
Sisil masih mondar mandir di halaman belakang rumah nya, wajah nya terlihat menahan amarah, dia tidak menyangka kalau selama ini Tuan Lionel diam diam mempunyai teman dekat wanita.
Alex menghampiri Sisil, dan mengejutkan nya dari belakang.
''Sibuk banget non...'' Ucap Alex memegang kepala Sisil dari belakang.
''Oppa...! Apaan sih bikin kaget saja.'' Jawab Sisil membalikan badan dan berdiri tepat di hadapan Alex.
Alex mengecup bibir mungil Sisil.
''Lagi mikirin apa si? muka nya tegang gitu.'' Tanya Alex.
''Kamu lihat kan wanita yang di depan? masa dia ngaku ngaku dekat sama Papih. Aku tidak mau punya Mommy baru.'' Ucap Sisil dengan muka masam.
Alex melihat ke dalam rumah, lalu dia memang melihat seorang wanita cantik yang sedang duduk sembari memainkan handphone nya.
''Kamu sabar dulu ya, kamu kan belum menanyakan langsung sama Papih kamu.'' Jawab Alex mencoba menenangkan kekasih nya.
''Iya si...! Awas saja ya Papih kalau nanti pulang!'' Ucap Sisil dengan penuh emosi.
''Hei...'' Alex memegang kedua pundak Sisil,
''dengerkan aku, kamu tidak boleh egois sayang, Tuan Lion juga seorang laki laki normal, dia butuh seorang pendamping.'' Ucap Alex dengan menatap Sisil.
Sisil menundukkan kepala nya, dia memang sempat memikirkan hal tersebut di dalam otak nya, tapi hati kecil nya masih belum bisa menerima Ibu lain selain Ibu kandung nya sendiri.
''Aku belum siap Alex...'' Ucap Sisil dengan tatapan sendu.
''Iya sayang... Aku mengerti ko perasaan kamu.'' Jawab Alex
Dia meraih badan Sisil dan memeluk nya. Sisil menyandarkan kepala nya di pundak Alex, melingkarkan tangan nya di pinggang laki laki yang kini telah resmi menjadi kekasihnya.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil Tuan Lionel, Mang Yadi supir Tuan Lionel memarkir mobil nya di bagasi yang terletak tak jauh dari tempat mereka berdua berada.
Alex melepas pelukan nya, dia tidak mau kalau sampai majikan nya melihat mereka berdua sedang dalam keadaan berpelukan.
**
Tuan Lionel memasuki rumah nya, dia melihat Angel sedang duduk di kursi ruang tamu sembari memainkan handphone nya.
__ADS_1
''Sedang apa kamu di sini?'' Tanya Tuan Lionel dengan sedikit berbisik.
''Aku cuma mampir Mas, tadi aku sudah bertemu putri kamu, dia cantik, dan seperti dia juga bisa menerima aku sebagai Ibu sambung nya.'' Jawab Angel berdiri tepat di hadapan Tuan Lionel.
''Aku kan sudah bilang, ini belum waktunya Angel, aku akan memberi tau sendiri prihal hubungan kita, kamu sabar dulu.'' Ucap nya dengan penuh penekanan.
''Tapi sampai kapan mas?'' jawab Angel, ''aku beri waktu satu Minggu sama kamu mas, aku ingin kamu memberitahukan semua nya pada Putri kamu, kalau tidak? lebih baik kita akhiri semua nya Sampai di sini.'' Ucap Angel dengan nada tegas, lalu dia pergi dari hadapan Tuan Lionel.
Tuan Lionel menarik nafas panjang, memandang punggung Angel menjauh dari hadapan nya. Dia bingung, apa yang harus dia katakan pada Putri kesayangan nya
Tak lama kemudian Sisil datang menghampiri Tuan Lionel, dengan wajah cemberut.
''Jadi itu calon Mommy baru yang kemarin Papih bilang?'' Ucap Sisil dengan nada mengejek.
''Eu... anu...!!'' jawab Tuan Lionel dengan tergagap gagap, ''nanti Papih jelas kan ya, sekarang Papih capek banget, Papih mau istirahat dulu sebentar.'' Jawab nya lagi.
Sisil terdiam sejenak saat melihat Tuan Lionel melangkah pergi dengan wajah suram.
