Supir Pribadi Penjaga Hati

Supir Pribadi Penjaga Hati
Penyesalan


__ADS_3

Sisil menangis di pelukan Ibu nya, entah mengapa dia merasa menyesal karena sudah terlalu membenci Ibu nya sendiri.


Setiap manusia pasti mempunyai satu atau pun dua kesalahan dalam hidup nya, dan Sisil mencoba memaafkan kesalahan yang telah Ibu nya lakukan.


''Maafkan aku juga Mom, aku sudah terlalu keras sama Mommy.'' Ucap Sisil di sela sela tangis nya.


''Tidak sayang, kamu sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun, Mommy yang salah, Mommy menduakan cinta Papih kamu, tapi Mommy melakukan itu karena Mommy merasa kurang perhatian, Papih kamu selalu sibuk bekerja, dan tidak pernah memperhatikan Mommy,'' Nyonya Fransisca diam sejenak, ''tapi apapun alasan nya, Mommy tetap salah, dan Mommy sungguh meminta maaf sama kamu,atas semua yang telah Mommy perbuat di masa lalu.''


Sisil tak kuasa menahan kesedihan nya, dia memeluk erat Nyonya Fransisca.


Nyonya Fransisca akhirnya pamit pulang, perasaan nya sudah benar benar lega karena Sisil putri kesayangan nya sudah sepenuh nya memaafkan dirinya.


''Mommy pamit pulang ya,'' ucap Nyonya Fransisca, dia mengusap air mata yang membasahi pipi Sisil, ''kamu jaga diri baik baik ya, jadi anak yang Solehah,jangan macam macam, dan yang paling penting kamu harus nurut sama Papih kamu.'' Tambah nya lagi.


''Iya Mom, Mommy juga jaga diri baik baik, jaga kesehatan Mommy ya.'' Jawab Sisil.


''Mommy pamit ya sayang.''


''Mommy pulang sama siapa?'' Tanya Sisil.


''Mommy bisa naik Taxi ko.'' Jawab Nyonya Fransisca berdiri dari duduknya.


''Tunggu di sini Mom, aku panggil supir pribadi aku ya, biar dia yang anterin Mommy.'' Ucap Sisil.


Sisil mengambil handphone dari saku celana nya, menelpon Alex yang di beri nama 'Oppa' di kontak handphone nya.


''Halo... Oppa anterin Mommy aku pulang ya, kasian kalau dia harus naik Taxi.'' Ucap Sisil dan langsung menutup telpon nya.


Tak lama kemudian Alex menghampiri mereka berdua.


''Mari Tante saya antar pulang.'' Ucap Alex.


Nyonya Fransisca sempat sedikit heran, karena yang di maksud Sisil supir pribadi nya adalah kekasih yang tadi dia perkenalkan dengan diri nya.


''Mommy pamit ya sayang,kamu baik baik ya di rumah.'' Nyonya Fransisca mengecup pipi kiri dan kanan Sisil.


''Iya Mom, Mommy juga hati hati di jalan ya.'' Jawab Sisil.


Alex dan Nyonya Fransisca menaiki mobil merah Sisil. Nyonya Fransisca melambaikan tangan nya, begitu pun sebaliknya, Sisil tersenyum sembari melambaikan tangan nya.


Di dalam perjalan Nyonya Fransisca tak henti hentinya memandangi wajah tampan Alex.

__ADS_1


''Kalau boleh tanya, sebenarnya kamu kekasih anak saya atau supir pribadi anak saya?'' Tamat Nyonya Fransisca dengan mengerutkan kening nya.


''Sebenarnya, saya kekasih yang merangkap sebagai supir pribadi Sisil Tante.'' Jawab Alex Deny sedikit malu malu.


''Oh...'' Nyonya Fransisca menganggukan kepala nya tanda mengerti apa yang yang di maksud Alex, ternyata Sisil berpacaran dengan supir pribadi dirinya sendiri.


'Wajar si, kalau Sisil jatuh cinta sama pria ini, tampan nya tidak ketulungan.'


Ucap Nyonya Fransisca dalam hati nya.


''Maaf Tante, saya harus antar Tante ke alamat mana ya.'' Tanya Alex.


''Antar saya ke Rumah Sakit Cipta Medika, saya ada keperluan di sana.'' Ucap Nyonya Fransisca.


''Baik Tante.''


