Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Calon Adik Tiri


__ADS_3

Setelah Angel meninggalkan kediaman nya, Sisil bergegas masuk ke dalam kamar.


Sisil berbaring di tempat tidur, badannya terasa sangat lelah, dia masih memikirkan Tante Angel yang merupakan calon Ibu sambung nya.


Entah mengapa Sisil merasa kurang suka dengan wanita yang bernama Angel, selain umur nya yang terpaut cukup jauh dengan ayahnya, dia juga tidak terlalu suka dengan tatapan dari mata Angel yang terlihat sangat ambisius.


Tiba tiba Handphone Sisil berbunyi, tanda sebuah pesan masuk ke dalam handphone nya.


"My baby sweety nya Papih, nanti malam Papih tunggu kamu di Restoran **tempat** biasa kita makan bersama, Papih mau mengenalkan kamu secara resmi dengan Tante Angel"


Begitulah isi pesan dari Tuan Lionel.


Sisil meletakan kembali handphone nya di atas tempat tidur.


Mata nya menerawang jauh ke langit langit kamar nya, ingin rasanya dia berbicara dengan ayahnya tentang dirinya yang tidak terlalu menyukai Angel, tapi dia sendiri tidak mau kalau sampai merusak kebahagiaan ayahnya.


Sisil meraih kembali handphone nya, dia mengirim sebuah pesan kepada kekasih nya.


Sisil : "Nanti malam antar aku ke Restoran ya"


Alex : "Ok..."


Begitulah isi pesan singkat mereka berdua, kedua nya sudah sama sama lelah, dan memilih untuk berdiam diri di kamar masing masing untuk beristirahat.


***


Malam hari sekitar pukul 19.00 Alex mengantarkan Sisil ke Restoran untuk bertemu dengan calon Ibu sambung nya.


Sisil terlihat cantik dengan balutan gaun berwarna Fink dengan tas kecil berwarna senada dengan gaun cantik nya.


Dia keluar dari dalam mobil, sementara Alex masih duduk di depan kemudi nya.


''Kamu mau ikut masuk tidak?'' Tanya sisil yang berdiri di samping mobil.


''Aku tunggu di mobil saja ya.''


Jawab Alex dengan sedikit mengeluarkan kepala nya dari dalam jendela pintu mobil.


''Kalau kamu merasa bosan, boleh pulang dulu, nanti jika sudah selesai aku hubungi kamu lagi.''


''Oke...''

__ADS_1


Sisil masuk ke dalam Restoran, sebenarnya hati nya masih belum siap sepenuhnya untuk menerima kehadiran Angel sebagai pengganti Ibu nya yang sudah tiada.


Tapi apalah daya, dia tidak mau menjadi penghalang untuk ayah nya dalam memperoleh kebahagiaan, dia berfikir ayahnya sudah terlalu lama hidup sendiri, dan berhak mendapatkan kebahagiaan dan pendamping hidup.


Tuan Lionel melambaikan tangan kepada Sisil yang terlihat memasuki pintu Restoran.


Senyumnya mengembang dari bibir Tuan Lionel, dia sangat bahagia karena Putri kesayangan nya sudah mau menerima Angel sebagai pengganti mendiang Ibu nya.


Sisil menghampiri ayahnya, di sana sudah ada Angel yang duduk di kursi sebelah Tuan Lionel.


Sisil juga melihat seorang anak laki laki yang sedang duduk tepat di depan tuan ayahnya, Sisil menatap anak laki laki tersebut, dalam hati nya bertanya tanya, siapakah anak laki laki yang saat ini sedang menatap dirinya.


Sisil duduk di kursi sebelah anak laki laki tersebut.


''Sisil sayang... perkenalkan dia Daniel, calon saudara tiri kamu.'' Ucap Tuan Lionel memperkenalkan mereka berdua.


Daniel mengulurkan tangannya kepada Sisil, mereka berdua berjabat tangan dengan menyebutkan nama mereka masing masing.


Daniel adalah putra dari Angel, dia masih duduk di kelas 4 Sekolah dasar, dan umurnya sekitar 11 tahun.


Daniel menatap wajah calon saudara tiri nya, meski umur mereka terpaut sangat jauh tapi Daniel sangat senang karena sebentar lagi akan mempunyai Kaka perempuan.


