
Alex menatap wajah Sisil yang kini sedang menyantap makanan dengan sangat lahapnya. Bibirnya terlihat tersenyum tipis saat sang kekasih sibuk mengunyah makanan tanpa menyadari sedikit pun jika dirinya sedang memperhatikannya.
''Enak kan?'' tanya Alex.
Sisil hanya mengangguk.
Lagi lagi Alex pun tersenyum, senyuman yang sangat manis dengan tangan yang di letakan di bawah dagunya, memperhatikan tiap gerakan yang di lakukan oleh sang kekasih.
Akhirnya satu piring nasi goreng yang di santap Sisil pun habis tak bersisa sedikit pun, Sisil terlihat meraih gelas dan meminum air putih dengan sekali tegukan hingga gelasnya pun terlihat kosong.
Setelah gelas yang berada di tangannya kosong, dia baru tersadar jika Alex yang berada di sampingnya sedang memperhatikan tiap geraknya, dengan tersenyum manis dan masih dengan tangan yang di letakan di bawah dagunya.
''He.. he.. he..'' Sisil tertawa dengan suara yang seperti di paksakan.
''Kenyang...?'' tanya Alex dengan nada meledek.
Sisil mengangguk dengan wajah yang sedikit malu.
''Mau pulang sekarang? apa nanti?''
''Sebentar lagi ya, perutku masih begah karena kekenyangan.''
''Baiklah... kita istirahat dulu sebentar, kaki ku juga masih terasa lelah,'' jawab Alex dengan memijit kecil kedua kakinya.
''Sama aku juga, ini benar-benar pengalaman pertamaku melakukan hal seperti ini,'' Sisil sedikit tertawa.
''Maaf ya harus membuatmu melewati semua ini,'' Alex merasa bersalah.
''Tidak ko, aku yang salah karena memintamu untuk keluar mengendari sepeda motor. Tapi sungguh Oppa, malam ini aku merasa senang sekali, mencoba hal baru yang belum pernah aku lakukan sebelumnya,'' Sisil tersenyum lebar.
''Benarkah...?'' ujar Alex yang belum merubah posisi duduknya sama sekali.
''Iya Oppa, naik motor berdua dengan mu seperti pasangan lain, mendorong motor karena kehabisan bensin, dan terakhir, makan di tempat ini.''
Alex tampak terus memandangin wajah sang kekasih yang sedang asyik bercerita, hingga Sisil pun merasa gugup di buatnya.
''Oppa.... jangan menatap aku seperti itu? aku malu tahu,'' Sisil sedikit cemberut dengan wajah yang memerah.
''Aku hanya sedang memandangi wajah cantik mu sampai aku merasa puas melihat nya, sekarang kan kita tinggal terpisah,'' jawab Alex masih dengan posisi yang sama.
''Oh ia ya... aku sampai melupakan hal itu,'' Sisil tampak murung.
Alex menyudahi pandangan nya kepada Sisil yang sedari tadi ia lakukan, ia merubah posisi duduk lalu memanggil penjual nasi goreng untuk membayar makanan yang mereka berdua makan.
__ADS_1
''Kita pulang sekarang?'' ajak Alex.
Sisil mengangguk.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju sepeda motor yang di parkir tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.
Alex tampak melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, dirinya terlihat mengerutkan kening karena tidak menyangka jika waktu sudah menunjukan pukul 23.30.
''Sudah larut malam, kita harus segera pulang,'' ujar Alex sambil menyalakan motor miliknya.
''Memangnya sekarang jam berapa?"
"Setengah dua belas," jawab Alex.
"Ternyata sudah malam juga ya, terus beli perlengkapan buat kontrakan baru mu gimana Oppa?"
"Gampang, bisa besok setelah aku selesai kerja," jawab Alex yang sudah siap dia atas sepeda motornya.
"Terus malam ini kau tidurnya gimana? masa di lantai tanpa di alasi oleh apapun?" Sisil terlihat cemberut.
Alex tersenyum lalu mencubit kedua pipi sang kekasih, dirinya merasa senang mendapat perhatian yang berlebihan dari kekasih nya tersebut.
"Sudahlah... jangan terlalu mengkhawatirkan aku. Aku itu seorang laki laki lho, aku bisa tidur dimana pun," jawab Alex masih dengan tersenyum manis.
