Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Rencana jahat


__ADS_3

Ibunda Alvin segera berlari ke dalam kamar putra nya, setelah mendengar suara benda yang di banting dengan sangat keras sehingga menimbulkan bunyi yang sangat nyaring.


''Ada apa vin?'' tanya sang ibu, lalu menatap ke arah handphone yang sudah dalam keadaan tergeletak di atas lantai dengan bentuk nya yang sudah tidak beraturan.


''Tinggalkan aku sendiri Bu.''


''Iya, tapi kamu kenapa? coba jelaskan sama ibu?'' sang ibu berjalan ke arah Alvin, lalu menatap wajah putra kesayangannya yang sudah dalam keadaan merah menahan amarah.


''Sisil akan segera menikah bu,'' jawab Alvin lalu mengusap wajah tampannya dengan kedua tangannya.


''Apa..?'' ibu terkejut lalu tersenyum.


''Bagus dong, dengan begitu kamu tidak bisa lagi berharap dengan dia, dan harus mulai membuka hati mu untuk wanita lain. Ingat Vin, Sisil bukan satu satunya wanita di dunia ini, ibu akan carikan wanita yang lebih cantik 10x lipat dari wanita yang bernama Sisil itu,'' ujar sang ibu.


''Tinggalkan aku sendiri Bu, aku mohon,'' Alvin dengan suara yang sedikit ditinggikan.


Sang Ibu pun keluar dari kamar putra kesayangannya dengan wajah yang terlihat cemas, karena melihat keadaan sang putra.


Alvin pun kembali membuka lemari pakaian yang tadi belum sempat ia buka, lalu meraih satu stel pakaian dan segera dipakainya.


Setelah ia mengenakan pakaian lengkap, Alvin pun keluar dari dalam kamar, ia menuju garasi mobil dan segera masuk ke dalam mobil miliknya lalu melaju dengan kencang keluar dari dalam bagasi menuju jalanan.


Alvin hendak mendatangi sebuah Restoran di mana ia telah membuat janji dengan Angel untuk bertemu dengan dirinya di sana.


Setelah sampai di Restoran tersebut, Alvin langsung keluar dari dalam mobil lalu berjalan ke dalam Restoran dan melihat Jika Angel sudah duduk di sana menunggu kedatangan dirinya.


''Tante sudah lama menunggu?'' tanya Alvin sambil duduk di kursi yang tepat berada di hadapan Angel.


''Lumayan...'' jawab Angel singkat.


''Saya ingin bertanya prihal pernikahan Sisil dengan si Alex yang tadi Tante bicarakan di telpon,'' tanya Alvin dengan wajah penasaran.


''Iya Vin, seperti nya suami saya sudah benar benar berniat untuk menikahkan mereka berdua, meski


masih memberi waktu selama satu tahun kepada Alex untuk mengumpulkan bekal pernikahan, namun jika bisa kita harus menggagalkan pernikahan mereka,'' ujar Angel dengan wajah yang sangat serius.


''Kenapa Tante ingin menggagalkan pernikahan anak Tante sendiri? bukannya pernikahan mereka sama sekali tidak berpengaruh apa apa bagi kehidupan Tante,'' Alvin merasa heran.

__ADS_1


Angel tersenyum kecut.


''Kamu salah Vin...! jika Alex jadi menikah dengan Sisil, maka perusahaan suami saya akan diberikan kepada menantunya, sedangkan dia masih punya putra laki laki yang bernama Daniel anak saya sendiri. Saya benar benar tidak rela jika harta suami saya jatuh ke tangan Alex atau pun Sisil."


Alvin tersenyum, ia mengerti maksud dari perkataan ibu tiri dari wanita yang bernama Sisil ini.


Angel ibu tiri dari gadis yang bernama Sisil ini, ingin seluruh harta yang di miliki oleh suaminya jatuh ke tangan dirinya dan anak kandungnya, dan itu sebabnya Angel seperti sangat membenci anak tirinya.


"Terus Tante ingin saya berbuat apa? agar bisa menggagalkan pernikahan Sisil dengan Alex?" tanya Alvin.


