Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Mencari


__ADS_3

''Cepat cari gadis itu, kalian bertiga sungguh bodoh, masa menjaga satu wanita saja kalian tidak bisa,'' Alvin terlihat sangat marah.


''Kita sudah mencari di se isi rumah bos, tapi sepertinya gadis itu sudah berhasil keluar dari dalam rumah,'' ucap salah satu preman bertubuh besar dengan tato di tangannya.


''Bodoh kalian.''


''Cepat cari di luar, aku yakin dia belum berjalan jauh,'' ucapnya lagi dengan mata yang melotot ke arah ketiga preman itu.


Saat ketiganya baru saja akan melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah itu, tiba tiba saja, mobil polisi masuk ke halaman rumah dengan suara sirine yang begitu keras, membuat Alvin dan ketiga anak buah nya kalang kabut hendak melarikan diri.


''Sialan, mengapa polisi bisa sampai di tempat ini?'' Alvin hendak berlari, namun suara pistol yang di tembakkan ke udara mengagetkan dirinya, hingga ia pun menghentikan langkah kakinya dan mengangkat kedua tangannya.


''Tempat ini sudah kami kepung, semua nya angkat tangan dan diam di tempat,'' ucap salah satu polisi.


Alex dan calon mertuanya yang ikut bersama para polisi, segera berlari ke dalam rumah untuk mencari keberadaan Sisil.


Ia berkeliling ke seisi rumah namun tidak mendapati Sisil berada di sana, akhirnya ia pun menghampiri Alvin dan melayangkan pukulan yang sangat keras ke arah wajah Alvin.


''Dimana Sisil, brengsek....?''


Bruuukkk....


Sembari memukul wajah Alvin hingga membuat Alvin jatuh ke atas lantai, tak sampai di situ, Alex kembali mencengkram kerah baju laki laki itu dan kembali melayangkan bogem mentah nya secara bertubi tubi.


Andai saja Tuan Lionel tidak mencegahnya mungkin saja Alvin sudah tewas bersimbah darah di tangan Alex yang kini sedang sangat marah.


''Cepat katakan di mana sisil?''


''Aku tidak tahu, tadi dia ada bersamaku, tapi dia berhasil melarikan diri dan tak tahu sekarang ada di mana,'' jawab Alvin sambil mencoba berdiri.


''Apa...?'' Alex terkejut dan segera mencari keberadaan wanita yang sangat di cintai nya itu.


Para polisi tampak langsung segera memborgol kedua tangan Alvin dan memboyong ke empat orang itu ke dalam mobil, untuk segera di bawa ke kantor polisi.


Semetara Tuan Lionel dan juga Alex masih berkeliling di sekitar rumah untuk mencari keberadaan Sisil, mereka berharap mudah mudahan Sisil baik baik saja dan segera di ketemukan.


''Sisil....'' Alex berteriak sekencang mungkin.


Begitupun dengan Tuan Lionel.


''Apa mungkin dia sudah berjalan jauh Lex, bagaiman kalau kita cari Sisil di jalan raya,'' ucap Tuan Lionel, yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Alex.

__ADS_1


Mereka berdua segera masuk ke dalam mobil, untuk mencari Sisil di jalanan.


***


Sementara itu Sisil dengan perasaan takut yang teramat dalam, hanya bisa berlari sekencang kencangnya, dengan tanpa alas kaki ia berlari di atas aspal dan membuat kakinya bersimbah darah.


Di dalam hatinya ia selalu menyebut nama Alex, dan berharap jika ada keajaiban yang akan mempertemukan nya dengan kekasihnya tersebut.


Jalanan yang sepi, dengan jurang tinggi di setiap sisi kanan dan kiri nya membuat Sisil harus lebih berhati hati, jika dirinya tidak mau jatuh ke dalam jurang dengan kedalaman lebih dari 10 meter itu.


Ia pun berhenti sejenak untuk beristirahat, kakinya sungguh terasa letih, karena seperti nya dirinya sudah berlari cukup jauh, ia melihat ke sekeliling, semua yang berada di hadapan nya hanya jurang dan hutan belantara, sementara hari semakin gelap, membuat tubuhnya semakin bergetar ketakutan.