''Saya titip Sisil ya Alex, tolong jaga dia dengan baik, saya percaya sama kamu,'' Nyonya Fransisca menatap dengan tatapan sendu, lalu dia terbatuk dan menutupi mulut nya dengan sapu tangan, ''dia terlihat kuat, tapi sebenarnya dia rapuh.'' Tambah nya lagi.


''Pasti Tante, saya sangat mencintai Sisil, jadi saya pasti akan menjaga dia dengan baik.'' Jawab Alex.


Mereka pun sampai di rumah sakit yang di maksud. Alex pun dengan sigap membuka pintu mobil calon ibu mertua nya tersebut.


'Terima kasih ya Alex, kamu ingat pesan saya, jaga Sisil dengan baik ya.'' Ucap Nyonya Fransisca.


Nyonya Fransisca pun pergi, dia memasuki Rumah Sakit, dan Alex kembali masuk ke dalam mobil untuk kembali ke rumah majikan nya.


***


Ke esokan harinya.


Sisil sudah siap untuk berangkat kuliah, dia berjalan menuju kamar pribadi Alex.


Tok tok tok


Sisil mengetuk pintu.


''Ia sebentar.'' Jawab Alex dari kamar.


''Sudah siap?'' Tanya sisil.


''Kenapa kamu jauh jauh ke sini, tunggu di depan saja, aku juga sudah siap ko.'' Ucap Alex dengan merapikan pakaian yang baru di kenakan nya.

__ADS_1


''Tadi nya si mau lihat roti sobek,tapi ga jadi deh,roti nya sudah di bungkus rapi.'' Jawab Sisil dengan memasang wajah nakal.


''Ikh... dasar gadis nakal...'' Ucap Alex sambil mengacak acak rambut Sisil.


''hehehe...'' Sisil tertawa nakal, sembari melingkarkan tangan nya di pinggang kekasih tampan nya tersebut.


''Kamu cantik banget hari ini.'' Ucap Alex merangkul bahu Sisil.


''Oppa juga tampan hari ini.'' Jawab Sisil.


Mereka berhenti sebentar di depan lorong menuju bagasi, dengan lembut,Alex mengecup bibir merah Sisil, Sisil menyambut kecupan Alex dengan melingkarkan tangan nya di leher Alex, mereka saling menenggelamkan bibir masing masing, menikmati setiap sesapan nafas mereka yang saling berpadu, memutarkan kepala dan memejamkan mata.


Setelah saling melepaskan ciuman masing masing, Alex mengusap bibir Sisil yang lipstik merah nya sedikit belepotan.


''I love you.'' Alex berbisik di telinga Sisil.


''I love you to.'' Jawab Sisil.


Mereka berjalan bergandengan tangan menuju mobil.


Alex membuka kan pintu mobil untuk kekasih nya,dan Sisil masuk ke dalam dengan gaya bak ratu, dengan senyum lebar mengembang di bibir nya.


Saat hendak duduk di dalam mobil nya, Sisil menemukan sebuah sapu tangan berwarna putih, dia menggenggam sapu tangan itu, dan kemudian bertanya kepada Alex.


''Ini sapu tangan siapa ya?'' Tanya Sisil dengan nada heran.


Alex yang baru saja duduk di jok kemudi meraih sapu tangan yang ada di tangan Sisil. Dia sedikit melebarkan sapu tangan tersebut.


Alangkah kaget nya Alex dan Sisil,ketika melihat darah yang tampak sudah sedikit mengering di dalam sapu tangan putih tersebut. Alex mengerutkan kening nya, dia mengingat ingat kira kira siapa pemilik dari sapu tangan yang kini berada di genggaman tangan nya.


Sementara itu, Sisil tak kalah kaget nya dengan Alex.


''Ini punya siapa Lex? ada bekas darah nya.'' Tanya Sisil.


''Aku ingat,'' Alex mencoba mengingat lebih dalam lagi, ''kemarin aku mengantarkan Mommy kamu,'' ucap nya, dia terdiam sejenak, ''aku melihat dengan jelas, kemarin Tante Fransisca batuk dengan menutup mulutnya menggunakan sapu tangan ini.'' Ucap lagi dengan penuh keyakinan.


''Kamu serius?'' Tanya Sisil meyakinkan Alex.


''Iya, aku yakin banget sil, tapi aku tidak menyangka kalau dia batuk darah seperti ini.'' Jawab lagi


Sisil tampak syok, dia sama sekali tidak tau kalau Mommy nya dalam keadaan sakit saat menemuinya kemarin.

__ADS_1


*****


Jangan lupa tekan like sama vote nya ya, di kasih hadiah juga boleh. Terima kasih..


__ADS_2