Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Di luar dugaan


__ADS_3

Sisil duduk di kursi, dia sedikit menyibakkan gaun merah nya terlihat agak terbuka.


Alvin terlihat sangat senang karena berfikir akhirnya Sisil wanita yang di cintai nya sedari dulu akhirnya mau menerima perjodohan ini.


''Saya selaku orang tua dari Sisil, menyerahkan seluruh keputusan kepadanya, karena Putri saya bukan lagi anak kecil yang kehidupan nya bisa di atur sama orang tuanya,apa lagi hal ini menyangkut masa depan nya,'' ucap ayah Sisil dengan memandang wajah Sisil.


''Bagaimana nak sisil Apakah kamu menerima perjodohan ini?'' ucap ayah Alvin memandang ke arah Sisil.


Sisil terdiam sejenak, dirinya sedang merangkai kata yang tepat Yang akan dia ucapkan di hadapan kedua orang tuanya serta kedua orang tua Alvin.


Semua yang berada di sana menanti dengan tidak sabar kata yang akan di ucapkan oleh Sisil, terutama alvin, dirinya sudah tersenyum sangat senang, dan tentunya sudah sama tidak sabarnya untuk mendengar ucapan penerimaan perjodohan ini dari bibir mungil Sisil.


Setelah menarik nafas panjang, menata dan menenangkan perasaan nya, merangkai kata yang tepat serta mengumpulkan seluruh keberaniannya akhirnya sisil memberikan jawaban kepada kedua orang tua serta Alvin.


''Sebelumnya saya mohon maaf kepada kedua orang tua saya, papih dan juga ibu, saya juga meminta maaf kepada om dan tante juga orang yang sudah saya anggap sebagai sahabat terbaik saya, Alvin.''


Sisil terdiam sejenak,menarik nafas lalu meneruskan kembali ucapanya.


''Mohon maaf karena saya tidak bisa menerima perjodohan ini,'' jawab Sisil dengan sedikit menunduk.


Semua yang hadir di sana dibuat terkejut dengan penolakan Sisil, terutama Alvin, wajahnya yang semula terlihat senang kini berubah merah menahan amarah, karena dirinya tidak menyangka jika Sisil akan benar-benar menolak perjodohan mereka.


''Tapi kenapa Sil?''


Alvin hendak berdiri namun di tahan oleh ibundanya.


''Iya... Kamu kenapa nak? coba katakan alasan nya sama Papih.''


''Kamu serius dengan keputusan kamu,apa kamu tidak takut dengan konsekuensi yang akan kamu hadapi nanti nya?'' Angel menatap tajam ke arah Sisil.


''Saya tidak takut Tante... Saya akan mengatakan semuanya sekarang, alasan saya mengapa saya tidak bisa menerima perjodohan ini.''


''Sejujurnya, saya sudah memiliki seorang kekasih, dan Alvin juga tahu akan hal ini, dia sama sekali tidak peduli dan masih mengejar saya serta memaksa saya untuk menerima perjodohan ini.''


''Apa kalian mau saya menerima perjodohan ini karena terpaksa, sementara saya memiliki laki laki lain yang sangat saya cintai.''


Alvin berdiri, ''Kamu benar benar perempuan brengsek Sisil, saya tidak akan pernah menerima penghinaan ini.''


Lalu dirinya pergi begitu saja meninggalkan semua yang ada di sana, di ikuti oleh Ibu serta ayah nya.

__ADS_1


''Saya permisi,'' ucap ayah Alvin yang kemudian melangkahkan kakinya mengikuti istri serta anaknya keluar dari dalam rumah.


Sementara Sisil masih menunduk di hadapan kedua orang tuanya, tangan nya tampak meremas gaun merah yang kini di kenakan nya.


Sekarang dia sudah siap untuk menerima konsekuensi seperti yang tadi di ucapkan oleh Angel.


''Aku benar-benar minta maaf karena telah membuat Papih malu di hadapan kedua orang tua Alvin,'' ucap Sisil pelan.


''Papih sudah pernah minta sama kamu untuk mengenalkan pacar kamu, mengapa baru mengatakan semuanya sekarang,'' ayah terlihat marah.


Sisil hanya terdiam.


''Cepat katakan sama Papih kamu, siapa laki laki itu sebenarnya, saya ingin kamu mengatakan nya sendiri dengan mulut mu itu,'' ucap Angel.


''Maksud kamu apa, apa sebenarnya kamu sudah tahu jika Sisil memiliki kekasih?''


