Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Di Rawat di Rumah Sakit


__ADS_3

Akhirnya Alex memutuskan untuk segera membawa kekasihnya ke rumah sakit, namun sebelum nya dirinya menelpon Tuan Lionel terlebih dahulu untuk meminta izin kepadanya.


Tuan Lionel mengizinkan Alex untuk segera membawa sisil ke rumah sakit, dia pun berjanji akan segera menyusul Alex ke sana setelah pekerjaan di kantor nya selesai.


Tak lupa pula Alex meminta izin kepada ibu tiri Sisil, yang juga mengijinkan Alex untuk segera membawa Sisil ke Rumah Sakit.


Setelah mendapat izin dari kedua orang tua kekasihnya, Alex segera membawa Sisil ke dalam mobil dengan cara menggendong Sisil di pangkuannya.


Saat mobil yang di kendarai Alex hendak berangkat, tiba tiba Angel menahan kepergiannya.


''Tunggu Alex...! saya ikut, saya naik mobil pribadi saya sendiri ya.''


''Baik Nyonya,'' jawab Alex yang sudah menurunkan sedikit kaca mobilnya.


Mobil Alex berjalan meninggalkan halaman, lalu tak lama kemudian terlihat mobil Angel berjalan di belakang nya.


Angel tampak mengendarai mobilnya sendiri, mobil mewah keluaran terbaru berwarna kuning dengan harga yang lumayan mahal.


Angel tambak menggerutu sendiri di dalam mobil. Sebenarnya dirinya malas untuk ikut ke Rumah Sakit menemani anak tirinya, namun apalah daya dirinya tidak ingin di cap sebagai Ibu sambung yang jahat oleh suaminya.


Saat dirinya sedang berkonsentrasi menyetir mobilnya, tiba-tiba handphone nya berbunyi, ternyata sang suami menelpon dirinya.


Lalu Angel meraih handphone dan menerima telpon.


Angel : ''Halo Mas.''


Tuan Lionel : ''Kamu sedang di mana sayang''


Angel : ''Aku sedang di perjalanan ke rumah sakit''


Tuan Lionel : ''Baiklah... Mas akan segera menyusul ke sana.''


Angel : ''Iya mas, kita ketemu di sana ya.''


Tuan Lionel : "Kamu hati hati di jalan ya sayang."


Angel menutup teleponnya Dan meletakkan kembali handphone nya di tempat semula.


Butuh waktu sekitar 30 menit untuk mereka sampai di Rumah Sakit.


Dan akhirnya mereka pun sampai di di sana.


Alex membuka mobil dan segera menggendong Sisil ke ruang Unit Gawat Darurat, yang langsung disambut oleh dua perawat yang sedang berjaga di sana.


Mereka langsung membawa Sisil ke ruang perawatan,Sisil tampak sedikit meringis merasakan sakit di kaki nya, dan kini kakinya terlihat semakin membengkak.


Sementara itu Alex hanya menunggu di luar ruangan UGD dengan perasaan cemas, lalu Tak lama kemudian Angel datang dan menghampiri Alex.


''Bagaimana keadaan Sisil lex?"

__ADS_1


"Dokter sedang memeriksa dia Nyonya."


Angel mengangguk lalu dirinya duduk di kursi.


Wajahnya tampak sangat santai, tidak ada raut kecemasan sedikitpun melihat anaknya sedang diperiksa di ruang UGD, membuat Alex merasa heran.


Setelah menunggu tidak terlalu lama, Dokter pun keluar menghampiri Angel dan juga Alex.


"Bagaimana keadaan anak saya Dokter?" tanya Angel.


"Kami akan segera melakukan Rontgen kepada kaki Pasien, dan kami baru saja memberikan obat penurun panas, karena suhu tubuh Pasien sangat tinggi," jawab Dokter.


"Baiklah Dok, tolong lakukan yang terbaik untuk anak saya," jawab Angel.


Raut wajahnya terlihat berubah, tidak seperti sebelumnya, ada sedikit rasa khawatir dari sorot mata Angel, namun semuanya terlihat palsu di mata Alex, karena dirinya sudah melihat perubahan raut wajah dari Angel.


"Baik Bu, saya akan melakukan yang terbaik, kalau begitu saya permisi," Dokter masuk kembali ke ruangan.


Angel kembali duduk di bangkunya semula tanpa menyadari jika Alex sedang memperhatikan dirinya sedari tadi.


Ternyata apa yang selalu di ceritakan oleh Sisil kepadanya benar, jika ibu tirinya itu tidak sebaik seperti yang selama ini selalu ia ditunjukkan di hadapan Tuan Lionel.


