, tidak pantas untuk aku memakai pakaian mewah seperti ini.''
''Kamu bukan hanya seorang supir, tapi kamu juga calon suami aku.''
Alex tersenyum manis mendengar ucapan kekasih nya, dia melangkah kan kaki nya kembali masuk ke dalam kamar ganti, untuk segera mengganti kembali jas putih yang sedang dia kenakan.
Setelah Alex mengganti pakaian nya, dia kembali menghampiri Sisil yang sedang duduk sembari mainkan handphone nya.
Alex tampak melihat Bandrol harga di jas tersebut, matanya tampak melotot karena terkejut tatkala melihat harga dari jas yang kini berada di tangan nya.
''Harga nya mahal sekali.'' Ucap Alex dengan sedikit berbisik di telinga Sisil.
__ADS_1
Sisil meraih dan melihat Bandrol harga tersebut, dia tampak sedikit tersenyum, bagi nya harga segitu tidak ada apa apa nya.
Dia memiliki cukup banyak uang yang selalu di berikan oleh Ayah nya, karena setiap bulan Ayahnya selalu memberikan jatah uang bulanan yang tidak sedikit,untuk memenuhi semua kebutuhan pribadinya.
''Anggap saja ini hadiah dari aku, semenjak kita resmi berpacaran, aku sama sekali tidak pernah memberikan kamu apapun.''
''Tapi tetap saja, harga nya terlalu mahal.''
Ucap Alex, dia merasa tidak enak, karena sebagai laki laki, seharusnya dia yang membelikan sesuatu untuk kekasihnya, bukan sebaliknya.
''Aku mohon... Terima ya, sekali ini saja.''
''Ya sudah, aku akan terima, tapi ini kali pertama dan terakhir kali nya ya, aku tidak mau di pandang sebagai pacar yang memanfaatkan kekayaan kekasihnya.''
Ucap Alex dengan nada bicara yang sedikit tegas, Sisil hanya mengangguk dan meminta pelayan untuk segera mengemas jas putih yang akan dia berikan kepada Alex.
***
Hari itu pun tiba, hari dimana Tuan Lionel akan mengucap ijab kabul dan menjadikan Angel sebagai istri sah nya.
Dia tampak tampan dengan jas berwarna hitam, tak lupa peci hitam sebagai pelengkap wajib di kepala
selayaknya seorang pengantin.
Meskipun ini bukan pernikahan pertama nya, tapi sangat terlihat jelas dari raut wajah nya kalau dia benar benar merasa gugup.
Sisil menghampiri Ayah nya di dalam kamar, dia tampak sangat bahagia melihat Ayah yang sudah lama hidup sendiri kini akan memiliki seorang pendamping.
''Selamat ya Papih, akhirnya Papih tidak akan sendirian lagi, aku sungguh berharap Papih akan hidup bahagia bersama Tante Angel.''
Ucap Sisil yang tampak melingkarkan tangan nya di pinggang ayah nya. Dia memeluk erat ayah nya, entah mengapa hatinya merasa sedikit terharu sekaligus bersedih.
Karena mulai sekarang, kasih sayang ayah nya akan terbagi dengan istri barunya, di tambah dengan calon adik tiri yang pasti nya akan sama sama membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari ayah sambung nya ini.
Sisil sedikit menitik kan air mata yang langsung dia usap dengan jemarinya, dia tidak mau merusak kebahagiaan yang akan segera di raih oleh ayah nya.
Sudah waktunya Tuan Lionel berangkat ke hotel tempat nya menggelar pernikahan, karena di sana sudah ada Angel yang menunggu dirinya untuk mengucapkan ijab kabul dan mengesahkan diri nya sebagai Istri dari Tuan Lionel.
__ADS_1
Sisil dan ayah nya berjalan menuju mobil sedan hitam yang sudah di hiasi bunga pengantin di depan nya. Mereka memasuki mobil dan bersiap untuk berangkat ke hotel, dengan Alex sebagai supir nya.
*****