Ucap Tuan Lionel dengan menatap putri cantik nya.


''Tante juga berharap kalian bisa akur, selayak nya saudara kandung sendiri.'' Tambah Angel.


Sisil dan Daniel hanya terdiam mendengar kan ucapan kedua orang tuanya.


''Papih dan Tante Angel berencana untuk melangsungkan Pernikahan bulan depan.''


Ucap Tuan Lionel lagi, yang sontak membuat kedua anak nya kaget.


''Apa? bulan depan?.''


Jawab Sisil dan Daniel secara berbarengan. mereka berdua saling menatap satu sama lain.


''Apa tidak terlalu cepat? bulan depan...?''


Ucap Sisil yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya.


''Mungkin kalian berdua tidak tahu, tapi sebenarnya kami berdua sudah menjalin hubungan cukup lama, Papih rasa sekarang sudah waktunya untuk menjadikan Angel sebagai pendamping hidup Papih.''

__ADS_1


Ucap Tuan Lionel dengan menatap Angel, terlihat raut kebahagiaan dari wajah Tuan Lionel.


Sisil Akhirnya tidak bisa berkata apa apa, dia sungguh senang bisa melihat ayahnya tersenyum bahagia sembari menggenggam tangan Angel.


''Baik lah kalau memang itu yang terbaik menurut Papih, aku hanya ingin Papih bahagia.'' Ucap Sisil.


''Terima kasih sayang.'' Jawab Tuan Lionel.


''Sekarang kalian makan malam dulu, mulai sekarang kamu bisa memanggil Sisil dengan sebutan 'kaka' '' Ucap Angel kepada putra nya.


Daniel hanya terdiam mendengarkan ucapan ibu nya, dia terlalu senang akhirnya bisa memiliki keluarga yang utuh, Daniel memang sudah di tinggalkan oleh Ayah kandung nya sejak dia berumur dua tahun, dia bahkan sudah tidak ingat wajah dari Ayah kandung nya sendiri.


Melihat Tuan Lionel membuat Daniel ingin sekedar merasakan kasih sayang dari seorang ayah.


Akhirnya nya mereka mulai menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja. Sisil dan Daniel memiliki perasaan yang berbeda mengenai rencana pernikahan kedua orang tua mereka, Daniel sangat senang akan segera mempunyai keluarga yang utuh, sementara Sisil masih belum siap untuk menerima Angel sebagai Ibu sambung nya.


Pukul 21.00 mereka selesai makan malam, dengan menghasilkan satu keputusan, bahwa pernikahan Tuan Lionel akan di adakah bulan depan.


Setelah acara makan malam selesai,Sisil segera menghubungi Alex untuk meminta nya menjemput dirinya di Restoran.


Mereka sudah dalam perjalanan pulang ke rumah, sepanjang perjalanan Sisil lebih banyak terdiam.


Entah mengapa perasaan nya sedang tidak baik baik saja, mungkin karena dia akan segera mempunyai Ibu sambung sekaligus adik tiri.


''Kamu kenapa?'' Ucap Alex memulai percakapan.


''Papih akan segera menikah, bulan depan.''


Jawab Sisil dengan pandangan jauh ke depan.


Alex menggenggam tangan Sisil dengan satu tangan nya, dia mencoba menenangkan perasaan sisil.


Sebagai kekasih nya, Alex tau betul bagaiman perasaan Sisil, dia belum lama kehilangan Ibu kandungan nya, dan sekarang harus mencoba untuk menerima Angel sebagai pengganti mendiang Nyonya Fransisca.


''Kamu yang sabar ya, mungkin ini yang terbaik untuk ayah kamu, aku cuma bisa berharap calon ibu tiri kamu bisa menyayangi kamu dengan tulus.'' Ucap Alex.


Sisil hanya tersenyum tipis mendengar kata kata yang keluar dari mulut kekasih nya.


Untuk saat ini dia hanya memikirkan kebahagiaan ayahnya, dia sama sekali tidak peduli kalau Ibu sambung nya kelak tidak menyayangi nya sama sekali, toh dia sudah terbiasa hidup tanpa kasih sayang seorang ibu.


*****

__ADS_1


__ADS_2