30 menit kemudian, tuan Lionel sampai di Rumah Sakit dengan wajah cemas dirinya langsung menghampiri sang sang istri.


"Bagaiman keadaan Sisil," tanya tuan Lionel kepada istrinya.


"Mas..." Angel menghampiri sang suami lalu memeluknya.


"Tapi dia tidak apa apa kan?"


"Dokter bilang mereka akan segera melakukan Rontgen," jawab Angel.


Alex sangat terkesima melihat acting dari calon ibu mertua nya, dari mana asal air mata buaya nya yang tadi sama sekali tidak ada sedikit pun di matanya.


Batin Alex berucap.


Sungguh pemandangan yang sangat mengejutkan bagi Alex, karena baru kali ini dirinya melihat wajah asli dari ibu tiri kekasihnya.


Tuan Lionel duduk di kursi rumah sakit, sama sama menunggu hasil pemeriksaan dari Dokter bersama Angel dan juga Alex.


***


Akhirnya setelah di lakukan Rontgen dan di periksa lebih lanjut Sisil langsung di pindahkan ke ruang rawat inap dengan di temani Alex, ayah serta ibu tirinya.


Malam hari Sisil tampak sudah tertidur pulas, kakinya tampak telah di balut dengan kain kasa berwarna putih.


Tuan Lionel tampak duduk di samping putrinya yang sudah terlelap.


''Om sama Tante sebaiknya pulang untuk istirahat, Sisil biar saya yang jaga,'' ucap Alex kepada tuan Lionel.

__ADS_1


''Sebenarnya saya juga lelah, saya pulang dulu sebentar nanti balik lagi ke sini, saya titip Sisil sama kamu ya,'' jawan Tuan Lionel.


''Saya akan menjaga Sisil dengan baik om, om istirahat saja, dan tidak usah khawatir, jika terjadi sesuatu dengan Sisil saya akan segera menghubungi om.''


Lalu Tuan Lionel serta Istrinya pun pulang ke rumahnya, tinggal lah Alex sendiri yang menjaga Sisil di dalam kamar


Pukul 22.00 Sisil tampak membuka mata, dia melihat ke arah samping menyaksikan Alex sedang tertidur pulas dengan menyandarkan kepalanya ke ranjang tempat dirinya berbaring.


Sisil mengelus rambut Alex dan menatapnya dengan tatapan sendu, wajahnya tampak tersenyum melihat kekasihnya dalam keadaan tertidur.


Tak lama kemudian Alex pun terbangun.


"Kamu sudah bangun?'' tanya Alex kepada Sisil.


''Kamu pasti lelah?'' jawab Sisil


''Tidak kok, aku tidak lelah sama sekali.''


Alex meraba kening kekasihnya, memastikan jika demam yang sempat menyerang Sisil sudah mereda, dan suhu tubuh nya sudah kembali normal.


''Apa kakimu masih terasa sakit?''


Sisil menggelengkan kepalanya.


''Sini Oppa berbaring di samping aku,'' pinta Sisil.


''Tidak usah biar aku tidur di sopa.''


''Oppa....'' Sisil memanyunkan bibirnya.


Alex merasa tidak enak jika harus berbaring bersama di atas ranjang, dirinya takut jika ada perawat yang masuk lalu melihat mereka.


Alex berusaha menolak namun Sisil terus memaksa, akhirnya Alex mengalah dan naik ke atas ranjang lalu berbaring di samping Sisil.


Mereka saling berhadapan, Sisil tersenyum senang memandangi wajah tampan sang kekasih.


''Terima kasih karena Oppa selalu menemani aku dalam keadaan apapun,'' ucap Sisil lalu meraih jemari Alex dan menggenggamnya.


''Sama sama sayang... kamu cepat sembuh ya, aku sungguh cemas melihat mu dalam keadaan seperti ini.''


''Iya aku pasti cepat sembuh, Oppa tak usah khawatir.''


''Satu lagi... aku tidak suka jika kamu menyembunyikan rasa sakit yang sedang kamu rasakan dari aku, seperti tadi pagi,'' pinta Alex dengan menunjukan rasa kecewanya.


''Iya, aku minta maaf, aku janji tak akan mengulangi nya lagi,'' jawab Sisil dengan tersenyum.


Alex mengangguk.


''Sekarang kita tidur ya, kamu harus banyak istirahat agar kondisimu cepat pulih,'' ucap Alex, lalu dirinya meraih kepala sisil dan menempatkan nya di tangan kokohnya yang telah ia bentangkan.

__ADS_1


****


__ADS_2