Ayah memandang wajah Angel dengan sedikit menunjukan kemarahan.


''Saya minta maaf mas,'' Angel menunduk.


''Sebenarnya... Aku sudah lama menjalin hubungan dengan Alex.''


''Apa....?''


Ayah menaikkan suaranya.


''Alex...?'' tambahnya lagi dengan sedikit tidak percaya.


Sisil menunduk dan mengangguk.


Lalu ayah mengalihkan pandangan nya ke arah Angel.


''Jadi selama ini kamu tahu jika Sisil berpacaran dengan supir pribadinya? kenapa kamu tidak memberi tahu saya,'' ayah sudah benar benar marah kepada Angel.


Sementara Angel hanya bisa terdiam menerima kemarahan sang suami, dirinya sama sekali tidak mengerti mengapa dia yang harus di marahi?bukanya Sisil.


''Aku terpaksa menyembunyikan semuanya darimu mas, karena aku tidak ingin merusak kebahagiaan Sisil, aku takut jika kamu akan menentang hubungan mereka berdua,'' Angel memberi alasan.


Kemarahan Tuan Lionel pun sedikit mereda setelah mendengar alasan dari istrinya.

__ADS_1


''Cepat kamu panggil Alex ke sini.''


''Baik pih,'' jawab Sisil lalu berdiri dan berbalik hendak melangkah.


Namun belum sempat Sisil melangkahkan kaki, dirinya melihat Alex berjalan memasuki ruang tamu, dengan wajah penuh rasa percaya diri menghadap Tuan Lionel.


Lalu Alex berdiri di hadapan Tuan Lionel, tak lama kemudian Sisil pun menghampiri Alex dan berdiri di sampingnya, tangannya terlihat menggenggam erat jemari kekasih nya, mereka saling menggenggam erat jemari masing masing,seolah memberikan kekutan lewat genggaman tangan yang kini saling bertautan.


''Apa benar kamu berpacaran dengan putri saya?'' ucap Tuan Lionel.


''Maafkan saya tuan,'' jawab Alex.


''Saya tidak ingin mendengar permintaan maaf kamu, saya hanya ingin kamu menjawab pertanyaan saya dengan jujur.''


''Benar tuan saya berpacaran dengan putri tuan, perasaan itu mengalir begitu saja di hati saya, semenjak saya menjadi supir pribadi nya dan semakin banyak nya waktu yang sudah kami habiskan bersama, perasaan itu tiba-tiba saja muncul diantara kami.''


''Sekali lagi saya mohon maaf atas ke lancang ngan saya, Saya tahu, saya sama sekali tidak pantas untuk bersanding dengan Putri tuan, tapi sungguh cinta saya sangat tulus untuk Sisil.'' Alex memandang wajah Sisil yang kini telah berkaca kaca.


''Aku cinta sama Alex Pih, semenjak kehadiran dia,kehidupan ku menjadi lebih beraturan, aku seperti menemukan arah kemana tujuan hidupku, dia juga memberiku semangat serta dukungan yang sangat besar saat aku dalam keadaan terpuruk.''


Lalu Sisil menggenggam tangan kekasihnya.


Tuan Lionel menarik napas panjang, sejujurnya memang apa yang diucapkan oleh putrinya tersebut benar adanya, Sisil yang tadi nya selalu pulang larut malam serta lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah, semenjak kehadiran Alex, sisil menjadi lebih baik dan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.


Bahkan Tuan Lionel hampir sudah tidak pernah lagi melihat Sisil keluar malam untuk bersenang senang di club, malam seperti yang sering dilakukannya dahulu.


''Mengapa kamu tidak pernah mengatakannya sama papi, apa kamu berpikir papi akan menentang hubungan kalian berdua?''


Sisil serta Alex tampak terkejut.


''Maksud papi apa? apa papi memberi restu pada hubungan kami?'' ucap Sisil.


Tuan Lionel terdiam sejenak lalu mengangguk. Sontak Sisil langsung berlari memeluk sang ayah dengan berlinang air mata.


''Terima kasih Pih, Papih benar benar ayah terbaik aku,hiks...hiks...'' Sisil sesenggukan,di dalam dekapan ayahnya.


''Kamu Alex, mulai besok kamu harus menyiapkan Surat Lamaran kerja, dan segera menyerahkannya kepada sekertaris saya.''


''Maksud Papih apa? apa Alex tidak akan menjadi supir pribadi aku lagi?''

__ADS_1


*****


__ADS_2