Ia pun hanya bisa menangis, memikirkan nasib tragis yang sedang menimpanya saat ini.


Sisil pun kembali berdiri dan berlari, sambil berharap jika ada kendaraan yang lewat dan dapat menemukan dirinya di sana.


***


Alex berkendara dengan pelan, sambil melihat ke sekeliling berharap akan menemukan sosok Sisil di jalanan.


Perasaannya di liputi rasa khawatir, hatinya sungguh takut sesuatu yang buruk akan menimpa kekasihnya tersebut.


''Sisil kamu dimana?'' ucapnya pelan.


''Bagaimana ini om, hari akan segera gelap, apa yang akan kita lakukan?'' Alex tampak sangat cemas.


''Kita harus menemukan Sisil apapun yang terjadi, tak peduli gelap sekalipun, kita harus terus mencari dia sampai ketemu,'' ucap Tuan Lionel.


''Baik om, saya juga sangat khawatir.''


Mereka terus mencari di jalanan yang tadi sempat di lewati oleh Sisil, hingga akhirnya nya Sisil pun terlihat dari kejauhan sedang berlari menerobos pekatnya kabut yang terlihat semakin menebal.


''Om lihat....'' Alex menunjuk ke arah depan dimana Sisil berlari.


''Sisil...'' gumam Tuan Lionel.


''Cepat Lex...'' tambahnya lagi.


Alex langsung tancap gas mengejar Sisil dengan mobilnya, hingga akhirnya Sisil pun terkejar.


''Sisil....''

__ADS_1


Alex segera memanggil setelah ia menghentikan mobilnya, ia berlari ke arahnya dengan begitu tergesa gesa.


''Alex...''


Sisil segera berhenti dan melihat sosok yang selalu di sebut namanya di hatinya. Ia pun berlari dengan lelehan air mata yang mengalir semakin deras membasahi kedua pipinya.


Alex menangkap tubuh Sisil yang langsung terjatuh tak sadarkan diri saat ia sampai di hadapan laki laki yang di cintai nya itu.


''Bangun sayang....''


Alex mendekap tubuh lemas dengan kaki yang di penuhi dengan darah segar.


''Cepat bawa dia ke rumah sakit, biar om yang menyetir.''


Alex pun segera menggendong gadis itu ke dalam mobil, dengan perasaan lega dan cemas yang memenuhi hatinya secara bersaman.


***


Sesampainya di Rumah sakit, Dokter segera membawa gadis itu ke ruangan Unit Gawat Darurat, untuk segera di tangani, Alex serta calon mertuanya hanya bisa menunggu dengan perasaan gelisah.


Selama hampir satu jam Sisil berada di dalam Ruang pemeriksaan, dan akhirnya Dokter pun keluar memberi kabar.


''Bagaimana keadaan anak saya Dokter?''


''Pasien tidak apa apa, dia hanya mengalami syok dan kelelahan.''


''Syukurlah...''


''Namun pasien harus di rawat selama beberapa hari terlebih dahulu, untuk memulihkan kondisi kakinya yang terdapat banyak luka seperti habis berlari tanpa alas kaki.''


''Baik Dokter, apakah sekarang saya bisa melihat kondisi secara langsung Dok?'' pinta Alex.


''Iya silahkan, tapi hanya satu orang saja yang di perbolehkan masuk, mengingat kondisi pasien masih sangat lemah, dan harus banyak beristirahat, kalian bisa secara bergantian melihat kondisi pasien.''


''Baik Dok.''


''Kalau begitu saya permisi,'' Dokter pun pergi dari hadapan Tuan Lionel dan juga Alex.


''Sebaiknya om dulu yang masuk ke dalam, saya tunggu di sini saja dulu,'' ujar Alex.


''Tidak Lex, saya yakin, saat ini orang yang sangat ingin di lihat oleh Sisil adalah kamu, bukan saya,'' Tuan Lionel mempersilahkan calon menantu nya untuk masuk terlebih dahulu, karena ia yakin jika putrinya itu sangat membutuhkan dukungan dari laki laki yang sangat di cintai nya.

__ADS_1


*****


__ADS_2