''Papih...'' Sisil memanggil Tuan Lionel, ''maaf kan aku, karena sudah terlalu keras sama papih,'' ucap nya pelan, ''aku janji mulai sekarang tidak akan melarang Papih lagi, jika Papih memang ingin memiliki seorang pendamping.'' Ucap nya lagi.
Sontak Tuan Lionel menghentikan langkah nya, wajah nya yang semula suram kini berubah sedikit berseri, dia tidak menyangka kalau Putri nya kini sudah berfikiran dewasa.
Tuan Lionel membalikan badan nya, menghampiri Sisil dan memeluk gadis kecil nya yang kini sudah dewasa.
Sisil melingkarkan tangan nya di pinggang Tuan Lionel, menyandarkan kepala nya di pundak ayah nya.
''Maafin aku ya Pih.'' Ucap Sisil.
''Iya sayang... Papih mengerti, butuh waktu yang lama untuk kamu melupakan semua yang terjadi antara Papih dan Mommy kamu,''
ucap tuan Lionel sembari mengecup rambut putrinya,
''Papih janji, akan mengenalkan kamu dengan Tante Angel secara resmi.'' Ucap nya lagi.
Sisil hanya menganggukan kepalanya.
Alex memperhatikan mereka dari kejauhan, dia merasa terharu dengan kasih sayang antara Tuan Lionel dengan putri nya.
***
__ADS_1
Ke esokan hari nya.
Sisil berjalan menuruni tangga, suasana rumah sepi seperti biasa nya, Bi surti pagi pagi sekali sudah pamit, untuk berbelanja kebutuhan dapur ke pasar.
Matanya berkeliling mencari seseorang, berjalan menuju kamar Alex yang berada di ruangan paling belakang rumah besar nya.
''Oppa...'' Sisil menggemakan suara nya memanggil Alex.
Dia membuka kamar Alex, membuat Alex terkejut, karena dirinya sedang tidak memakai pakaian,hanya celana jeans panjang yang sudah selesai dia kenakan,sedangkan kemeja putih yang akan dia kenakan masih menggantung di lengan nya, membuat dada bidang yang terlihat seperti roti sobek terlihat oleh mata Sisil.
Sisil menutup wajah nya dengan jari nya, meski tidak sepenuhnya menutupi mata nya, dia masih bisa melihat Alex dari sela sela jari nya.
'Waw... pacar **** ku'
Gumam Sisil pelan.
''Frisillia... kalau masuk kamar orang ketuk pintu dulu.'' Ucap Alex yang baru saja memakai kemeja putih nya.
''Iya maaf.'' Ucap Sisil yang masih menutup wajah nya dengan kedua tangan nya, ''akut tidak lihat apa apa ko,'' ucap nya lagi sembari mengintip dari sela jari jari nya, ''cuma lihat roti sobek, yang pengen aku sobek sobek dan aku kantongi.'' Tambang nya dengan nada manja.
Alex sudah selesai berpakaian, dia bercermin sembari merapikan kemeja putih yang ia kenakan.
Sisil menghampiri Alex dan memeluk nya dari belakang, tangan nya meraba dada bidang Alex dengan kedua tangan nya.
''Mau kemana si, tumben jam segini sudah berpakaian rapih?'' Tanya Sisil yang masih memainkan kedua tangan di dada Alex.
Alex membalikan badan, kini Sisil berada tepat di depan roti sobek milik Alex.
''Tuan Lionel memberi aku tugas, dia meminta aku mengantarkan berkas yang ketinggalan di ruangan kerja nya.'' Jawab Alex, tangan nya memainkan rambut panjang sisil.
''Papih tidak asik Akh, dia kan punya supir sendiri, kenapa meski nyuruh kamu?'' Jawab Sisil dengan mengerucutkan bibir mungil nya.
Alex mengecup bibir Sisil pelan.
''Tidak akan lama ko, nanti aku langsung balik lagi.'' Jawab Alex yang kali ini mengecup kening putih Sisil.
Lalu mereka berjalan keluar dari kamar Alex, menuju bagasi mobil. Saat Alex hendak memasuki mobil Sisil tiba tiba menghentikan Alex.
''Tunggu...! Oppa,aku ikut ya.'' Pinta Sisil.
__ADS_1
*****
Jangan lupa klik like,vote nya ya... Hadiah nya juga jangan sampai ketinggalan. Terima kasih sudah mampir...