"Saya juga sedang memikirkan hal itu, yang pasti saya ingin Sisil menikah dengan kamu, dengan begitu perusahaan akan aman karena tak perlu di pindah alihkan."


"Bagaimana caranya Tante, Sisil sudah menolak saya mentah mentah," jawab Alvin dengan wajah serius.


Keduanya tampak diam sesaat, sama sama memikirkan cara agar bisa menggagalkan pernikahan tersebut.


Akhirnya, seperti nya mereka menemukan cara yang ampuh agar pernikahan itu gagal dan kedua sejoli itu mengakhiri hubungan asmara mereka. Keduanya saling menatap satu sama lain, dengan senyum licik yang mengembang di bibir masing masing, seolah apa yang sedang Mereka pikirkan satu tujuan dan juga satu jalan.


***


Tok tok tok


Sebelum membuka pintu, ia pun melihat terlebih dahulu ke arah luar melalui celah gorden untuk melihat siapa yang sedang berdiri di luar pintu tempat tinggalnya.


''Rani...'' ia menyebut nama itu, saat matanya memperhatikan ke arah luar dan melihat jika yang datang ke kediaman nya adalah rekan kerjanya di kantor.


Ceklek...


Alex memutar kunci lalu membuka pintu.


''Hai...'' Rani menyapa saat Alex mulai memperlihatkan wajah tampannya dari balik pintu.


''Mbak Rani, ada keperluan apa jauh jauh datang kemari?''


''Boleh saya masuk dahulu?''


''Oh... ia silahkan masuk, saya baru bangun tidur, karena ini hari Minggu jadi biasanya saya bangun agak siangan,'' ucap Alex sambil menggaruk kepala nya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali.

__ADS_1


''Oh begitu,'' Rani melangkahkan kaki nya memasuki ruangan depan kontrakan yang terlihat sangat rapi.


''Tempat tinggal kamu lumayan rapi untuk ukuran tempat tinggal laki laki yang hanya tinggal sendiri,'' ujar Rani sambil matanya nya terlihat berkeliling menatap ke seisi ruangan.


Alex hanya tersenyum.


''Maaf Ran, saya cuci muka dulu sebentar ya,'' ujar Alex.


''Iya silahkan, saya tunggu di sini ya,'' jawab Rani lalu dirinya duduk di atas karpet yang membentang.


Alex melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, sesungguhnya ia merasa tidak enak jika harus berada di dalam ruangan hanya berdua saja dengan wanita yang bukan siapa siapanya.


Namun apalah daya, ia tidak merasa enak jika harus mengusir Rani yang baru saja datang ke tempat nya.


Setelah melihat Alex masuk ke kamar mandi, Rani pun berdiri dan masuk ke dalam kamar Alex, dia menatap seisi kamar yang juga terlihat sangat rapih dengan seprei berwarna biru tua membalut tempat tidurnya yang terbuat dari kasur busa tebal berukuran besar


Setelah puas melihat seisi kamar iapun kembali duduk di tempatnya semula.


Dan tak lama kemudian Alex pun menghampiri nya dengan membawa secangkir teh hangat lalu ia letakan tepat di hadapan dirinya.


''Silahkan di minum Mbak.''


''Baik... Terima kasih,'' meraih cangkir lalu menyeruputnya perlahan.


''O ia mbak, ada perlu apa mbak kemari?'' tanya Alex masih merasa penasaran.


''Memangnya kenapa? apa tak boleh saya berkunjung ke sini?'' jawabnya datar, sambil meletakkan kembali cangkir gelas yang baru seruput nya.


''Eu... bukan seperti itu maksud saya,'' jawab Alex pelan.


''Saya memang sengaja datang kemari untuk bertemu dengan kamu, kebetulan hari ini kan hari Minggu, jadi bagaimana jika kita jalan jalan keluar, kemana kek gitu,'' ujar Rani dengan wajah polosnya.


''Mohon maaf mbak, tapi seperti nya saya tidak bisa menerima ajakan mbak, karena saya sudah ada janji dengan seseorang,'' jawab Alex jujur.


''Seseorang? siapa? apa dia pacar kamu?'' tanya Rani dengan raut wajah penasaran.


Alex pun mengangguk.

__ADS_1


*****


'


__ADS_2