Mereka berdua kembali berkendara dengan sepeda motor, yang kini telah terisi penuh dengan bahan bakar,dan mereka pun melaju dengan kecepatan tinggi di tengah jalanan sepi tanpa takut berhenti di tengah jalan seperti yang di alami nya tadi.
***
Siang ini Alex tampak sedang bekerja di kantor, ia sedang sibuk mengerjakan tugas yang di berikan atasannya.
Alex tampak sangat tampan dengan pakaian yang begitu rapi, kemeja putih serta celana panjang hitam membalut tubuh kekarnya, tak lupa rambutnya pun tertata dengan sangat rapi, sehingga penampilannya sempurna bak artis Korea.
Beberapa karyawan wanita tampak melirik dan mencuri perhatian terhadapnya, mereka semua belum mengetahui jika Alex adalah calon menantu dari Bos Meraka.
Alex sedikit melirik jam tangannya, sudah waktunya ia menjemput sang kekasih pulang kuliah.
Alex mengambil handphone dari dalam saku nya lalu menelpon Sisil.
Tut.. Tut.. Tut..
Terdengar suara panggilan yang belum di angkat oleh Sisil, ia merasa heran mengapa Sisil tidak mengangkat telpon darinya.
Alex pun berinisiatif untuk mengirimkan pesan teks kepada Sisil.
__ADS_1
''Kamu dimana? Sudah pulang belum?"
Begitulah isi pesan yang kirim oleh oleh Alex, 15 menit menunggu Sisil masih belum juga membalas pesannya.
Ia merasa sedikit khawatir karena tidak biasanya Sisil tidak mengangkat telepon dan tidak juga membalas pesannya.
Akhirnya Alex pun memutuskan untuk langsung menuju ke kampusnya.
Saat hendak berdiri dari duduknya, ia baru teringat jika Sisil membawa mobil sendiri, entah mengapa hari ini kekasihnya tersebut mendadak ingin pergi kuliah sendiri tanpa di antar kan oleh dirinya.
Alex pun kembali duduk di kursinya, dan melanjutkan kembali pekerjaan nya, yang masih menumpuk di atas meja.
Jam makan siang pun tiba, Alex hendak makan siang di sebuah kantin yang berada tak jauh dari kantor tempatnya bekerja.
Saat sedang berjalan menuju ke sana, Rani sekertaris tuan Lionel terlihat sedang berjalan menghampiri nya.
''Alex...'' Rani memanggil dari kejauhan.
Kemudian ia tampak berlari agar segera sampai di depan orang yang di panggilnya.
''Apa kamu akan makan siang?'' tanya Rani.
Alex hanya mengangguk.
''Kita makan bareng yu, kebetulan aku juga sedang menuju kantin,'' ucap Rani kemudian.
Alex terdiam sejenak, ia merasa tidak enak jika harus menolak ajakan rekan kerjanya, namun ia pun tak ingin jika Tuan Lionel melihatnya dengan Rani lalu menimbulkan salah paham terhadapnya.
Belum sempat Alex menjawab, dengan tiba tiba tangan Rani menarik tangan nya dan membawa Alex berjalan beriringan dengan dirinya menuju kantin.
Sontak saja Alex tidak dapat berbuat apapun, dirinya ikut berjalan dengan wanita tersebut, namun sebelumnya ia pun melepaskan tangan Rani terlebih dahulu.
Alex duduk di kursi di dalam kantin, mereka berdua duduk secara berhadapan, Rani tampak terus memandangi wajah tampan Alex yang sedang sibuk memainkan handphone nya.
Alex sendiri tidak mempedulikan tatapan Rani yang seolah tak berkedip sedikitpun memandangi dirinya, ia hanya pokus pada handphone yang di pegang nya dan sedang berusaha menghubungi sang kekasih.
''Halo... kamu dimana? mengapa teleponku gak di angkat,'' ujar Alex yang terlihat sudah berhasil menghubungi Sisil.
''Aku di sini Oppa di depan mu,'' jawab Sisil yang sontak saja membuat Alex kaget, dan menatap ke sekeliling mencari keberadaan Sisil.
Dan benar saja Sisil berada berdiri tak jauh dari tempat nya duduk bersama Rani, wajahnya tampak kesal matanya sudah sedikit berkaca kaca, Sisil menutup telpon lalu pergi dari sana tanpa menghampiri Alex terlebih dahulu.
*****
__ADS_1